Strategi KALTARA dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa

Program kemitraan INOVASI dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) telah membawa hasil yang signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa SD kelas awal. Salah satu keberhasilannya adalah peningkatan kemampuan membaca yang signifikan, dari 57% di tahun 2017 menjadi 94% di tahun 2019. Komitmen Kaltara dalam pendidikan di daerahnya salah satunya dibangun melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang mampu meningkatkan kompetensi guru yang berkontribusi terhadap proses dan hasil pembelajaran siswa yang lebih baik.

 

Demi mempersiapkan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadapi daya saing pasar kerja, Kaltara berfokus pada pendidikan di sekolah dasar. Hal ini disampaikan oleh (alm) Bapak H. Sudjati, SH selaku Bupati Bulungan perode 2016-2021 dalam pidatonya di acara Indonesia Development Forum, Jakarta 2019 dan disarikan dari pidato beliau di webinar “Sapa KKG: Strategi Bulungan Menjalankan Pembelajaran di Masa Pendemi dengan Kurikulum Darurat”, Kamis 19 November 2020.

(alm) Bupati Sudjati mempresentasikan materi Dari Dasar: Tiga Strategi untuk Mencegah Kesenjangan Daya Saing Pasar Kerja. Isi presentasi ini menyajikan strategi kami untuk mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas di masa depan dalam acara Indonesia Development Forum (IDF), Jakarta, Juli 2019. Bupati Bulungan menjadi satu-satunya pembicara dari Kalimantan Utara (Kaltara) yang diundang berbicara dalam IDF 2019. Dokumentasi: INOVASI.

Menurut Bapak (alm) Sudjati, penguasaan keterampilan literasi merupakan kunci untuk membangun generasi abad dua puluh satu. Kaltara membangun keterampilan literasi dengan menargetkan semua pelajar SD agar memiliki kemampuan membaca paling lambat di kelas tiga SD. Demi mencapai target tersebut, Kaltara merumuskan strategi sebagai berikut: Pertama, pelatihan dan penguatan kompetensi guru melalui kelompok kerja guru (KKG). Kedua, penyediaan buku non-teks pembelajaran di sekolah untuk menumbuhkan budaya baca bagi siswa. Ketiga, layanan khusus bagi siswa yang lamban membaca (inklusi).

Menurut Bapak (alm) Sudjati, ketiga strategi tersebut diimplementasikan secara berjenjang mulai dari program rintisan atau projek literasi kelas awal. Program rintisan ini dikerjakan oleh tujuh SD di Kecamatan Tanjung Selor dan Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Kami memilih sekolah-sekolah dengan mutu menengah sebagai sasaran. Program rintisan ini melibatkan kepala sekolah, pengawas, dan guru terbaik sebagai fasilitator. Selama dua tahun kami melatih, dan mendampingi kepala sekolah, pengawas, serta guru untuk mengimplementasikan materi pelatihan. Setiap perubahan yang terjadi kami monitoring, catat, dan dokumentasikan,” Jelas Bapak (alm) Sudjati.

Setelah dua tahun, KALTARA menemukan hasil yang positif dari program rintisan. Terdapat peningkatan kemampuan membaca yang signifikan. Di Desember 2017 hanya 57% siswa yang lulus uji kompetensi literasi dasar, lalu di Agustus 2019 menjadi 94%. Kaltara berhasil memangkas waktu penuntasan pencapaian kompetensi literasi dasar, dari tiga tahun menjadi cukup dua tahun saja.

Keberhasilan dari sekolah pilot, kemudian disebarluaskan ke seluruh SD di Bulungan. Di 2017 hanya 7 SD, lalu meningkat hingga 145 SD pada 2019. Dalam penyebarluasan ini Kaltara juga mendesain strategi pelatihan yang efektif dan efesien yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan BOS (Biaya Operasional Sekolah), BOSDA (Biaya Operasional Sekolah Daerah), tunjangan sertifikasi guru, bantuan corporate social responsibility (CSR), dan APBD 2019 sebesar Rp 450 juta, serta melakukan pelatihan bagi 502 orang guru SD selama 7 bulan dengan durasi 85 jam pelatihan. Guru yang dilatih ini tersebar di daerah perkotaan, pedesaan, pedalaman, dan pesisir.

Bapak (alm) Sudjati menjelaskan tiga manfaat dari keberhasilan program literasi kelas awal; Pertama, KALTARA mampu meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas awal. Kedua, mampu meningkatkan kompetensi guru. Sertifikat pelatihan berbasis KKG bisa membantu peningkatan karir profesional mereka. Dari hasil dari optimalisasi peran KKG sebagai bengkel kerja guru ini, banyak guru dan kepala sekolah bisa naik pangkat dari golongan IVA ke IVB. Hal ini tentunya membuktikan bahwa proses penjaminan mutu pelatihan sesuai standar Disdikbud Bulungan dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidkan (LPMP) Kaltara, dalam pelaksanaan kegiatan KKG dapat berkontribusi positif dalam peningkatan karir guru sebagai bagian dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan. Ketiga, memiliki sistem peningkatan mutu pembelajaran melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Sistem ini menjadi aset yang paling penting. Melalui sistem ini kualitas sekolah bisa ditingkatkan, baik di kota, desa, pedalaman, dan pesisir.

