Audiensi Gubernur Jawa Timur dengan Program Kemitraan Pendidikan INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia)

Berbagi hasil temuan praktik-praktik inovasi pendidikan terkait literasi-numerasi di Jawa Timur

Surabaya, 27 Februari 2018 –  Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, hari ini menerima audiensi perwakilan dari program kemitraan Indonesia-Australia untuk bidang peningkatan mutu pendidikan, yaitu INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman. Bertempat di Ruang Kerja Gedung Negara Grahadi Surabaya, hadir menemui Gubernur Jawa Timur adalah perwakilan tim INOVASI yang dipimpin oleh Mark Heyward, selaku Program Director INOVASI, Fasli Jalal selaku penasihat program INOVASI yang juga merupakan mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, dan juga perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Benny Widaryanto. Michelle Lowe, Konselor Bidang Pembangunan Manusia, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Kedutaan Besar Australia Jakarta dan juga Chris Barnes, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Salah satu kebutuhan pemerintah daerah di Jawa Timur ialah berbagi hasil temuan dan pembelajaran dalam melakukan inovasi, termasuk dalam sektor pendidikan. Di Jawa Timur, INOVASI telah melakukan studi pemetaan (stocktake) praktik-praktik inovasi pendidikan di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur yang dilakukan berdasarkan diskusi INOVASI dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Hal ini merupakan bentuk upaya INOVASI dalam membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendokumentasikan inovasi dan praktik-praktik baik pendidikan dasar, selain itu juga untuk memahami dalam konteks apa inovasi tersebut berhasil dan berkelanjutan. Hasil pemetaan tentunya diharapkan dapat menjadi bahan acuan atau alternatif bagi pemerintah kabupaten di Jawa Timur untuk meningkatkan hasil belajar siswa di daerahnya.

Ruang lingkup dari studi pemetaan ini meliputi inovasi dan praktik yang menjanjikan yang dilakukan di jenjang pendidikan dasar – baik itu yang dilakukan program yang didukung oleh pemerintah daerah, donor, LSM, masyarakat, atau langsung oleh individu (guru, kepala sekolah, supervisor, orang tua). Inovasi atau praktik yang dilakukan pun memiliki tujuan meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi siswa, kualitas pengajaran di kelas, bentuk dukungan bagi guru, serta memungkinkan pembelajaran bagi semua anak tanpa terkecuali.

Pada audiensi hari ini, INOVASI memaparkan kepada Gubernur Jawa Timur tentang hasil studi pemetaan tersebut yang telah menemukan 165 praktik-praktik inovasi pendidikan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur melalui proses pemetaan literatur dan lapangan yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2017 lalu. Total 25 praktik inovasi pendidikan telah dipilih dan disetujui oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk diteliti lebih lanjut, dimana enam di antaranya tahun lalu telah diselidiki secara mendalam dan didokumentasikan oleh INOVASI. Hasil temuan INOVASI terkait enam praktik tersebut menyebutkan bahwa kunci keberlanjutan dari praktik inovasi pendidikan tersebut termasuk: kuatnya kepemimpinan kepala SD dan pengawas maupun bentuk dukungan dari komite sekolah, orangtua, dinas kepada guru, serta kuatnya kolaborasi antara kepala sekolah dan guru.

Saat ini, penelitian secara mendalam untuk 19 praktik inovasi pendidikan lainnya termasuk pendokumentasiannya tengah berlangsung di Jawa Timur, dipimpin oleh tim INOVASI bersama sejumlah peneliti lokal, dengan dukungan tim videografi.

INOVASI membahas hasil pra-rintisan 2017 dan rencana 2018 di NTB

Februari 2018 – INOVASI dan para pemangku kepentingan di NTB telah saling belajar dan bekerjasama sebagai upaya mengembangkan inovasi dan solusi lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan di NTB. Paruh kedua tahun 2017 merupakan periode kunci bagi INOVASI, di mana lima program rintisan (pilot) telah dirancang untuk enam kabupaten mitra INOVASI di NTB. Hasil temuan dan pembelajaran yang diperoleh pun perlu untuk diketahui oleh para pemangku kepentingan INOVASI di tingkat kabupaten dan provinsi.

Pada tanggal 13-14 Februari 2018, para pemangku kepentingan utama INOVASI di tingkat kabupaten dan provinsi berkumpul untuk memperoleh info  tentang hasil temuan dan pelajaran yang dipetik dari tahap pra-rintisan. Pra-rintisan adalah program yang dilakukan dalam skala kecil (misal satu kelas, satu sekolah, skala gugus/kecamatan), yang dilakukan selama sekitar 3 bulan. Ade-ide dan solusi-solusi lokal telat diuji coba sebelum perencanaan dan implementasi program rintisan.

Acara tersebut dibuka oleh Sekda Provinsi NTB, H. Rosyadi H. Sayuti; perwakilan Pemerintah Australia, Benita Chudleigh; dan Program Director INOVASI, Mark Heyward. Beberapa pemangku kepentingan pun turut hadir yaitu Ketua PGRI Provinsi NTB, Dekan FKIP, Kepala LPMP NTB Minhajul Abidin, perwakilan BAPPEDA dan anggota DPRD Provinsi NTB.

