Sosialisasi dan lokakarya program rintisan pendidikan inklusi di Lombok Tengah

Di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, INOVASI mengimplementasikan program rintisan untuk peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) atau dikenal dengan program rintisan SETARA. Perhatian terhadap ABK memang terus ditingkatkan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, karena pendidikan inklusif bagi ABK memang menjadi prioritas di daerah yang tercatat sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan capaian tertinggi dalam hal pendidikan inklusif. 

Akses untuk pendidikan yang memadai adalah hak dasar setiap warga negara Indonesia. Oleh sebab itu, INOVASI menyelenggarakan sosialisasi program rintisan SETARA pada tanggal 19 Mei di Praya. Senada dengan nama program ini, program rintisan ini diharapkan dapat memberikan akses yang setara bagi seluruh peserta didik di sekolah dasar. Sosialisasi dan lokakarya ini dihadiri oleh 131 peserta yang terdiri dari Dinas Pendidikan Lombok Tengah, LPMP Provinsi, kepala sekolah, pengawas, dan guru dari 19 sekolah sasaran program rintisan SETARA.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum S.Pd., SH., M.Pd berharap bahwa “dengan adanya program rintisan SETARA ini dapat memberikan hak yang sama, hak yang setara kepada seluruh peserta didik dengan kondisi apapun.”

Di dalam pemaparan sosialisasi ini, beliau juga menegaskan bahwa anak dengan kebutuhan khusus tidak pernah berharap untuk dibantu tetapi mereka berharap untuk diberikan akses kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal pendidikan. Seluruh guru yang hadir dalam acara sosialisasi juga dihimbau untuk tidak pantang menyerah untuk membimbing anak didik dengan kebutuhan khusus.

Dalam wawancara terpisah, Bapak Sumum mengharapkan kepada seluruh guru untuk memberikan akses kepada pendidikan yang berkualitas apapun keadaan siswa di dalam ruang kelas.

Selain Dinas Pendidikan Lombok Tengah, hadir juga Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia NTB, Sri Sukarni. Ibu Sri, saat menyampaikan pemaparan tentang “Wanita dengan Disabilitas di NTB” mengungkapkan bahwa akses terhadap pendidikan yang setara juga harus diberikan kepada wanita penyandang disabilitas. Beliau berharap dengan adanya program rintisan SETARA ini dapat memberikan akses pendidikan inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus terutama kepada siswa perempuan.

Apresiasi terhadap peluncuran dan lokakarya ini disampaikan oleh H. Syaiful Islam, Ketua Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Pendidikan Khusus Dikbud Provinsi NTB. Keprihatinan yang mendalam atas sekolah dari daerah lain yang menolak anak berkebutuhan khusus untuk mengenyam pendidikan di sekolah reguler membuatnya sangat menghargai usaha INOVASI dan Dinas Pendidikan Lombok Tengah untuk mengadvokasi hak-hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya untuk anak lamban belajar. Di samping itu, beliau juga mengharapkan setelah program ini akan ada tindak lanjut untuk optimalisasi Forum Pendidikan Inklusi dimana INOVASI dan Disdik Loteng bisa menjadi inisiator di masa yang akan datang.

Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah yang diwakili oleh Muhammad Salim, S.Pd menyampaikan hal yang senada yakni apresiasi terhadap INOVASI dan Disdik Loteng karena telah menghargai keberagaman yang juga sangat dijunjung oleh setiap agama di Indonesia. “Pendidikan yang tidak diskriminatif adalah tujuan bersama, termasuk tujuan Kementerian Agama, sehingga dapat menghasilkan sumber daya yang cerdas dan berakhlak mulia termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.”

Program rintisan SETARA akan bergerak maju dalam mengimplementasikan tujuan program yang telah disosialisasikan dalam kegiatan ini. Sampai bulan Mei 2018, tercatat 38 Fasilitator Daerah (Fasda) dengan fokus kerja masing-masing di bidang komunikasi, program, dan monitoring telah dilatih. Implementasi program rintisan SETARA akan dilaksanakan di tingkat gugus dengan mengoptimalkan peran kepala sekolah dan pengawas di 16 SD dan 3 MI. Materi-materi pendampingan seperti modul Pendidikan Inklusi dan modul dasar pembelajaran aktif akan dihasilkan sejalan dengan pelatihan dan lokakarya dengan target peserta kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Sosialisasi dan lokakarya program rintisan pendidikan inklusi di Lombok Tengah