“Sistem peningkatan mutu pembelajaran berbasis KKG merupakan sistem yang sudah lama saya impikan. Saya sudah mencari-mencari model yang sesuai dengan konteks Bulungan. Model yang bisa membuat mutu sekolah di pedesaan, pedalaman, dan pesisir tidak kalah dengan mutu sekolah di perkotaan. Kesenjangan mutu sekolah antar daerah, sudah menjadi masalah kami bertahun-tahun,” Tutur Bapak (alm) Sudjati.

Ia melanjutkan, “Kerjasama yang erat antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan dan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) yang telah membuat mimpi saya menjadi nyata. Pada akhirnya kami bisa memiliki model pelatihan berbasis KKG. Model pelatihan ini tidak hanya efektif dari segi metodologi dan implementasi, tapi juga efesien dari segi pembiayaan. Seiring terus menurunnya APBD Bulungan, kami tidak bisa memfasilitasi pelatihan-pelatihan yang memerlukan anggaran besar. Namun berkat terobosan Disdikbud Bulungan, kami bisa merancang program pelatihan yang bermutu, menjangkau banyak sekolah, dan berbiaya murah.”

 

Efektif Di Masa Pandemi

Model pelatihan berbasis KKG yang telah dibangun terbukti efektif digunakan pada masa pandemi COVID-19. Ditengah tantangan infrastruktur berat yang dihadapi Kaltara, model pelatihan berbasis KKG dapat dimanfaatkan untuk melatih kepala sekolah, pengawas, dan guru.

Meskipun masih banyak sekolah-sekolah di Kaltara yang tidak memiliki jaringan listrik dan akses internet, namun kepala sekolah, pengawas, dan guru menunjukkan ketangguhan mereka untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini. Mereka mampu mengorganisir dirinya untuk mengikuti berbagai pelatihan, walau harus melintasi laut, sungai, dan rawa-rawa.

Disdikbud Bulungan juga dengan cepat merespon keluarnya kurikulum darurat atau kurikulum dalam kondisi khusus. Dalam situasi darurat seperti sekarang ini, tidak mungkin guru mengajarkan seluruh materi ajar seperti masa normal. Harus ada pengurangan materi belajar sehingga proses pembelajaran dari rumah yang saat ini sedang berjalan bisa benar-benar efektif.

Penggunaan kurikulum darurat, memberikan ruang besar bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya. Guru tidak lagi dituntut mengajarkan topik-topik yang sulit, sehingga mereka bisa benar-benar fokus membantu anak memiliki kompetensi dasar yang paling dibutuhkan yaitu literasi, numerasi, dan karakter.

Melalui pelatihan berbasis KKG, Kaltara membantu guru agar mampu menggunakan kurikulum darurat. Pelatihan guru berbasis KKG di masa pandemi menggunakan kurikulum darurat, ini masih kami lakukan di 6 gugus dari 26 gugus yang ada. Hasil dari program rintisan ini nantinya, bisa disebarluaskan Disdikbud ke seluruh gugus pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

“Penggunaan kurikulum darurat membuat anak-anak di Kaltara merasa lebih bahagia belajar dari rumah. Mereka tidak lagi dibebani dengan tugas-tugas belajar yang banyak dan sulit. Mereka kini lebih fokus melatih dirinya untuk terampil menggunakan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter.

Saya optimis praktik baik melalui pelatihan berbasis KKG yang sudah dibangun sejak tahun 2017, bisa diteruskan di kemudian hari. Model ini harus terus dikawal dan dijadikan kekuatan Bulungan di sektor pendidikan. Siapapun pemimpin baru di Kabupaten Bulungan nantinya, sektor pendidikan akan tetap menjadi prioritas pembangunan.

Sebagai penutup saya ingin mengingatkan kembali, bahwa tugas utama kita sebagai penyelenggara pemerintahan, orangtua, dan masyarakat kepada anak-anak kita, adalah memastikan mereka memiliki masa depan. Tanggung jawab itu hanya bisa kita tunaikan lewat pendidikan yang bermutu,” tutup Bapak (alm) Sudjati.

Perwakilan guru memberikan cinderamata berupa karikatur kepada (alm) Bupati Sujdati dalam acara webinar Sapa KKG: Strategi Bulungan Menjalankan Pembelajaran di Masa Pendemi dengan Kurikulum Darurat di Kantor Bupati Bulungan (19/11/2020). Sejak September 2020, Bulungan menggerakan KKG untuk menjalankan program belajar dari rumah (BDR). Dokumentasi: Diskominfo Bulungan.

*Bapak H. Sudjati, Bupati Bulungan perode 2016-2021, berpulang pada tanggal 8 Desember 2020

 

###

Strategi KALTARA dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa