Kegiatan Tatap Muka Pelatihan Big Book guna Alat Bantu Pembelajaran di Kecamatan Bangil

Media pembelajaran Big Book atau buku besar merupakan alat bantu belajar yang bertujuan untuk menambah minat belajar siswa. Gambar-gambar menarik yang terpampang dalam Big Book membuat  siswa bersemangat dalam mengenal huruf dan tulisan. Buku ini bisa dibuat sendiri oleh guru dengan bahasa yang menarik. Untuk memaksimalkan potensi guru dalam pembuatan Big Book, Kecamatan Bangil, yang saat ini masuk dalam zona kuning COVID-19,  Kabupaten Pasuruan menggelar pelatihan Big Book yang dilakukan secara tatap muka. 

 

Memasuki zona kuning, Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Gugus Sekolah 3 di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan berinisiatif menggelar diseminasi pelatihan literasi khusus pembuatan Big Book secara tatap muka. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada 2 Desember 2020 ini berlangsung selama satu hari.

Meskipun dilaksanakan secara tatap muka, namun menurut Eka Oktavia, Fasilitator Daerah dari Kabupaten Pasuruan yang memandu pelatihan menjelaskan bahwa protokol Kesehatan tetap ditegaskan selama kegiatan berlangsung. “Peserta yang hadir harus mengenakan masker dan tidak boleh dalam kondisi sedang memiliki gejala sakit. Saat masuk ke ruangan seluruh peserta dan pemandu pelatihan harus cuci tangan dan diukur suhu tubuhnya,” ungkap Eka.

Peserta yang mengikuti kegiatan adalah guru kelas awal dari Gugus Sekolah 3 Kecamatan Bangil, totalnya 36 orang guru dari kelas 1, 2, dan 3. Peserta kemudian dibagi dalam 6 kelompok besar karena kegiatan ini harus tetap menjaga protokol kesehatan seperti menjaga jarak. Pembagian kelompok terdiri dari 2 kelompok kelas 1, 2 kelompok kelas 2, dan 2 kelompok kelas 3 dengan anggota kelompok masing-masing berjumlah 6 orang.

Tantangan terbesar dalam kegiatan diseminasi pelatihan selama pandemi adalah kurang leluasanya peserta dalam berdiskusi, terutama saat diskusi kelompok. “Karena sejak awal kami sudah mengingatkan protokol kesehatan saat kegiatan sehingga meskipun kegiatan sesi diskusi peserta tetap menjaga jarak satu dengan yang lain minimal 1 meter. Meski begitu materi dapat tersampaikan dengan baik dan setiap kelompok dapat menyelesaikan big book-nya dengan baik,” terangnya.

Kegiatan ini menurut Eka secara keseluruhan dibiayai oleh gugus sekolah 3 yang pembiayaannya diambilkan dari dana BOS dalam rangka peningkatan kapasitas guru.

Menurut Hanum Mufarrokhah, S. Pd. SD, Guru Kelas 1 SDN Pogar 1 Kec. Bangil Kab Pasuruan yang menjadi pengurus KKG sekaligus mengikuti kegiatan pelatihan mengungkapkan, pelatihan pembuatan big book sangat bagus dan bermanfaat terutama untuk dirinya.

“Permasalahan terbesar kelas 1 adalah menghadapi siswa baru yang belajar membaca. Pelatihan ini sangat bagus dan memberi solusi kepada saya ketika menghadapi anak-anak yang belum bisa membaca.,” jelasnya.

Sayangnya karena pendemi, materi yang diberikan baru big book saja, padahal permintaan untuk mengadakan pelatihan lagi dari para guru cukup besar.

“Kami menunggu situasi pandemi reda terlebih dahulu. Bila harus dilakukan dengan menggunakan moda daring beberapa peserta memiliki kendalah sinyal sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan,” terang Hanum.

Meski hanya dilaksanakan dalam satu hari, peserta cukup puas dan antusias. Mereka juga menginginkan agar kedepan dapat dilakukan diseminasi kembali dengan materi yang berbeda.

“Karena di masa pandemi jadi sementara kami batasi dulu kegiatannya. Ke depan apabila sudah memungkinkan bertemu kembali bisa kita lanjutkan lagi materi-materi literasi lainnya. Tidak menutup kemungkinan juga bila tidak memungkinkan dilakukan tatap muka secara langsung, bisa pula dengan pelatihan model daring. Namun hal ini masih belum bisa kita laksanakan dalam waktu dekat karena beberapa guru mengalami permasalahan jaringan internet,” terang Eka.*

Kegiatan Tatap Muka Pelatihan Big Book guna Alat Bantu Pembelajaran di Kecamatan Bangil