Monitoring dan Evaluasi Perkuat Pengawasan Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan di Sumenep

Pengawas yang semula melaksanakan supervisi dengan turun langsung ke sekolah dan melihat secara dekat proses pembelajaran di kelas, kini tengah diuji lantaran tak bisa lagi turun dan mengawasi secara langsung karena pandemi.

Di masa pandemi ini, pengawas dituntut untuk mengetahui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru dan implementasi kurikulum darurat dan diharapkan dapat melakukan tugas, pokok, dan fungsi mereka secara daring. Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) beserta Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kabupaten Sumenep mendorong penguatan kapasitas bagi pengawas-pengawas setempat karena besarnya peran mereka dalam pengawasan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan implementasi kurikulum darurat.

Salah satu penguatan kapasitas yang dilakukan tim INOVASI Jawa Timur adalah memberikan pelatihan kepada pengawas Disdik Kabupaten Sumenep sebagai Tim Monev (Monitoring dan Evaluasi). Dari bulan November 2020 hingga Maret 2021, INOVASI melaksanakan lima kali kegiatan pelatihan menggunakan aplikasi Zoom. Sejumlah 20 pengawas mengikuti keseluruhan pelatihan tersebut.

“Mengetahui kondisi dan kebutuhan guru secara cepat dan tepat adalah tantangan yang harus dihadapi pengawas selama masa pandemi. Untuk itu, pengembangan instrumen monev secara daring menjadi kebutuhan yang sangat mendesak yang harus segera dilakukan bersama,” tegas Abdul Kadir, M.Pd., selaku Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Kabupaten Sumenep saat membuka pelatihan pertama.

Pada pelatihan pertama, yakni tanggal 26 November 2020, kegiatan dilaksanakan untuk menyamakan kesepahaman konsep monitoring maupun evaluasi. Peserta juga memiliki persepsi yang sama tentang konsep logika perubahan atau growth mindset.

Pada pelatihan kedua dan ketiga, yakni pada tanggal 15 dan 23 Desember 2020, peserta secara bersama-sama menyusun logika perubahan beserta rencana monitoring dengan mempertimbangkan asumsi, risiko, serta mitigasinya.

Sementara pelatihan keempat, tanggal 22 Januari 2021, memfokuskan pada pengembangan instrumen monev. Instrumen disusun bersama-sama dan disesuaikan dengan kebutuhan, kemudian dilakukan uji coba instrumen selama satu bulan. Pada pelatihan kelima di bulan Maret 2021, peserta menggunakan data hasil uji coba tersebut untuk dianalisis secara sederhana.

Salah satu pilihan instrumen monev yang dibahas adalah aplikasi Google Form. Penggunaan Google Form memudahkan pengawas dalam melakukan monitoring secara daring dan memudahkan Disdik melihat hasil monitoring tersebut secara cepat. Disdik juga dapat melihat bagaimana pengawas bekerja melaksanakan tugas, pokok, dan fungsinya, serta melaporkannya di Google Form, bahkan ketika ada pengawas yang tidak melaksanakan tugas-tugas tersebut.

 

 

“Pelatihan yang diberikan INOVASI untuk pengawas sebagai bagian dari Tim Monev di Kabupaten Sumenep sangat besar manfaatnya. Pengawas lebih mudah dan cepat melakukan monev di sekolah binaan serta tentu saja tepat sasaran karena kami terlibat langsung dalam penyusunan instrumen tersebut,” ungkap Hanafi selaku Koordinator Pengawas Kabupaten Sumenep.

Monitoring dan Evaluasi Perkuat Pengawasan Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan di Sumenep