Kota Tarakan menunjukkan capaian literasi dan numerasi murid yang relatif baik dibandingkan rata-rata provinsi. Hasil Asesmen Nasional menunjukkan bahwa murid di Kota Tarakan menguasai kemampuan dasar dengan cukup baik, meskipun terdapat kesenjangan capaian antara murid perempuan dan laki-laki. Kondisi ini menegaskan bahwa kualitas lingkungan belajar di sekolah masih perlu diperkuat agar semakin aman, nyaman, dan mendukung pemenuhan kebutuhan seluruh murid secara setara.
Risalah kebijakan ini menyoroti faktor-faktor utama yang memengaruhi kualitas lingkungan belajar di Kota Tarakan, yaitu kesetaraan gender, inklusi disabilitas dan sosial, serta respons terhadap perubahan iklim. Sebagai kota transit dan wilayah pesisir, Kota Tarakan memiliki kerentanan sosial dan lingkungan yang khas, yang turut memengaruhi pengalaman belajar murid di sekolah.
Temuan dalam dokumen ini menunjukkan bahwa perundungan dan kekerasan masih terjadi di lingkungan sekolah, dengan mayoritas kasus berupa perundungan antarmurid. Pemahaman murid dan orang tua mengenai definisi dan mekanisme penanganan kekerasan masih terbatas, sehingga banyak kasus tidak dilaporkan secara resmi. Di sisi lain, murid penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan akses terhadap pendidikan yang layak akibat keterbatasan fasilitas, guru dengan kompetensi khusus, serta stigma sosial yang masih kuat di masyarakat.
Terkait perubahan iklim, Kota Tarakan memiliki tingkat risiko bencana sedang, termasuk potensi tsunami, banjir, tanah longsor, dan dampak asap kebakaran hutan. Sekolah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan adaptasi secara mandiri, seperti penghematan energi, pengelolaan sampah, dan integrasi materi perubahan iklim dalam pembelajaran. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya didukung oleh kebijakan yang sistematis dan berjangka panjang.
Sebagai respons, risalah kebijakan ini memuat rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, meliputi penguatan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang responsif dan efektif, pemenuhan akomodasi yang layak bagi murid penyandang disabilitas, penerapan kebijakan dan program mitigasi serta adaptasi perubahan iklim yang lebih berdampak, serta penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
👉 Selengkapnya dapat dibaca pada dokumen Risalah Kebijakan Mewujudkan Lingkungan Belajar Setara, Inklusif, dan Adaptif Perubahan Iklim di Kota Tarakan yang dilampirkan di halaman ini.
Risalah Kebijakan: Mewujudkan Lingkungan Belajar Setara, Inklusif, dan Adaptif Perubahan Iklim di Kota Tarakan (1 download )


