Pengalaman INOVASI dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Kelas Awal: FGD dengan Pemangku Kepentingan di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung (KTT) di Provinsi Kalimantan Utara, mengundang INOVASI untuk berbagi pengalaman meningkatkan keterampilan membaca siswa di tingkat SD. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini berlangsung di kantor Disdikbud Kabupaten Tana Tidung, Tidung Pale pada Kamis (5/12). Sekitar 100 peserta dari unsur pejabat Disdikbud, kepala sekolah, pengawas dan guru terlibat dalam FGD ini.

Kepala Disdikbud Kabupaten Tana Tidung, Jafar Sidik, mengatakan bahwa keterampilan membaca merupakan kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hanya dengan bisa membaca, hasil belajar anak bisa ditingkatkan. Guna meningkatkan keterampilan membaca dari tingkat SD, perlu dirancang sebuah perencanaan yang baik dan terukur.

Walau Kabupaten Tana Tidung bukan daerah mitra program INOVASI, tapi Kepala Disdikbud Kabupaten Tana Tidung mengatakan bahwa mereka tertarik untuk belajar dari pengalaman INOVASI dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas awal. Ia pun berharap pengalaman dan praktik baik program yang sudah berhasil diujicobakan di Kabupaten Bulungan dan Malinau, bisa juga diimplementasikan di Kabupaten Tana Tidung.

Manajer Provinsi INOVASI Kalimantan Utara, Handoko Widagdo, mengatakan bahwa kombinasi tiga strategi yang diujicobakan di Kabupaten Bulungan dan Malinau berhasil meningkatkan kemampuan membaca anak. Ketiga strategi tersebut meliputi pelatihan guru, peningkatan budaya baca, dan layanan khusus untuk siswa yang lamban belajar (slow learner). Kombinasi tiga strategi ini efektif, efisien dan berbiaya murah.

Lebih lanjut Manajer Provinsi INOVASI Kalimantan Utara mengatakan, “Guru perlu mengubah cara mengajar. Jika selama ini guru mengajar dengan monoton dan banyak berceramah, maka guru harus mengubahnya menjadi lebih kreatif. Penggunaan media-media belajar sederhana dan metode belajar yang menyenangkan bisa menjadi solusinya. Selain itu penyediaan buku bacaan anak yang sesuai usia dan minat anak, juga menjadi kunci. Ketika anak didorong untuk senang membaca, maka bukunya harus tersedia pula. Karena seiring pertumbuhan minat membaca anak, kebutuhan terhadap buku baru akan terus bertambah.”

“Anak-anak yang slow leaner perlu diidentifikasi dan dilayani secara khusus. Hasil studi akhir (endline) terhadap pelaksanaan program INOVASI di Kalimantan Utara menunjukkan bahwa anak-anak yang lamban belajar kemampuan membacanya akan meningkat tajam jika dilayani secara khusus,” tambahnya.

Kegiatan FGD Literasi Kelas Awal ini juga menghadirkan Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Provinsi Kaltara, Dharmawati, dan Kepala SDN 013 Buluh Perindu, Bulungan, Warsiah, yang hadir untuk berbagi pengalaman ketika melaksanakan program literasi kelas awal.

Di akhir kegiatan FGD, rekomendasi yang dihasilkan adalah agar Kabupaten Tana Tidung menggunakan tiga strategi yang sudah berhasil diujicobakan INOVASI, untuk kemudian diimplementasikan di tanah Upun Taka.

 

Pengalaman INOVASI dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Kelas Awal: FGD dengan Pemangku Kepentingan di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara