Gerakan Satu Lembaga Satu Produk Inovasi Literasi

Oleh: Ayub, Kepala SDN Parasrejo 2 Kab Pasuruan

Salah satu upaya untuk membekali guru dalam mewujudkan keterampilan abad 21 adalah mengajak guru sebagai agen perubahan untuk berinovasi guna peningkatan hasil belajar yang berkualitas. Seiring dengan adanya Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Jawa Timur di Gugus Sekolah (Guslah) II, Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan mengadakan Gerakan Satu Lembaga Satu Produk Inovasi Literasi.

Gerakan Satu Lembaga Satu Produk Inovasi Literasi merupakan kegiatan menciptakan produk inovasi literasi untuk kelas awal yang dilakukan oleh guru kelas awal di masing-masing lembaga di Guslah II Pohjentrek dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan hasil belajar siswa terutama keterampilan literasi.

Gerakan ini berbasis literasi dan daur ulang, dalam arti produk yang diciptakan seputar literasi yang berkaitan dengan unsur pembelajaran bahasa di kelas awal dan dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita.

Gerakan ini dirasa sangat memberikan kontribusi kepada guru kelas awal untuk membangun pola pikir yang lebih berkembang dan kreatif, mampu menciptakan pembelajaran aktif dengan menggunakan produk inovasinya, mampu mengelola kelas dengan lebih variatif, dan menggunakan media dalam pembelajaran secara lebih efektif dan tepat guna sesuai dengan sasaran yang hendak dicapai.

Gerakan Satu Lembaga Satu Produk Inovasi Literasi merupakan bagian dari program kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Guslah II Pohjentrek, dengan memberdayakan kemampuan guru kelas awal di SD Inti maupun SD Imbas untuk menciptakan produk inovasi sesuai kebutuhan di kelas masing-masing dalam suatu lembaga. Produk yang diciptakan oleh masing-masing lembaga dapat digunakan untuk kegiatan literasi maupun pembelajaran Bahasa Indonesia pada umumnya untuk kelas awal.

Intinya, satu jenis produk dapat diaplikasikan untuk tiga kelas, yaitu kelas 1, 2 dan 3. Pemilihan materi untuk setiap produk inovasi diharapkan bervariasi atau tidak sama, jadi dalam satu Guslah II Pohjentrek mampu menciptakan lebih dari sepuluh macam produk inovasi literasi dalam satu waktu.

Produk inovasi yang telah diciptakan disertai dengan deskripsi produk sehingga bisa di pelajari, ditiru dan diaplikasikan oleh orang lain secara mudah. Salah satu produk inovasi literasi tersebut adalah media “Pasir Berbatu”.

Media “Pasir Berbatu” adalah akronim dari Media Papan Berpasir Untuk Belajar Baca dan Tulis yang saya ciptakan bersamaan dengan guru-guru kelas awal di Guslah II Pohjentrek. Nama –nama produk inovasi literasi yang lain, adalah Kamera MAGIC “Kamera Merangkai Abjad Gambar Ide Cerita”, karya dari guru-guru SDN Tidu II, Romansa “Roda Bermain Suku Kata”, karya dari guru-guru SDN Sungikulon, dan Pak Polisi “Papan Kalimat Pola Variasi”, karya guru-guru SDN Sungiwetan.

Selanjutnya, ada Penter Kata “Pensil Karakter Kata”, karya guru-guru SDN Logowok I, Papan Tembak Dada Iga “Papan Tembak Dalam Ilustrasi Gambar”, karya guru-guru SDN Parasrejo I, Kibar “Kipas Bergambar”, karya guru-guru SDN Parasrejo II, Panca Liga “Papan Baca Kalimat Bergambar”, karya guru-guru SDN Susukanrejo III, Marbel Ulta “Mari Belajar Ular Tangga”, dan produk inovasi literasi lainnya.

Produk inovasi yang telah dikumpulkan kemudian telah dibukukan dengan judul “Karya Inovasi Literasi untuk Anak Indonesia” yang telah terbit dan menjadi aset dan dokumentasi KKG.

Gerakan Satu Lembaga Satu Produk Inovasi Literasi