“Dengan adanya program INOVASI ini, kita bisa menjawab tantangan yang tadi dijelaskan di awal–peningkatan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak kita yang tentunya dapat membantu meningkatkan kompetensi dasar mereka. Hal ini juga sejalan dengan Perda tentang pendidikan kita: Pasal yang berkaitan dengan literasi – Kewajiban membaca 15 menit sebelum mulai pelajaran di kelas,” kata Sekda Provinsi NTB, H. Rosyadi H. Sayuti. “Membangun kebiasaan membaca, untuk menjadi budaya baru bagi anak-anak kita, di samping kemampuan-kemampuan lain yang dibutuhkan anak. Ini tugas kita semua, Bapak dan Ibu sekalian. Kami, Pemkab Pemkot, akan berupaya mempelajari INOVASI agar nanti ke depannya bisa menjadi program pemerintah NTB,” ia menambahkan.

Pada kesempatan tersebut, berbagai tema dari program-program rintisan pun dibahas sebagai upaya menjawab tantangan pembelajaran yang telah diidentifikasi INOVASI bersama pemangku kepentingan di tiap-tiap kabupaten. Di Kabupaten Bima misalnya, fokus dari program rintisan yang akan dilaksanakan di sana adalah transisi penggunaan bahasa ibu ke bahasa Indonesia sebagai Bahasa pengantar penyampaian materi pelajaran di kelas. Di Dompu, fokusnya adalah pelibatan masyarakat dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Di Lombok Tengah, INOVASI memfokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak-anak dengan hambatan belajar atau berkebutuhan khusus (ABK). Di Lombok Utara dan Sumbawa Barat, program rintisan yang akan dilaksanakan akan berfokus pada penguatan kemampuan literasi dasar. Sementara di Sumbawa, fokusnya adalah pada penguatan numerasi dasar.

Semua program rintisan akan mulai diimplementasikan pada Februari 2018, dan akan berlangsung sampai Juli 2018.

Inilah para pemenang Lomba Inovasi Pembelajaran: Literasi dan Numerasi

October 2017  – Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan INOVASI beberapa waktu lalu telah menyelenggarakan Lomba Inovasi Pembelajaran 2017 bidang literasi dan numerasi untuk seluruh guru di NTB. Lomba ini diluncurkan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat acara Temu Inovasi: Inspirasi dari Guru yang digelar pada 25 April lalu di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Berlangsung selama kurang lebih 2.5 bulan, lomba yang sejalan dengan Lomba Inovasi Pembelajaran (INOBEL) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini mengundang ide-ide inovatif guru-guru SD di NTB dalam memecahkan permasalahan pembelajaran dalam hal membaca (literasi) dan berhitung (numerasi) di kelas. Mengingat, kedua kemampuan ini memiliki manfaat besar bagi masa depan anak-anak, utamanya untuk memenangkan persaingan di masa mendatang.

Hal tersebut selaras dengan paparan TGB dalam sambutannya di acara Temu Inovasi: Inspirasi dari Guru beberapa waktu lalu, “Program INOVASI ini sudah tepat memilih dan menitikberatkan serta mengarahkan inovasi pada dua hal, yaitu literasi dan numerasi, karena kedua hal itu sangat menentukan masa depan anak-anak kita yang kelak akan menjadi pelaku-pelaku aktif utama di dalam membangun daerah dan bangsa.”

Sejak 8 Juni 2016, NTB telah menjadi provinsi mitra pertama INOVASI. Sebagai program yang didanai oleh Pemerintah Australia dalam kemitraannya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, INOVASI merupakan program pendidikan yang bertujuan untuk memahami dan menghadapi tantangan pembelajaran di kelas – terutama yang terkait dengan literasi dan numerasi—di jenjang pendidikan dasar. Dalam perjalanannya, program ini telah diimplementasikan di 6 kabupaten di NTB, meliputi Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima, serta Kabupaten Dompu.

Hingga masa penutupannya pada pertengahan Juli lalu, tim INOVASI telah menerima lebih dari 60 ide-ide inovatif yang menarik, baik berupa video pendek maupun paparan singkat disertai foto-foto perubahan yang dilakukan, mulai dari ide pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami pecahan maupun perkalian dasar hingga penggunaan kartu pelangi untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan membacanya.

Melalui serangkaian proses seleksi yang panjang, tim INOVASI akhirnya berhasil memilih 6 karya yang tidak hanya solutif dalam menjawab permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran di kelas masing-masing, namun juga telah terbukti mampu meningkatkan pembelajaran siswa, utamanya dalam kemampuan literasi dan numerasi. Pertimbangan lainnya, karya-karya yang terpilih juga dinilai efektif secara biaya serta berpotensi untuk ditingkatkan maupun digunakan oleh guru lain.

Keenam pemenang tersebut adalah Hj. Rohimah, M.Pd dari SDN 2 Pancor Lombok Timur, Murdani, S.Pd dari SDN 1 Gerung Utara Lombok Barat, serta Husni dari SDN Sondosia Bima untuk kategori literasi. Sementara, di kategori numerasi ada Aminudin, S.Pd SD dari SDN 01 Kempo Dompu, Heri Febriansyah dari SD Sapuraga Sumbawa Barat, serta Dewi Kurniati, S.Pd dari SD Kalimati Sumbawa Barat. Rencananya, seluruh pemenang akan menerima hadiah yang akan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur NTB saat perayaan HUT NTB pada 17 Desemer mendatang di Mataram.

Untuk informasi lebih lanjut tentang apa dan siapa para pemenang lomba ini, simak ulasan profilnya di laman facebook INOVASI dan atau laman INOVASI di Kampung Media: https://www.kampung-media.com/inovasi