Booklet Kemitraan INOVASI dengan LSM, LPTK dan Ormas

Melalui program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), pemerintah Indonesia dan Australia sejak tahun 2016 telah bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, program ini berupaya menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas awal di berbagai daerah di Indonesia, terutama dalam bidang literasi dan numerasi, serta pendidikan inklusif. Semua demi pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

Sejak tahun 2018, INOVASI memulai kemitraan dengan 21 LSM, LPTK dan organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Inisiatif ini menjadi upaya untuk
mendorong pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya di empat provinsi mitra INOVASI, yaitu provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Inisiatif ini menjadi upaya untuk mendorong pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya di empat provinsi mitra INOVASI, yaitu provinsi
Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Praktik Baik Pembelajaran Multibahasa Berbasis Bahasa Ibu di Bima, NTB

Di Kabupaten Bima, dan tentunya di banyak wilayah lain di Indonesia, salah satu tantangan spesifik dunia pendidikan dasar adalah masih dominannya penggunaan bahasa lokal atau bahasa daerah di kalangan peserta didik. Hal ini kerap membuat anak kesulitan ketika belajar di sekolah di mana bahasa pengantar pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia. Para siswa, khususnya di kelas awal, cenderung agak lambat dan kesulitan dalam menyerap pelajaran karena kendala bahasa ini. Perbedaan bahasa yang digunakan membuat mereka tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik sebagaimana teman-temannya di wilayah lain. Untuk mengatasi tantangan ini, bersama INOVASI, Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima telah merintis sebuah model pembelajaran yang diharapkan dapat menjembatani transisi penggunaan bahasa para siswa dengan lebih baik. Program rintisan ini menggunakan metode ‘Jembatan Bahasa’ dan telah dimplementasikan di sejumlah sekolah dasar sejak tahun 2017 lalu. Buku ini, adalah dokumentasi dari berbagai praktik baik yang telah dikembangkan oleh para guru di Kabupaten Bima setelah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan program.

Praktik Baik Pembelajaran Literasi di Sumba Timur, NTT

Program Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur yang didukung oleh INOVASI telah membawa begitu banyak dampak bagi peningkatan kualitas pendidikan. Telah nampak bahwa guru-guru menerapkan apa yang mereka peroleh selama pelatihan dan pendampingan di kelas masing-masing. Praktik-praktik dalam kegiatan pembelajaran yang para guru lalukan juga telah membawa perubahan positif pada kemampuan dan hasil belajar siswa. Buklet ini disusun dengan maksud mendokumentasikan praktik-praktik baik yang telah dilakukan oleh guru-guru, para fasilitator daerah, dan kepala sekolah dalam upaya peningkatan kemampuan literasi siswa dalam program Literasi Kelas Awal, Pembelajaran Kelas Rangkap, Pembelajaran Multibahasa Berbasis Bahasa Ibu (PMBBI), dan Perpustakaan Ramah Anak. Program-program tersebut telah dilaksanakan di berbagai daerah di Sumba Timur dan memiliki pendekatan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan tiap kelas dan sekolah.

Praktik Baik Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Sumba Tengah, NTT

Buku ini merupakan kumpulan praktik-praktik baik dalam meningkatkan mutu pembelajaran literasi dan numerasi siswa kelas awal sekolah dasar di  Kabupaten Sumba Tengah, yang merupakan salah satu kabupaten mitra program INOVASI di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kumpulan praktik baik pembelajaran ini dibuat dengan harapan dapat memberikan inspirasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan agar semakin meningkatkan cara mengajarnya, terutama dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas awal. Kemampuan literasi dan numerasi merupakan fondasi belajar siswa, yang akan menjadi modal dasar siswa untuk belajar dengan baik hingga ke jenjang pendidikan berikutnya.

Praktik Baik Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Sumba Barat Daya, NTT

Buklet ini berisi kumpulan praktik baik yang telah dilakukan oleh guru, kepala sekolah, dan fasilitator daerah (Fasda) mitra INOVASI, meramu dan menerapkan
pelbagi strategi, metode, dan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif guna mencetak generasi masa depan yang kompeten dan berkarakter. Berbagai kisah inspiratif yang memuat perjalanan mereka dari mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi di sekolah hingga bagaimana langkah-langkah yang ditempuh membawa perubahan-perubahan positif pada diri mereka, sekolah, dan tentunya siswa, terutama dalam kemampuan dan hasil belajarnya.
Praktik-praktik baik ini mencakup dua program yang diimplementasikan oleh INOVASI di Kabupaten Sumba Barat Daya yaitu Literasi Kelas Awal dan Numerasi
Kelas Awal, serta tiga program lainnya yang diimplementasikan bersama mitra yaitu Membaca Berimbang (Yayasan Literasi Anak Indonesia – YLAI), Perpustakaan Ramah Anak (Taman Bacaan Pelangi), dan Pembelajaran Multibahasa Berbasis Bahasa Ibu (PMBBI – Suluh Insan Lestari). Program-program ini dilaksanakan pada waktu yang berbeda-beda selama periode Januari 2018 hingga Juni 2020.

Praktik Baik Pembelajaran Literasi Kelas Awal di Sumba Barat, NTT

Buku ini merupakan kumpulan praktik-praktik baik dalam meningkatkan mutu pembelajaran literasi siswa kelas awal sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat, salah satu kabupaten mitra program INOVASI di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kemampuan literasi dan numerasi merupakan fondasi belajar siswa, yang akan menjadi modal dasar siswa untuk belajar dengan baik hingga ke jenjang pendidikan berikutnya. Kumpulan praktik baik pembelajaran ini dibuat dengan harapan dapat memberikan inspirasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan agar semakin meningkatkan cara mengajarnya, terutama dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas awal. Semoga dengan adanya buku ini memberikan pencerahan kepada guru bahwa berbagai cara dapat dilakukan agar materi pelajaran dapat dipahami siswa, menggunakan pendekatan yang sesuai dengan situasi dan kondisi di setiap kelas.

Booklet Program Kolaborasi INOVASI dengan LSM, LPTK dan organisasi kemasyarakatan

Booklet tentang program kolaborasi INOVASI dengan LSM, LPTK dan organisasi kemasyarakatan, beserta profil masing-masing organisasi. Organisasi mitra tersebut meliput BINUS University, CIS Timor, Dompet Dhuafa Pendidikan, Edukasi 101, Forum Lingkar Pena, Kolaborasi Literasi Bermakna, Litara-OPOB, Ma’arif NU, Muhammadiyah, Sahabat Pulau Indonesia, Suluh Insan Lestari, Taman Bacaan Pelangi, Universitas Borneo Tarakan (UBT), UINSA Surabaya, Universitas Mataram, Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), Yayasan Sulinama, dan Yayasan Tunas Aksara.

Selain menjalankan berbagai program rintisan untuk meningkatkan pembelajaran literasi, numerasi, dan inklusi di empat provinsi (NTB, NTT, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur), melalui program INOVASI sebanyak 34 program kemitraan dengan LSM, LPTK dan organisasi kemasyarakatan di Indonesia dilaksanakan pada tahun 2018 – 2019. Inisiatif ini menjadi upaya untuk mendorong pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya
di empat provinsi mitra program. Kolaborasi tersebut telah memperluas cakupan program INOVASI yang bertujuan membantu Pemerintah Daerah meningkatkan kualitas pembelajaran literasi, numerasi, dan inklusi. Upaya ini juga demi membangun kemitraan dan aliansi berkelanjutan antara sektor non-pemerintah, industri, dan pemerintah agar bersama-sama mengatasi tantangan pendidikan yang berdampak pada kualitas pembelajaran siswa di  SD/MI.

 

Praktik Baik Pembelajaran Literasi Kelas Awal di Jawa Timur

Dampak positif dari implementasi program literasi di Jawa Timur yang paling terlihat adalah adanya perubahan cara mengajar guru kelas awal yang lebih baik, terutama dalam upaya mengajarkan calistung kepada siswanya dan banyak bermunculan strategi inovatif dalam bidang literasi yang telah dihasilkan oleh guru. INOVASI mengumpulkan cerita perubahan bermakna yang telah dilakukan oleh para guru, kepala sekolah, dan pengawas dan mendokumentasikannya di buku literasi sebagai upaya agar praktik baik cerita perubahan bermakna para pendidik ini dapat menjadi inspirasi untuk pendidik lainnya. Selain itu dokumentasi praktik baik ini diharapkan menjadi aset dokumentasi Pemerintah Jawa Timur yang nantinya dapat disebarluaskan kepada para pendidik lainnya dalam rangka memperkuat literasi di Jawa Timur.

