Pemulihan Belajar di Kaltara: Dari Respon Bupati Sampai Praktik di Lapangan

Satu tahun lebih penutupan sekolah karena pandemi COVID-19 telah berdampak kepada hilangnya kemampuan belajar siswa (learning loss). Tiga kepala daerah mitra INOVASI di Kaltara yaitu Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung merespon serius masalah ini. Respon kepala daerah itu diikuti implementasi teknis di lapangan. Berikut ini adalah upaya mereka:

 

Bulungan

Bupati Bulungan Syarwani dalam Forum Temu INOVASI September 2021, mengatakan penanganan learning loss berhubungan erat dengan visinya untuk mewujudkan kabupaten Bulungan yang berdaulat pangan, maju dan sejahtera. Ia membuat kebijakan pemulihan belajar agar misinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing bisa diwujudkan.

Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bulungan Suparmin Setto mengatakan, pihaknya menggunakan pengalaman dari program rintisan literasi kelas awal bersama INOVASI untuk melaksanakan kebijakan Bupati Bulungan tentang pemulihan belajar. Dengan menggerakkan 166 fasilitator terlatih (103 di tingkat SD dan 63 di tingkat SMP), pemulihan belajar dilaksanakan dengan memanfaatkan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus), modul belajar literasi-numerasi (litnum) kemdikbud, melakukan diagnosis kognitif dan non-kognitif serta melaksanakan pembelajaran terdiferensiasi. Semua materi ini dilatihkan kepada guru melalui kelompok kerja guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Kami akan membentuk tim teknis pemulihan belajar untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi,” tambahnya.

Kepala SDN 011 Tanjung Palas Utara, Syahrani menerjemahkan kebijakan pemulihan belajar Bupati Bulungan dengan membuat program akselerasi di tingkat sekolah. Melalui akselerasi, siswa dipetakan kemampuan membacanya lalu diberikan bimbingan khusus. Melalui program akselerasi ini, siswa kelas 6 seperti Ario bisa mengejar ketertinggalannya. Ario sebenarnya sudah lancar membaca ketika kelas 6 SD. Namun karena keterbatasan belajar dari rumah (BDR) kemampuan Ario menurun menjadi hanya mampu membaca kata dan kesulitan memahami isi bacaan. Setelah mendapat bimbingan khusus dari guru, Ario kini sudah bisa kembali lancar membaca.

 

Anak-anak di Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara mengikuti kegiatan pendampingan belajar di sore hari di TBM. Kegiatan pendampingan belajar ini menggunakan modul belajar literasi-numerasi (Litnum) Kemdikbud, buku cerita anak, berbagai media belajar sederhana, dan permainan. (Dokumentasi: Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM)

 

Malinau

Bupati Malinau Wempi W Mawa menggunakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) untuk mencegah learning loss. PTMT dilakukan di daerah zona hijau.

Kepala Disdikbud Malinau Fureng Elisa Mou mengatakan menggunakan PTMT untuk pemulihan belajar. Pemulihan itu dilakukan dengan menggunakan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus), modul belajar literasi-numerasi (litnum) kemdikbud, dan pembelajaran terdiferensiasi. Selain itu pihaknya juga memperkuat sinergi antara sekolah dan Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Melalui sinergi ini, sekolah dan perpusdes/TBM memberikan bantuan khusus kepada siswa yang kesulitan membaca dan kehilangan kemampuan belajar.

Ketua Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM) Olipianti dalam wawancara dengan tempo.com pada Oktober 2021, menceritakan keberhasilan program sinergi di masa pandemi itu. Hasil refleksi yang dilakukan Yayasan Litara dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan 60 % siswa mengalami peningkatan kemampuan membaca yang signifikan. Anak – anak ini mencapai tujuan pembelajaran yaitu membaca lancar.

Manfaat yang sama juga dirasakan Hepi Ramat, Guru Kelas 1 SDN 002 Malinau Barat. Berbicara dalam webinar nasional yang diorganisir Direktor SD Kemdikbudristek pada Agustus 2021, Hepi menunjukkan efektivitas pembelajaran di kelasnya. Melalui kebijakan disdik dan sinergi dengan TBM, sebanyak 45 % siswanya sudah mampu membaca lancar pada Juni 2021. Padahal satu tahun sebelumnya (Juni 2021) tidak satu pun siswanya mampu membaca lancar.

 

Tana Tidung

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali pada Forum Temu INOVASI April 2021, mengatakan Tana Tidung merespon learning loss dengan lima strategi yaitu: (1)penggunaan bahan ajar bermakna dan kontekstual dengan memanfaatkan kurikulum darurat serta modul belajar literasi-numerasi (litnum) kemdikbud, (2) pendampingan belajar melalui kunjungan ke rumah siswa dan bekerja sama dengan orangtua, (3) budaya baca melalui peminjaman buku non teks kepada orangtua siswa, (4) monitoring dan evaluasi melalui survei, pemanfaatan website, dan webinar, dan (5) pembukaan sekolah. Kelima strategi ini diikuti dengan pelatihan dan pendampingan melalui kelompok kerja guru (KKG) di tingkat SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tingkat SMP. Kelima strategi ini berhasil membuat partisipasi belajar di Tana Tidung mencapai 98 persen pada Desember 2020.

 

Seorang guru SD di Tana Tidung, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara melakukan asesmen kognitif dan non kognitif sebagai upaya pemulihan belajar. Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menjadikan penanganan learning loss sebagai prioritas program pendidikan di masa pandemi. (Dokumentasi: Disdik Tana Tidung)

 

Kasi GTK Disdik Tana Tidung, Diana mengatakan dukungan dan kebijakan Bupati Ibrahim Ali menjadi kunci keberhasilan mereka dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi. Disdik melakukan peningkatan kapasitas guru melalui KKG dan MGMP. Ia mengatakan selain angka partisipasi belajar yang tinggi, kemampuan membaca siswa kelas 1 SD di Tana Tidung juga mengalami peningkatan. Sebanyak 21 persen siswa mengalami peningkatan kemampuan membaca dari belum lancar membaca menjadi lancar membaca dalam satu tahun. Bahkan 18 persen siswa tercatat mampu mencapai paham membaca. Hasil itu disampaikan Diana saat didapuk sebagai narasumber oleh SMERU Research Institute pada September lalu.

Kebijakan di atas membuat Fauzan, Siswa kelas 1 SDN TU 2 Tana Tidung mampu cepat membaca. Hanya dalam waktu tiga bulan, Fauzan sudah bisa lancar membaca. Keberhasilan ini dipresentasikan Puji Lestari, Guru SDN TU 2 Tana Tidung dalam Webinar yang diselenggarakan FKIP UBT dan INOVASI pada Februari 2021.

 

Pemulihan Belajar di Kaltara: Dari Respon Bupati Sampai Praktik di Lapangan