Membangun Jiwa Santri yang Literat

Semangat Siti Aminah, S.Pd Guru MI Muhammadiyah Watukebo Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur begitu membara usai pulang dari pelatihan literasi yang dikembangkan oleh INOVASI pada 2018 lalu. Siti yang merupakan salah satu fasilitator dari Muhammadiyah untuk Kabupaten Jember, memiliki semangat yang tinggi dan percaya bahwa madrasah juga bisa sebaik sekolah yang maju lainnya.

Semangat tersebut dituangkannya dengan berbagi ilmu ke sesama guru usai kembali ke madrasahnya. Sebagai Wakil Kepala Madrasah untuk bidang kurikulum, Siti bersama kepala madrasah juga membuat beragam program literasi agar madrasahnya menjadi semakin baik. “Saya memiliki cita-cita untuk menjadikan para santri saya memiliki jiwa yang literat melalui program literasi yang dikembangkan oleh madrasah,” ungkapnya.

Program yang dikembangkan di madrasahnya meliputi: Penerapan jam baca dan budaya baca di setiap kelas, menata perpustakaan menjadi lebih baik dan nyaman sehingga dapat menarik minat para santri untuk mendatangi perpustakaan, mendorong santri agar membuat produk-produk literasi, dan merangkul semua pihak termasuk orangtua agar menumbuhkan budaya membaca baik di madrasah maupun di rumah. Karena koleksi buku perpustakaan yang terbatas, Siti juga menjalin kerjasama dengan perpustakan kabupaten untuk pinjam pakai buku bacaan secara rutin.

Upaya ini rupanya dilirik oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. MI Muhammadiyah 1 Watukebo diminta mewakili Kabupaten Jember dalam Lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah tingkat Jawa Timur pada November 2019 lalu. MI Muhammadiyah 1 Watukebo berhasil mendapatkan Juara 3 untuk kategori madrasah literat. Hal ini menjadi kebanggaan bagi Siti, apalagi madrasahnya salah satu madrasah pelosok yang awalnya tidak diunggulkan.

“Saya sangat bangga dengan kerjasama semua guru, pimpinan dan semua pihak yang senantiasa mendukung pengembangan madrasah salah satunya melalui program literasi,” kata Siti.

Semangat Siti tak berhenti sampai disitu. Upayanya untuk terus menghasilkan para santri yang literat adalah dengan mendorong wali murid untuk mendukung anak-anak mereka semangat membaca. Upaya ini berhasil, beberapa siswanya ada yang berubah menjadi gemar menulis bahkan hingga menerbitkan buku, dan ada pula wali murid yang kemudian membuat perpustakaan mini di rumahnya karena ketertarikan anaknya dan warga sekitar akan buku menjadi tinggi.

Dalam rangka memperingati Hari Santri, Siti berharap agar semangat untuk membangun santri yang literat masih terus ada sepanjang dirinya menjadi guru. “Meski saat ini masa pandemi, saya dan para guru di MI Muhammadiyah 1 Watukebo tetap berupaya agar santri yang belajar di rumah harus tetap membaca buku,” ungkap guru yang sudah mengajar selama 18 tahun ini.

Siti saat ini sedang mempersiapkan buku karyanya yang berisi tentang kumpulan praktik baik literasi dari beragam pengalaman mengembangkan minat baca di madrasahnya. Buku berjudul ‘Model-model Literasi Sang Juara’ akan dicetak dan diperbanyak sebagai dokumen gerakan literasi di madrasah Siti.

Membangun Jiwa Santri yang Literat