Menlu Australia bertemu guru-guru inovatif di Surabaya

Pada akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop bertemu dengan para guru inovatif di Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka ‘Peringatan 10 Tahun Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia.’ Kegiatan ini berlangsung di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya dan menghadirkan para guru yang pernah terlibat dalam Program BRIDGE dan juga dua guru inovatif yang terlibat dalam program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).

Fithriyah Mulyasari dan Endang Kusniati, dua guru dari SDN Gelam 2 Sidoarjo yang merupakan sekolah mitra program INOVASI, memamerkan media pembelajaran hasil karya mereka dalam bidang Matematika, IPA, IPS, hingga Bahasa Daerah. Salah satunya adalah media pembelajaran matematika yang diberi nama ‘Alhima’. ‘Alhima’ merupakan media yang terbuat dari papan bekas, gelas plastik, dan kelereng untuk mengajarkan penjumlahan pada siswa kelas awal.

Direktur Program INOVASI Mark Heyward yang mendampingi Menlu Australia saat mengunjungi pameran guru menjelaskan, INOVASI khususnya di Jawa Timur mendorong guru untuk menggali potensi praktik baik di pendidikan dasar dan meningkatkan kapasitas guru dalam pembelajaran literasi, numerasi, dan pendidikan inklusi khususnya di kelas awal. Di Jawa Timur, INOVASI bekerja di lima kabupaten/kota yakni Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sumenep, dan Kota Batu.

Joanne Dowling, Direktur Fasilitas program TASS (Technical Assistance for Education Systems Strengthening), juga mendampingi Menlu Asutralia selama pameran. Ia menjelaskan pentingnya investasi Australia dalam pendidikan dasar, dari dulu hingga sekarang. Ini termasuk dukungan yang disediakan oleh TASS di tingkat kebijakan nasional di Indonesia.

Menlu Australia berbicara positif tentang kontribusi Australia terhadap pendidikan di Indonesia. Dalam sambutan resminya, Menlu Australia mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia khususnya dalam pendidikan telah memberikan hasil yang menggembirakan.

“Hubungan kerja sama pendidikan antara pemerintah Australia dan Indonesia bisa dikatakan menunjukkan hasil yang terbaik dan menjadi contoh untuk kerja sama Australia dengan negara-negara lainnya,” jelasnya.

Kerjasama pendidikan antara Australia dengan Indonesia berlangsung bertahun-tahun dengan berbagai program. BRIDGE, INOVASI dan TASS adalah beberapa di antaranya.

Melalui program BRIDGE, Indonesia mengirimkan siswa, guru, dan komunitas sekolah untuk belajar singkat di Australia dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, pemerintah Australia telah membantu lebih dari 1.100 sekolah dan 1.300 madrasah, dan melatih lebih dari 24.000 pendidik melalui beberapa program pendidikan, di antaranya program INOVASI dan TASS (Technical Assistance for Education Systems Strengthening).

Kunjungan Menlu Australia ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Asia Tenggara. Selain berkunjung ke Indonesia, Menlu Australia juga mengunjungi Timor Leste, Malaysia, dan Singapura.

Menlu Australia bertemu guru-guru inovatif di Surabaya