Wakil Bupati Sumba Barat Resmikan Perpustakaan Ramah Anak SD Inpres Poma

“Jangan pernah meminjamkan buku karena tidak akan pernah dikembalikan. Buku-buku di perpustakaan saya semuanya adalah hasil pinjaman,” kata Marthen Christian Taka, Wakil Bupati Sumba Barat, setengah bercanda mengutip kata-kata dari pujangga asal Perancis, Anatole France. Kata-kata bijak tersebut disampaikan dalam sambutannya pada peresmian perpustakaan ramah anak di SD Inpres Poma, Rabu, 11 September 2019.

Perpustakaan ini merupakan perpustakaan ke-113 yang dikembangkan oleh Taman Bacaan Pelangi (TBP) dan merupakan yang kelima dalam kemitraannya dengan INOVASI. Nantinya kemitraan TBP bersama INOVASI akan melahirkan total delapan perpustakaan ramah anak di Sumba, masing-masing dua perpustakaan di setiap kabupaten.

Peresmian perpustakaan berlangsung di pagi hari. Selain Wakil Bupati Sumba Barat, hadir pula sejumlah pemangku kepentingan bidang pendidikan seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, Yohanna Lingu Lango, Manajer Program Taman Bacaan Pelangi, Monica Harahap, Tim INOVASI, komite sekolah, dan sekitar 100 orangtua siswa.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah SD Inpres Poma, Kristina Kondi. Menurut pengakuannya, sebenarnya sekolah ini telah memiliki bangunan untuk perpustakaan. Namun alih-alih digunakan sebagai tempat membaca bagi siswa, bangunan ini justru menjadi tempat penyimpanan barang-barang sekolah. “Ada bukunya tapi semuanya buku pelajaran dan tidak sesuai dengan tingkat kemampuan membaca siswa. Anak-anak tidak tertarik untuk membaca. Jadi, ruangannya kami gunakan untuk menyimpan barang-barang sekolah seperti dispenser dan peralatan lainnya,” ungkap Kristina.

Ia melanjutkan bahwa persepsi sekolah terhadap pengelolaan perpustakaan juga menjadi alasan mengapa bangunan tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal. “Kami pikir perpustakaan adalah tanggung jawab pustakawan semata, jadi kami tidak terlalu memperhatikan buku-buku yang ada. Tapi setelah mendapatkan pelatihan dari TBP, oh ternyata guru juga harus terlibat (dalam pengelolaan perpustakaan),” imbuhnya.

Sebelum peresmian, sekolah dibekali dengan pelatihan selama dua minggu untuk meningkatkan layanan perpustakaan. Seminggu untuk pelatihan manajemen perpustakaan dan seminggu untuk kegiatan membaca.

Selain pelatihan dan bangunan perpustakaan yang telah ditata ulang agar ramah anak, TBP juga mengisi perpustakaan tersebut dengan 1.000 eksemplar buku cerita anak yang menarik dan sesuai dengan kemampuan membaca anak.

Manajer Program TBP, Monica Harahap dalam sambutan berikutnya mengatakan bahwa TBP sangat berkomitmen untuk mendukung pendidikan anak-anak dan berharap agar sekolah benar-benar memanfaatkan perpustakaan tersebut. “Kami berkomitmen mendukung anak-anak meraih mimpinya melalui membaca,” katanya, “Kami berharap agar perpustakaan ini tidak hanya ramai pada saat diresmikan, tapi memberikan manfaat setelah diresmikan.”

Disampaikan Monica, nantinya setiap kelas akan memiliki jam kunjung ke perpustakaan, sekali seminggu. Pada jam kunjungan ini, guru kelas akan mendampingi siswa di perpustakaan. Selain itu, anak-anak boleh meminjam buku di perpustakaan dan dibawa ke rumah agar mereka dapat belajar di rumah dan didampingi oleh orangtua.

Sementara itu, Manajer Program INOVASI di NTT, Hironimus Sugi melalui sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Kania Dewi selaku Education Officer mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru melalui pelatihan yang diberikan oleh TBP adalah aset yang sangat berharga, tidak hanya bagi sekolah tapi juga kecamatan dan kabupaten.

“Pengetahuan dan keterampilan yang kini dimiliki oleh bapak dan ibu guru setelah mendapat pelatihan dari TBP menjadi aset yang sangat berharga bagi sekolah. Pengetahuan dan keterampilan itu pun akan lebih bermanfaat apabila dapat ditularkan kepada rekan-rekan guru di sekolah-sekolah lain karena pengetahuan dan keterampilan Bapak Ibu Guru selain merupakan aset sekolah, juga merupakan aset kecamatan dan kabupaten,” jelasnya.

Menjadi yang terakhir memberikan sambutan, Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Christian Taka mengapresiasi semua pihak yang telah berupaya meningkatkan kualitas sumba daya manusia Sumba Barat Daya.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan,” ucap Wabup Marthen.

Wabup berpesan agar menjadikan perpustakaan yang baru diresmikan tersebut sebagai media pemersatu dan berharap agar setiap anak di Sumba Barat Daya memiliki akses terhadap buku bacaan berkualitas.

“Jadikanlah perpustakaan ini sebagai media pemersatu pikiran, perkataan, dan perbuatan yang membebaskan kita dari belenggu kebodohdan, ketertinggalan, dan keterbelakangan. Mari bersama-sama memastikan setiap anak SBD (Sumba Barat Daya) memiliki akses terhadap buku bacaan yang berkualitas tanpa terkecuali,” kata Wabup Marthen di akhir sambutannya.

Tepat pada pukul 9 pagi, Wabup Marthen, Manajer Program TBP, Education Officer INOVASI beserta seluruh pejabat undangan dan orangtua siswa bergeser ke gedung perpustakaan untuk meresmikan perpustakaan.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wabup Marthen didampingi oleh Monica Harahap, Manajer Program TBP. Usai peresmian, Wabup bersama tamu undangan lainnya meninjau ruangan perpustakaan.

Wakil Bupati Sumba Barat Resmikan Perpustakaan Ramah Anak SD Inpres Poma