Pelatihan Terakhir Program Rintisan GEMBIRA di Kabupaten Bima

Kabupaten Bima merupakan salah satu kabupaten mitra INOVASI di Provinsi NTB. Dengan menggunakan pendekatan ‘solusi lokal bagi permasalahan lokal’, INOVASI meramu program rintisan yang berbeda-beda di setiap kabupaten mitra untuk menjawab masalah, tantangan, dan konteks lokal. Dalam merencanakan dan menjalankan program rintisan, banyak pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang yang dilibatkan secara aktif.

Program INOVASI di Kabupaten Bima baru saja merampungkan keseluruhan rangkaian pelatihan literasi dasar dan program rintisan Pembelajaran Multi Bahasa Berbasis Bahasa Ibu (GEMBIRA) bagi guru-guru kelas awal. Pelatihan terakhir digelar pada 11 Mei 2019 di SDN 2 Maria, Kacamatan Wawo dan diikuti oleh sekitar 35 orang guru peserta.

Meski digelar di tengah suasana berpuasa, para peserta tak surut semangat dan antusiasmenya mengikuti semua pelatihan yang dibawakan oleh Fasilitator Daerah (Fasda) INOVASI. Di pelatihan terakhir itu, para guru mendapat pembekalan tentang bahasa ibu dan kedekatan emosional.

Di Kecamatan Wawo ini sendiri, INOVASI hanya mendampingi dua sekolah, yaitu SDN 2 Maria dan SDN Kawae. Namun dalam perjalanannya, sekolah-sekolah lain yang ada di kecamatan itu turut pula bergabung. Mereka menggunakan dana mandiri mereka untuk mengirimkan guru-gurunya mengikuti pelatihan yang diadakan oleh INOVASI.

Semua bermula di tahun 2018 lalu. Kepala sekolah SDN 2 Maria yang juga Ketua Kelompok Kerja kepala Sekolah (K3S) setempat, Yahya Baharuddin S.Pd, mengkonsultasikan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh INOVASI pada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dikpora Kecamatan Wawo. Dari konsultasi ini kemudian muncul gagasan untuk juga mengikutkan sekolah-sekolah lain yang ada di Kecamatan Wawo. Kepala UPT dan Ketua K3S kemudian langsung bergerak mengkomunikasi hal ini ke sekolah-sekolah lain. Rencana itu kemudian disambut baik oleh 18 sekolah dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) non-mitra INOVASI yang ada di Kecamatan Wawo.

“Pada saat itu, hasil pertemuan kami dengan para sekolah lain menyepakati bahwa mereka akan menyediakan uang transport dan makanan ringan bagi guru-gurunya yang diikutkan di pelatihan INOVASI,” kata Yahya Baharuddin.

Kegiatan pelatihan itu berakhir menjelang siang. Kepala UPT Dikpora, Ismail, S.Pd juga hadir bersama bersama pengawas sekolah untuk menutup seluruh rangkaian kegiatan. Dia berharap agar sekolah dan terutama para guru tidak menyia-nyiakan apa yang sudah diperoleh selama kegiatan pelatihan ini. Bersama-sama dengan INOVASI, UPT Dikpora akan turut melakukan monitoring pada sekolah-sekolah, baik itu yang merupakan mitra INOVASI ataupun sekolah lain yang mendapat imbas dari program ini.

Selain di Kecamatan Wawo, INOVASI juga melakukan pendampingan di empat kecamatan lain di Kabupaten Bima, yaitu di Woha, Belo, Bolo dan Langgudu. Total ada 20 sekolah dasar/MI yang mendapat manfaat langsung. Selama beberapa bulan ini, mereka mendapat pembekalan terkait literasi dasar dan juga jembatan bahasa.

Pelatihan Terakhir Program Rintisan GEMBIRA di Kabupaten Bima