Pemkab dan INOVASI menyiapkan keberlanjutan program di Kabupaten Bima

Sejak memulai program di tahun 2016 lalu, sudah ada banyak hal baik yang telah dicapai oleh program INOVASI dalam kerjasamanya dengan Dinas Pendidikan setempat. Suasana pembelajaran yang lebih baik, peningkatan kualitas guru, serta hasil belajar anak yang meningkat adalah beberapa hal di antaranya. Tentunya, semua berharap agar catatan-catatan baik itu tidak berhenti ketika program INOVASI berakhir. Untuk itu, perlu ada sebuah strategi yang komprehensif dan upaya nyata untuk keberlanjutannya.

Pada tanggal 2 Mei lalu, seusai upacara Hari Pendidikan Nasional, rencana keberlanjutan itu dibicarakan dengan serius oleh INOVASI dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam acara ‘Penyusunan Perencanaan Kegiatan Tingkat Kabupaten.’ Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Bupati Kabupaten Bima.

Sebelum dibuka, tim INOVASI mendapat kesempatan untuk memaparkan perkembangan terkini program, serta capaian yang sudah dibuat. Ada banyak perubahan yang terjadi di ruang kelas. Model pengejaran yang lebih variatif serta hadirnya kelas-kelas yang bernuansa literasi di banyak sekolah. Program ini juga sudah meluaskan manfaatnya ke sekolah-sekolah non-mitra. Hingga saat ini, sudah ada 462 sekolah yang terimbas program Guru BAIK baik melalui dana APBD, dan 43 sekolah yang secara mandiri mengikuti program rintisan Pembelajaran Multi Bahasa Berbasis Bahasa Ibu (GEMBIRA). Tak ketinggalan, video testimoni dari para guru penerima manfaat program juga ditampilkan.

Usai pemaparan dari tim INOVASI, acara kemudian dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Drs. H.M Taufik Hak, M.Si, yang juga merupakan pejabat pelaksana Dikbudpora Kabupaten Bima. Saat memberikan sambutan pembuka, Taufik Hak menyoroti kondisi pendidikan di Kabupaten Bima yang memang membutuhkan perhatian lebih.  Ia sangat mengapresiasi kiprah INOVASI selama ini dan berharap semua capaian baik ini bisa tetap dipertahankan atau bahkan diperluas manfaatnya. Secara khusus dia menyatakan harapannya agar 10% dari APBD bisa dianggarkan untuk kegiatan literasi desa.

Sekretaris Bappeda H. Fahrudin, S.Sos, M.Ap, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima berkomitmen untuk melanjutkan apa yang sudah dicapai dengan memaksimalkan fungsi sekolah-sekolah replikasi. Dia juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong alokasi program-program literasi ke dalam RPJMDes di 53 desa yang baru saja melaksanakan pemilihan kepala desa. Alokasi dengan besaran antara 10-15 juta Rupiah itu digunakan untuk menunjang kegiatan literasi desa dengan program yang bervariasi seperti pembangunan perpustakaan desa, pengangkatan Relawan Literasi Desa, pembuatan Perpustakaan Keliling, serta pembangunan komunitas literasi desa setempat. Bappeda juga rencananya akan memasukkan program literasi ke dalam tupoksi Bidang Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Bappeda yang rencananya akan disahkan pada bulan Mei ini.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan diskusi. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka masing-masing akan membahas dan memetakan situasi dan kondisi terkait rencana tindak lanjut program dari tiga perspektif, yaitu kebijakan (authority), kemampuan (ability), dan penerimaan (acceptance). Tiap grup kemudian mengidentifikasi potensi replikasi yang bisa dilakukan mulai dari tingkat para pembuat kebijakan hingga ke para guru di sekolah.

Keberadaan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 11 tentang Gerakan Literasi di Kabupaten Bima yang baru saja disahkan dianggap memiliki posisi strategis dalam melanjutkan program-program INOVASI di kabupaten ini. Kehadiran Perbup Gerakan Literasi ini akan menjadi payung hukum bagi penyusunan kebijakan dan pengalokasian anggaran di semua sektor yang berpihak pada pendidikan khususnya literasi.

Ada banyak hal yang termuat dalam Perbup ini, seperti arah dan kebijakan pembangunan literasi daerah, sosialisasi gerakan, pelatihan dan pendampingan bagi satuan pendidikan, masyarakat dan keluarga serta monitoring dan pembinaan secara berjenjang. Setelah sosialisasi awal pada bulan Maret lalu, Perbup Gerakan Literasi ini rencananya akan di launching secara lebih luas pada perayaan hari jadi Kabupaten Bima tanggal 5 Juli mendatang.

Pertemuan yang berakhir menjelang sore itu merekomendasikan beberapa poin penting. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan mendukung upaya replikasi ini sesuai peran dan fungsinya masing-masing. Dinas Dikpora akan tetap memperluas manfaat dari pelatihan ini di lebih banyak sekolah lagi. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima akan mendorong desa-desa menyediakan alokasi khusus untuk kegiatan literasi. Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berkomitmen untuk mengawal anggaran program-program literasi pada kegiatan Musrenbang hingga ke tingkat nasional.

Pemkab dan INOVASI menyiapkan keberlanjutan program di Kabupaten Bima