INOVASI turut serta dalam 4th Islamic Schooling Conferences and Forum di Melbourne, Australia

Melbourne, 14 Juli 2019 Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia, akhir pekan ini berpartisipasi dalam Konferensi Sekolah Islam ke-4 dan Forum AAISC 2019, yang diadakan di Melbourne, Australia.

Dalam presentasi panel, Direktur Program INOVASI Dr. Mark Heyward, bersama dengan Dr. Bahrul Hayat, Staf Ahli Bidang Pendidikan untuk program Technical Assistance for Education Systems Strengthening (TASS) di Indonesia, dan program Education Pathways for Peace (PATHWAYS) di Filipina; memberikan gambaran umum tentang sistem sekolah Islam, tantangan dan peluangnya.

Lebih dari tujuh juta anak Indonesia bersekolah di madrasah di salah satu sistem pendidikan Islam terbesar di dunia. Walaupun madrasah terintegrasi dengan baik ke dalam sistem pendidikan nasional, namun siswa madrasah biasanya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Madrasah juga biasanya kekurangan sumber daya, dan memiliki nilai ujian nasional yang lebih rendah dibandingkan sekolah biasa.

Keadilan sosial adalah masalah yang tidak hanya ada di tingkat sistem, tetapi di tingkat sekolah di Indonesia. Banyak anak berkebutuhan khusus yang tidak bersekolah. Banyak yang tidak bisa berprestasi sebaik rekan-rekan mereka karena kemiskinan atau isolasi. Banyak juga siswa yang mulai bersekolah namun belum mengerti Bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa pengantar di sekolah. Anak-anak ini berisiko tertinggal dan putus sekolah. Kerja INOVASI berfokus pada literasi, numerasi, dan inklusi. Program rintisan ini merupakan pendekatan baru untuk mengidentifikasi dan mendukung anak-anak berkebutuhan khusus, pendidikan inklusif, dan transisi bahasa untuk anak-anak di daerah terpencil.

“INOVASI bertujuan untuk ‘mencari tahu apa yang berhasil’ untuk meningkatkan hasil belajar siswa-siswa Indonesia,” kata Dr. Mark Heyward, Direktur Program INOVASI. “Bersama dengan program TASS, kami bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas madrasah, melalui pengembangan dan program rintisan untuk melanjutkan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) untuk guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, menutup kesenjangan kinerja antara sistem sekolah Islam dan reguler.”

Bahrul Hayat, yang juga mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, berbicara tentang pekerjaan yang dilakukan oleh program PATHWAYS untuk membantu pemerintah mengembangkan pendekatan yang serupa dengan pendidikan Islam di Filipina.

“PATHWAYS berkontribusi untuk pembangunan perdamaian dengan mengatasi ketidakadilan dan perbedaan dalam partisipasi dan kinerja dalam pendidikan dasar. Program ini mendukung peningkatan dalam partisipasi dan prestasi siswa di tingkat kelas awal, dalam pendidikan dan pengembangan guru, dan dalam pengembangan kurikulum yang sesuai konteks.”

Program INOVASI, TASS dan PATHWAYS dikelola oleh Palladium – perusahaan dengan dampak positif.

INOVASI turut serta dalam 4th Islamic Schooling Conferences and Forum di Melbourne, Australia