Program Pengembangan Literasi membantu pembelajaran siswa di madrasah

Oleh: Siti Cholifah, Guru di MI Sirojul Huda

Pada bulan September 2018, INOVASI memulai 27 program rintisan dalam kemitraan dengan 18 organisasi mitra. Pada Maret 2019, 7 program rintisan dalam kemitraan dengan Ma’arif NU dan Muhammadiyah juga dimulai. Kemitraan ini adalah bagian penting dari pendekatan INOVASI untuk memperluas dan memperkuat keterlibatan dengan sektor pendidikan non-pemerintah Indonesia. Salah satu organisasi mitra ini adalah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa di Pasuruan, sebuah kabupaten mitra INOVASI di Jawa Timur. Progam ini bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan budaya literasi di sekolah. Program ini akan menggunakan pendekatan ABCD-Asset Based Community Development (Pengembangan Komunitas Berbasis Aset) yang merupakan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan kemandirian dan komitmen sekolah untuk mengembangkan program literasi melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam cerita ini, Siti Cholifah, Guru di MI Sirojul Huda, akan bercerita lebih banyak tentang program ini.

Salah satu murid kami di kelas 1, Fizi, sering terlihat murung, berdiam diri, dan tak mau bergaul dengan teman yang lain, terutama ketika kegiatan membaca dan dikte. Bahkan ia sampai menangis tersedu-sedu karena belum bisa membaca.

Sampai dengan pertengahan semester, Fizi masih belum bisa membaca. Ketika itu, ada berita dari Kepala Madrasah bahwa akan ada kegiatan pendampingan literasi dari INOVASI dan UINSA, yang pertama kali datang ke madrasah pada bulan Oktober 2018. Melalui pendampingan ini, kami para guru-guru kelas awal mendapat bimbingan dan arahan tentang proses kegiatan literasi yang akan kami sampaikan pada anak didik kami.

Sungguh ilmu yang luar biasa yang tidak pernah kami sebelumnya. Bagi kami, pendampingan ini sangat bermanfaat sekali dalam membantu kami menyelesaikan masalah belajar anak didik kami yang masih belum mampu dalam kegiatan baca dan tulis.

Melalui kegiatan “Aku Suka Membaca” pada hari Selasa dan Kamis, “Aku Pandai Bercerita” pada hari Rabu, dan “Buku Harianku” di hari Sabtu, anak-anak semakin antusias membaca dan menulis. Ketiga kegiatan literasi itu kami lakukan sebagai pembuka sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain ketiga kegiatan tersebut, kami juga memberikan bekal buku kontrol baca anak di rumah yang harus diisi dengan kegiatan membaca di rumah bersama orang tua. Program yang kami rencanakan itu ternyata mendapat tanggapan yang positif dari wali murid sehingga orang tua pun tak merasa keberatan untuk membelikan buku bacaan bagi putra-putri mereka di rumah sebagai bahan bacaan keseharian.

Itu menambah minat anak untuk lebih semangat dalam membaca. Di kelas, kami juga membagi peserta didik menjadi tiga kelompok baca; kelompok mahir, kelompok sedang, dan kelompok berkembang. Kelompok berkembang adalah kelompok yang akan kami dampingi secara intensif.

Pada mulanya, Fizi berada di kelompok membaca berkembang. Dengan program-program pembiasaan literasi di madrasah kami, Fizi tak lagi murung dan bersemangat ketika kegiatan membaca. Bahkan dia naik satu level ke kelompok pembaca sedang. Banyak sekali perubahan yang terjadi. Kini dia mulai bisa tanggap ketika saya menerangkan atau menjelaskan, dan mulai paham dengan pertanyaan yang diberikan. Melalui kegiatan show and tell, terkadang ia menanyakan beberapa kosakata yang dia tidak tahu. Di sela-sela waktu istirahat, kini dia yang sangat rajin mengajak beberapa temannya untuk membaca buku di pojok baca kelas. Hal ini bisa memberikan motivasi dan semangat bagi teman-teman yang lain, terutama yang dulu setingkat dengannya.

Fizi adalah anak yang memiliki perubahan yang besar dengan adanya kegiatan literasi di madrasah ini. Kini dia masuk dalam peringkat 10 besar di kelasnya. Literasi untuk anak negeri, literasi membawa perubahan untuk anak negeri menjadi lebih berprestasi.

Program Pengembangan Literasi membantu pembelajaran siswa di madrasah