Lembar Fakta: Tentang INOVASI 2016-2020 (Fase I)

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia. Bekerja langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), INOVASI berupaya memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi. Program INOVASI diimplementasikan di 17 kabupaten/kota di Indonesia yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara (Kaltara), dan Jawa Timur (Jatim). Ketahui lebih lanjut tentang Program INOVASI di Lembar Fakta ini.

Booklet Kemitraan INOVASI dengan LSM, LPTK dan Ormas

Melalui program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), pemerintah Indonesia dan Australia sejak tahun 2016 telah bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, program ini berupaya menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas awal di berbagai daerah di Indonesia, terutama dalam bidang literasi dan numerasi, serta pendidikan inklusif. Semua demi pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

Sejak tahun 2018, INOVASI memulai kemitraan dengan 21 LSM, LPTK dan organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Inisiatif ini menjadi upaya untuk
mendorong pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya di empat provinsi mitra INOVASI, yaitu provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Inisiatif ini menjadi upaya untuk mendorong pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya di empat provinsi mitra INOVASI, yaitu provinsi
Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Lembar Fakta: INOVASI di Provinsi NTB

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), implementasi program INOVASI dilakukan di enam kabupaten yaitu Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima. Pencanangan program INOVASI di Provinsi NTB dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2016 melalui penandatangan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB, yaitu oleh Gubernur NTB, Dr. TGB Zainul Majdi, dengan Kemendikbud, yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Ir. Totok Suprayitno, Ph.D. Komitmen Pemerintah Provinsi NTB tersebut juga diperkokoh melalui penandatanganan MoU pada tanggal 11 Oktober 2016 dengan masing-masing Pemerintah Kabupaten yang menjadi mitra program INOVASI.

Lembar Fakta: INOVASI di Provinsi NTT

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), implementasi program INOVASI dilakukan di empat kabupaten yaitu Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Pencanangan program INOVASI di Provinsi NTT dilaksanakan pada tanggal 8 November 2017 melalui penandatangan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Provinsi NTT, yaitu oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dengan Kemendikbud, yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Ir. Totok Suprayitno, Ph.D.

Lembar Fakta: INOVASI di Provinsi Kalimantan Utara

INOVASI secara resmi memulai implementasi program di Provinsi Kalimantan Utara pada akhir 2017, dengan ditandatanganinya Kesepakatan Bersama (MOU) pada bulan November 2017. Di Kalimantan Utara, INOVASI bekerja langsung dengan pemerintah kabupaten Bulungan dan juga Malinau. Ketahui lebih lanjut tentang Program INOVASI di provinsi ini.

Lembar Fakta: INOVASI di Provinsi Jawa Timur

Di Provinsi Jawa Timur, implementasi program INOVASI dilakukan di lima kabupaten/kota yaitu Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Batu. Implementasi di Jawa Timur diawali dengan pelaksanaan riset dan studi pemetaan pada akhir tahun 2017 yang dilakukan dalam rangka menemukan inovasi pembelajaran jenjang pendidikan dasar di Jawa Timur. Penelitian tersebut menemukan 165 praktik menjanjikan dalam bidang literasi, numerasi dan inklusi. Praktik-praktik menjanjikan tersebut kemudian dipetakan kembali menjadi 27 praktik paling menjanjikan yang kemudian dipamerkan di acara Temu INOVASI Provinsi Jawa Timur pada tanggal 26 April 2018 yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. Selanjutnya, pada bulan Mei 2018 terpilihlah lima kabupaten/kota mitra program INOVASI.

Lembar Fakta: Kemitraan INOVASI dengan 18 LSM dan Organisasi Pendidikan di Indonesia

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Bekerja langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), program kemitraan ini berupaya untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama dalam hal pembelajaran literasi dan numerasi. Implementasi program dilakukan di empat provinsi mitra, yaitu provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara (Kaltara), dan Jawa Timur (Jatim).

Melalui kemitraan dengan empat provinsi tersebut, INOVASI dan masing-masing pemerintah daerah mendampingi para guru, kepala sekolah, dan pengawas di tingkat gugus melalui penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG). Masing-masing kabupaten/kota melaksanakan program rintisan (pilot) INOVASI yang fokus pada penguatan mutu pendidikan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di masing-masing kabupaten/kota – mencari solusi lokal, untuk permasalahan lokal. Sejak bulan Juli 2018, INOVASI memulai program kemitraan baru dengan 18 LSM dan organisasi pendidikan di Indonesia untuk turut mendukung capaian program, yakni mewujudkan perubahan dalam hal pembelajaran literasi, numerasi, dan pendidikan inklusi.

Lembar Fakta: Pendekatan Khas INOVASI dengan Metode PDIA

INOVASI menggunakan pendekatan bottom-up yang khas dalam mengidentifikasi dan merancang solusi-solusi yang relevan secara konteks guna menjawab tantangan pendidikan di daerah. Menggunakan pendekatan yang mengadopsi metode Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA), INOVASI bekerja bersama mitra-mitranya di daerah mulai dari tahap pengembangan hingga implementasi program-program rintisan.

Lembar Fakta: Program Rintisan Guru BAIK

Sebagai program rintisan INOVASI yang pertama, Guru BAIK diimplementasikan di Provinsi NTB di paruh pertama 2016. Ketahui lebih lanjut tentang pendekatan dan bentuk implementasi dari program rintisan ini.