Menyiapkan anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan nyaman, bahagia, sehat dan berhasil setelah dewasa nanti, merupakan harapan orang tua, guru, dan masyarakat. Kita semua berharap bahwa perilaku dan sikap siswa merefleksikan nilai-nilai masyarakat dan mendukung/berkontribusi bagi ketercapaian pembangunan Indosia dalam meningkatkan produktivitas, kebahagiaan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Pendidikan karakter telah menjadi kebijakan pendidikan di Indonesa sejak Kemerdekaan Indonesia 1945. Hal ini tercermin dalam sejarah kurikulum, yang mengadaptasi Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Karakter melalui beragam mata pelajaran, seperti Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Siswa yang menggunakan hard skill dan soft skill abad ke-21, dibimbing oleh nilai-nilai yang kuat dan keterampilan karakter akan diperlengkapi dengan baik untuk mengambil tempat mereka di masyarakat, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hubungan antara pendidikan karakter dan keterampilan abad ke-21 sangat kuat, dan terdapat saling keterkaitan antara soft skill dan keterampilan pengembangan karakter yang diperkenalkan dalam Profil Pelajar Pancacila (2019), yaitu sebuah model panduan sebagai payung untuk pengembangan karakter di kelas, sekolah dan masyarakat.

Modul ini akan membantu sekolah/madrasah, masyarakat dan guru untuk memahami dan mengembangkan program pendidikan karakter yang berkaitan dengan keterampilan abad ke-21 dan Profil Pelajar Pancasila. Modul ini akan membahas pengembangan keterampilan pendidikan karakter dari pendekatan sekolah secara keseluruhan.

Sekolah/Madrasah yang positif menghasilkan siswa yang menganut dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila serta memiliki karakter yang diperlukan untuk menjalani kehidupan. Mereka memiliki pengetahuan, kecakapan, sikap dan memegang nilai-nilai kebaikan sehingga mampu mengikuti alur perkembangan zaman. Maka dari itu, diperlukan lingkungan sekolah/ madrasah yang positif agar penempaan karakter terjadi dengan optimal. Satuan pendidikan menjadi sarana strategis bagi pembentukan karakter bangsa karena memiliki sistem, infrastruktur, dan dukungan ekosistem pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari perkotaan sampai pedesaan. Lingkungan sekolah yang positif merupakan wadah bagi pembentukan karakter siswa yang diinginkan.

Sekolah/madrasah positif melibatkan semua tingkatan pemangku kepentingan, menggunakan analisis berbasis data untuk mengidentifikasi keterampilan karakter yang penting bagi sekolah/madrasah dan masyarakat mereka dan menyajikan pendekatan umum untuk mengembangkan karakter di seluruh sekolah/madrasah; dari kepemimpinan hingga siswa di kelas. Tiga unit pertama adalah diperuntukkan bagi kepala sekolah/madrasah dan masyarakat. Unit keempat adalah untuk guru dan berkaitan dengan pengembangan keterampilan karakter yang baik di kelas.

Unduh modul Pendidikan Karakter bagi SD/MI di sini.