Ide-Ide Pembelajaran Inklusi di Kabupaten Sumba Timur, NTT

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, INOVASI – dalam kemitraan dengan Circle of Imagine Society (CIS) Timor, sejak tahun 2018 mengimplementasikan program Pendidikan Inklusi di lima desa di Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Kelima desa tersebut adalah Desa Kayuri, Desa Rindi, Desa Heikatapu, Desa Tanaraing, dan Desa Kabaru.

Tujuan program INOVASI dan CIS Timor ini adalah meningkatkan kapasitas guru dan masyarakat dalam melaksanakan pendidikan inklusif di sekolah. Kegiatan program meliputi: 1) Pelatihan untuk guru dan kepala sekolah dalam bidang pendidikan inklusif – ini akan berujung pada pendirian sekolah inklusif. 2) Pelibatan masyarakat untuk mendukung pembelajaran inklusif dengan mendirikan Pusat Pembelajaran Inklusif atau Inclusive Learning Center (ILC). 3) ‘Koalisi untuk Perubahan’ yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat, sekolah) untuk mengadvokasi perencanaan dan penganggaran di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sumba Timur dengan menggunakan pendekatan inklusif. Tiga kegiatan tersebut menggunakan pendekatan penelusuran ganda untuk memastikan agar seluruh pemangku kepentingan saling mendukung dan bersama-sama dalam meningkatkan literasi dan numerasi melalui pendidikan inklusif.

Kolaborasi ini berupaya membangun kesadaran tentang pendidikan inklusi ini di 9 SD dan 5 desa di kecamatan Rindi, kabupaten Sumba Timur. Berbasis kesadaran itulah, kolaborasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi Anak yang Berkebutuhan Khusus (ABK) baik yang sekarang sudah bersekolah maupun yang belum. Hasil positif dari program ini beserta catatan pengalaman dan tantangan lain tertuang dalam buku kecil ini.

——–

Circle of Imagine Society (CIS) Timor adalah perkumpulan relawan yang bekerja untuk mewujudkan pendidikan inklusif di Provinsi NTT. Misi CIS Timor secara umum adalah untuk menjadi inspirasi untuk perubahan dengan mewujudkan NTT yang setara, damai, tahan bencana, sehat, dan sejahtera. CIS Timor meyakini bahwa dibutuhkan pendekatan yang inklusif untuk mencapai NTT yang setara dan sejahtera, agar tidak ada seorang pun yang tertinggal.

Ide-Ide Pembelajaran Numerasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) telah mengimplementasikan program rintisan numerasi di SD/MI di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2018. Program rintisan ini diimplementasikan dengan pertimbangan numerasi masih menjadi pelajaran yang menakutkan untuk siswa di Sidoarjo. Mereka menganggap numerasi identik dengan hafalan dan angka-angka yang sulit untuk dipahami siswa.

Selama kurang lebih satu tahun sejak program rintisan ini dikembangkan di 21 SD dan 10 MI, dampak yang terlihat ternyata luar biasa. Yang paling terlihat adalah para guru yang mulai menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa jadi senang belajar numerasi. Bahkan, siswa betah berlama-lama di kelas sambil bermain dengan media pembelajaran numerasi yang dibuat oleh guru.

Buku ini merupakan kumpulan praktik-praktik pembuatan media pembelajaran yang dibuat oleh fasilitator daerah INOVASI di Kabupaten Sidoarjo. Fasilitator daerah merupakan pendidik-pendidik terbaik dari unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas yang dipilih untuk membantu INOVASI dalam mengimplementasikan program rintisan numerasi di Kecamatan Candi dan Tanggulangin, Sidoarjo.

Buku kecil ini dibuat dengan harapan dapat memberikan inspirasi kepada seluruh guru agar mulai mengubah cara mengajarnya, terutama saat mengajarkan numerasi kepada siswa. Semoga dengan adanya buku ini memberikan pencerahan kepada guru bahwa numerasi dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan untuk siswa – dan numerasi, tidak lagi menjadi materi pelajaran yang menyeramkan.