Muhammadun, Kepala SD Peduli Anak, menyimpan semangat yang kuat untuk mengubah masa depan anak-anak di sekolahnya, sebuah sekolah yang terletak di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebagai kepala sekolah, mengelola sekolah ini bukanlah perkara mudah untuk Muhammadun. Mayoritas murid SD Peduli Anak berasal dari latar belakang keluarga yang sulit, ekonomi rendah, anak jalanan, dan berhadapan dengan berbagai masalah sosial.
Di sebuah desa terpencil di Sumba, Selvita Triyonani, seorang kepala sekolah, menapaki jalan berlumpur untuk mengetuk pintu demi membuka pikiran – memastikan setiap anak, termasuk anak dengan disabilitas, mendapat kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Asis bin Wahid, guru dari wilayah terpencil di kabupaten Malinau, Kaltara, begitu antusias berbagi pengalaman berharga selama menjadi guru di wilayah terpencil. Belum lama ini dia dinobatkan sebagai ‘Guru Inovatif dan Berdedikasi tingkat SD 2024’ oleh Pengurus Besar PGRI. (Foto: Junaedi Uko)
Suasana kunjungan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ir. Totok Suprayitno, Ph.D., ke Sekolah Dasar Negeri 1 Teke, Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 23 April 2019.
Rudianto, head of KLASA Cerbon ( komunitas Literasi Ana Sekolah Andalan) Children school literacy community poses for photograph in SDN 2 Weru Kidul, a primary school in Weru subdistrict, Cirebon, West Java, Indonesia, on September 5, 2024. Photo by Edy Purnomo / Palladium
Suasana diskusi kepala sekolah bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat
Kunjungan Perwakilan Bappenas dan Konsulat Australia Surabaya ke Madrasah Ibtidaiyah Progresif Bumi Shalawat