Sosialisasi program rintisan Guru BAIK di Sumbawa Barat

Setelah menandatangani kemitraan tingkat provinsi resmi pertamanya dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) di pertengahan 2016, program INOVASI melaksanakan program rintisan pertamanya di Kabupaten Lombok Utara dan Sumbawa di paruh pertama 2017. Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, dan Kontekstual) merupakan pengejawantahan dari namanya: aspiratif, inklusif, dan pembelajaran secara kontekstual. Dengan kata lain, guru-guru yang baik adalah mereka yang mau belajar dan bersedia menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan kontekstual untuk para siswanya.

Saat persiapan pra-rintisan, ditemukan bahwa Provinsi NTB mengalami tantangan besar dalam pendidikan yaitu hasil belajar siswa rendah akibat kurangnya kemampuan literasi siswa. Teridentifikasi pula bahwa guru memiliki keterbatasan dalam kegiatan pembelajaran literasi di kelas awal. Materi pembelajaran yang konvensional, pengelolaan kelas yang minimalis, dan manajemen pembelajaran yang kurang interaktif dan menarik, ternyata tidak mendorong kesadaran literasi siswa.

Untuk mengatasi masalah ini, INOVASI mempersiapkan implementasi program rintisan Guru BAIK di Kabupaten Sumbawa Barat. Sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi, sebanyak 82 orang dari latar belakang pendidikan dan pemerintahan menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Rintisan Guru BAIK di Kabupaten Sumbawa Barat pada tanggal 31 Juli 2018. Program Rintisan Guru BAIK yang diimplementasikan di Sumbawa Barat ini merupakan program rintisan yang didukung dan didanai oleh pemerintah kabupaten guna meningkatkan hasil belajar siswa melalui pengembangan kualitas pembelajaran.

Melalui Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat, program INOVASI memfasilitasi rangkaian pelatihan bagi para guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan untuk menjadi lebih baik.

Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Bupati Sumbawa Barat, membuka kegiatan dan menyampaikan bahwa progres mengajar akan berbanding lurus dengan hasil belajar para siswa. “Karena progres mengajar guru di kelas akan berkorelasi positif dengan hasil belajar siswa, kita harus terus mengembangkan metode pembelajaran. Bangunkan niat belajar siswa melalui inovasi pembelajaran,” ungkap Pak Bupati.

Program rintisan Guru BAIK akan menyasar 50 sekolah mitra. Pelatihan para fasilitator daerah (fasda) terpilih akan dilakukan untuk menyiapkan sumber daya lokal untuk kemudian memfasilitasi para guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan melalui pelatihan lebih lanjut. Inovasi pembelajaran, metode baru, dan pelatihan pengelolaan kelas akan didorong melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Dengan menitikberatkan pada pendekatan ‘solusi lokal bagi permasalahan lokal’ yang disebut Problem Driven Iterative Approach (PDIA), program INOVASI percaya bahwa keterlibatan dan peningkatan kapasitas SDM lokal merupakan cara tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Selain Guru BAIK, INOVASI akan segera menerapkan short course literasi di Sumbawa Barat, yang akan dijalankan dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) dan fokus pada komponen pengajaran dan pembelajaran utama literasi. Ini akan mencakup perkenalan awal literasi, big book, kesadaran fonologis, membaca kata, kelancaran membaca, membaca pemahaman, dan keterampilan menulis. Setelah menyelesaikan short course ini, para guru akan memperoleh sertifikasi profesional.

Sosialisasi program rintisan Guru BAIK di Sumbawa Barat