Lembar Fakta: INOVASI di Provinsi Kalimantan Utara

INOVASI secara resmi memulai implementasi program di Provinsi Kalimantan Utara pada akhir 2017, dengan ditandatanganinya Kesepakatan Bersama (MOU) pada bulan November 2017. Di Kalimantan Utara, INOVASI bekerja langsung dengan pemerintah kabupaten Bulungan dan juga Malinau. Ketahui lebih lanjut tentang Program INOVASI di provinsi ini.

Ide-ide Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Sumba Barat Daya

Program INOVASI di Kabupaten Sumba Barat Daya baru dimulai pada awal tahun 2018 setelah adanya penandatanganan MoU antara Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Gubernur NTT yang juga dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Gubernur NTT dan Bupati Sumba Barat Daya. Program rintisan yang disepakati untuk dilaksanakan adalah Guru BAIK (Belajar – Aspiratif – Inklusif – Kontekstual). Banyak hal yang terjadi dalam proses pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan tetap mengedepankan semangat untuk perubahan ke arah yang lebih baik, program rintisan Guru BAIK dapat seluruhnya dilaksanakan. Secara keseluruhan, ada 35 tenaga pengajar yang mengikuti program tersebut. Masing-masing mempunyai ide-ide kreatif yang dapat dipergunakan sebagai sebuah strategi pembelajaran yang mengedepankan keaktifan siswa dalam implementasinya.

Buku kecil atau booklet yang saat ini berada di hadapan Bapak dan Ibu merupakan sedikit pengalaman yang bisa disajikan dari program rintisan Guru BAIK. Sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial, ada satu artikel yang akan menceritakan bagaimana kondisi sebenarnya program rintisan Guru BAIK berjalan. Sebagai intinya, ada lima cerita tentang peserta Guru BAIK. Cerita ini termasuk tempat mengajar, metode kreatif yang ditemukan, hasil saat implementasi, dan informasi-informasi terkait lainnya. Booklet ini juga menyajikan sedikit dokumentasi aktivitas rekan-rekan peserta program rintisan Guru BAIK. Ke depannya, INOVASI berharap ide-ide cerdas yang muncul dari guru-guru di Sumba Barat Daya dapat terus bermunculan dan menjadi strategi-strategi pembelajaran yang dapat pula digunakan oleh siapa pun, dimana pun dan kapan pun. Satu hal pastinya, keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang bagi kreativitas. Keterbatasan fasilitas adalah sebuah tantangan yang harus dijawab dengan prestasi dan
karya nyata. Selamat membaca.

Infografik: Buku Bacaan untuk Siswa Kelas Awal – Kalimantan Utara

Hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016, menunjukkan 46,83% pelajar kelas 4 SD tergolong kurang mampu membaca. AKSI juga menemukan masalah utama dalam meningkatkan nilai rata-rata kemampuan membaca siswa kelas 4 SD di Kalimantan Utara (Kaltara) berada dua poin di bawah nilai rata-rata nasional. Pendalaman hasil AKSI di Kaltara yang dilakukan INOVASI melalui kegiatan RPSA menemukan bahwa salah satu masalah utama meningkatkan keterampilan membaca anak adalah ketiadaan buku bacaan yang menarik. RPSA merekomendasikan perlunya penyediaan buku menarik dan waktu membaca dengan bimbingan guru. Rekomendasi RPSA diperkuat hasil SIPPI yang menemukan 85% siswa kelas awal suka membaca buku. Namun, sebagian besar menyatakan bahwa buku yang dibaca adalah buku pelajaran, dan hanya sebagian kecil membaca buku cerita dan buku lainnya.

Di Kalimantan Utara, implementasi program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) – yang berlangsung di Kabupaten Bulungan dan Malinau, memiliki tiga fokus utama dalam meningkatkan kemampuan literasi di kelas awal. Pertama adalah mengembangkan kompetensi guru; kedua adalah membudayakan membaca; dan ketiga adalah memberikan layanan khusus kepada anak yang lamban belajar.

Studi ketersediaan dan akses terhadap buku bacaan yang relevan bagi siswa kelas awal ini dilakukan berdasarkan temuan RPSA, SIPPI tentang minat baca siswa, dan juga berdasarkan Temuan Awal Program (Baseline).

Berita INOVASI Edisi III – April-Juli 2018

Informasi terkini seputar Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia dalam meningkatkan mutu pendidikan. Bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI berupaya menemukan cara-cara yang terbukti berhasil (dan tidak berhasil) dalam meningkatkan hasil pembelajaran literasi dan numerasi siswa Indonesia di jenjang pendidikan dasar.