Siswa Sulit Mengenal Angka, Hesti Ekawati Gunakan Media Es Krim Bingkai 10

SDN Kapas Sari mulai melakukan terobosan solutif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. Para guru di sekolah ini begitu semangat menghias kelas dan membuat media pembelajaran. Seperti yang di lakukan guru kelas 1 Hesti Ekawati, S.Pd SD. Melalui program numerasi 2 INOVASI di Gugus 2 Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Hesti merasakan banyak perubahan dalam mengajar. Meski baru pertama kali mengajar di kelas satu, namun semangatnya patut dicontoh.

Dengan kardus bekas, stik es krim dan kertas warna, Hesti berhasil menyulap beragam bentuk media pembelajaran. Kelasnya berubah menjadi aneka spektrum warna permainan hingga siswa semakin betah belajar di kelas. Hesti juga menghasilkan media pembelajaran lainnya seperti kipas warna, kue lapis, es krim segitiga, boneka cantik dari tusuk sate, pensil dan pulpen bunga yang dilapisi kertas warna-warni dari bahan utama tusuk sate, bunga terbuat dari tutup botol warna-warni. Media-media tersebut membawa kesan menyenangkan bagi siswa saat proses belajar mengajar.

“Saya sengaja membuat media yang bentuk dan polanya beragam, agar anak-anak tidak merasa bosan. Selain bisa mengenal angka lebih cepat, para siswa saya juga bisa mengenal warna dan pola tumbuh sehingga media ini memiliki beragam fungsi,” kata Hesti.

Disebutkan, es krim penjumlahan ide awalnya dilakukan agar anak kelas 1 paham dengan angka. Hal itu karena belum semua murid kelas paham dan hafal angka 1-10. Sebelumnya, Hesti berusaha menerangkan di papan tulis tanpa menggunakan media, ternyata para siswa kelas satu sulit memahami materi. Dengan media es krim penjumlahan, para siswa bisa belajar mengenal angka sambil bermain.

Membuat media es krim penjumlahan cukup mudah, yakni menggunakan barang bekas yang sudah tidak dipakai seperti kardus bekas, kertas warna, lem dan bingkai 10. Bingkai 10 adalah media belajar numerasi terdiri dari kertas bekas berbingkai berjumlah 10. Di dalam bingkai ada gambar bunga dan ada pula bingkai kosong tanpa gambar bunga. Bingkai 10 dapat digunakan siswa, baik secara individual maupun berpasangan/berkelompok untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam kepekaan bilangan, eksplorasi bilangan, nilai tempat, penjumlahan, dan pengurangan.

Cara membuat media ini pertama-tama bentuk pola kardus persegi. Kemudian di atas pola kardus ditempelkan kertas warna. Penggunaan kertas warna agar menarik minat anak-anak untuk belajar. Setelah itu pasangkan stik es krim dengan cara menusukannya seperti sate dengan kertas berwarna. Selanjutnya agar media tahan lama maka dilapisi lagi kertas warna dengan isolasi bening.

Berikut langkah-langkah penggunaan media es krim penjumlahan bingkai 10. Siswa dibagi kedalam 5 kelompok. Bagikan kertas stik es krim bertuliskan angka 1-10. Siswa diminta melihat gambar bingkai 10 dan guru menjelaskan cara permainan menggunakan bingkai 10. Kemudian tanyakan kepada siswa gambar apakah ini? Kemudian mereka menjawab bunga, Hesti bertanya berapa angka yang dibutuhkan agar jumlah bunga dibingkai berjumlah 10. Hesti kemudian memberikan pertanyaan dan anak-anak bisa menjawab dengan cara mengangkat stik es krimnya.

Misalnya, pada gambar bingkai 10 terdapat bunga yang jumlahnya ada 5, berapa angka yang dibutuhkan agar jumlah bunga dibingkai menjadi 10? Maka anak-anak akan mengangkat angka 5. Agar anak-anak bisa semuanya paham dengan materi, maka mereka diminta menjawab soal secara bergantian dan bergiliran.

Selain itu, Hesti juga memberikan soal cerita kepada anak muridnya seperti:

Arya mempunyai 4 telur ayam, kemudian ibunya Arya memberikan lagi 2 tambahan telur kepada Arya. Ada berapa telur ayam yang dimiliki Arya sekarang?

4+2= . . .

Ternyata, anak murid Hesti spontan bisa menjawab dengan mengangkat stik es krim dengan angka 6. Artinya 4+2= 6.

Apa yang berhasil dilakukan Hesti tidak lepas dari peran kepala sekolah yang sangat mendukung para guru untuk berkreasi.

“Tanpa bantuan dan dukungan dari kepala sekolah, kami para guru tidak mungkin bisa seperti ini,” ungkapnya.

Program numerasi 2 INOVASI di Sumbawa bukan hanya menekankan pada penghitungan dan mendapatkan jawaban, tetapi juga memberikan pengetahuan dan pengalaman mengajar matematika yang menyenangkan kepada guru sehingga ke depan diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa.

 

Siswa Sulit Mengenal Angka, Hesti Ekawati Gunakan Media Es Krim Bingkai 10