Meningkatkan Mutu Pendidikan Inklusif di Lombok Tengah, NTB

Sejak tahun 2012, Kabupaten Lombok Tengah telah mendeklarasikan diri sebagai ‘Kabupaten Inklusif’, dengan fokus berkelanjutan pada pendidikan inklusif. Lombok Tengah terus berupaya menyediakan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah. INOVASI sejak tahun 2016 telah bermitra dengan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, terutama dalam hal kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan inklusif.

15 Oktober merupakan hari berbahagia bagi masyarakat Lombok Tengah, karena tanggal ini merupakan hari jadi Kabupaten Lombok Tengah – dan tahun ini merupakan perayaan yang ke-74. Di bidang pendidikan, berbagai upaya telah dilakukan dalam hal penyelenggaraan pendidikan inklusif. Sebagai bentuk komitmen pemerintah kabupaten dalam mewujudkan pendidikan untuk semua anak, Kabupaten Lombok Tengah telah mengeluarkan Peraturan Bupati Lombok Tengah Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus. Di tahun 2017, berdasarkan hasil analisa dan diskusi INOVASI dengan pemangku kepentingan kunci terkait pelaksanaan program, pendidikan inklusif menjadi fokus pelaksanaan program INOVASI di kabupaten Lombok Tengah.

Dalam kemitraannya dengan INOVASI, program rintisan Peningkatan Kualitas Pembelajaran untuk Pendidikan Inklusif-Disablitas, atau dikenal dengan nama program SETARA, dilaksanakan sejak awal tahun 2018 sampai pertengahan tahun 2019. Program ini bertujuan melatih guru kelas agar mampu menyusun Profil Belajar Siswa (PBS) dan mampu membantu siswa tersebut dalam proses pembelajaran literasi kelas awal di kelas inklusif.

Diimplementasikan di tiga gugus yaitu Gugus Jonggat, Pujut, dan Batukliang, program ini melibatkan guru-guru, kepala sekolah, pengawas di 19 SD/MI. Implementasi program dilakukan dengan memberdayakan 19 tenaga lokal yang dilatih langsung oleh INOVASI untuk menjadi fasilitator program (Fasda) di tiga gugus tersebut. Pelatihan yang diberikan adalah materi terkait pembelajaran literasi kelas awal dan juga mengenai pendidikan inklusif, sehingga pemahaman guru tidak hanya cara-cara mengajarkan siswa kemampuan terkait membaca dan menulis.

INOVASI juga mendampingi pemangku kepentingan pendidikan di Lombok Tengah dalam rencana pengembangan Peta Jalan Pendidikan Inklusif 2018-2021, dengan fokus pada meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa jejang pendidikan dasar.

Untuk memperluas program dan keberlanjutannya, INOVASI di tahun 2019 juga menjalin kemitraan dengan Universitas Mataram (UNRAM) dalam mengembangkan program yang berfokus pada lima modul pendidikan inklusif INOVASI. Tidak hanya bertujuan membantu guru dalam pengidentifikasian ABK, tetapi juga dalam hal pendataan menggunakan instrumen Profil Belajar Siswa (PBS) yang dikembangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan INOVASI dan program Technical Assistance for Education System Strengthening (TASS). Instrumen PBS ini dikembangkan dengan merujuk pada Washington Group Disability (WGD) dan instrumen identifikasi dan asesmen yang dikembangkan oleh Kemendikbud pada tahun 2017 melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus.

Dalam rangka penguatan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), INOVASI pun mendukung Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyelenggarakan diskusi intensif dalam rangka perumusan masalah dan solusi untuk mengoptimalkan KKG dengan pendekatan solusi konteks lokal atau dikenal dengan sebutan pendekatan PDIA (Problem Driven Iterative Adaptation). Kegiatan ini berlangsung sejak September 2019 dan kini telah memasuki tahap perumusan detil solusi dan kerangka waktu pelaksanaan solusi. Kegiatan pengoptimalan KKG pada tanggal 18 September 2019 dibuka langsung oleh Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili, FT, SH.

Dalam kesempatan ini, Bupati Lombok Tengah menekankan pentingnya komitmen dan sinergis antar berbagai pihak serta mensyukuri terselenggaranya kegiatan ini sehingga tercapai efektivitas KKG dalam rangka meningkatkan kualitas guru.

“Hari ini kita berkomitmen baik dalam kapasitas sebagai pribadi dan anggota masyarakat, maupun kapasitas kita sebagai pemangku amanah masyarakat. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih, terlebih Lombok Tengah termasuk salah satu kabupaten yang dijadikan pilot project atau lokasi penyelenggaraan kegiatan ikhtiar tercapai efektivitas KKG dalam rangka meningkatkan kualitas guru. Saya berharap kepada rekan-rekan harus lebih proaktif,” ujar Bupati Lombok Tengah.

Usulan solusi dalam rangka mengoptimalkan KKG terbagi dalam dua level pelaksanaan, yaitu di level kabupaten dan zonasi. Di level kabupaten, solusi yang ditawarkan adalah pengembangan kebijakan tentang KKG dan produk turunannya seperti Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis). Pengembangan model untuk meningkatkan kesadaran guru tentang pentingnya KKG dan melakukan pengumpulan data tentang kebutuhan guru dan KKG menjadi solusi di level zonasi.

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan inklusif, gerak langkah kemitraan INOVASI dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Lombok Tengah sudah berderap. Tentunya gerak sinergi yang semakin nyata tetap diperlukan termasuk dengan mitra-mitra lainnya dalam rangka menghadirkan pendidikan inklusif yang semakin bermutu di kabupaten ini. Kemitraan ini pun kiranya dapat memberi arti dalam mencerdaskan anak bangsa Kabupaten Lombok Tengah di tengah usianya yang ke-74 di tahun ini. Dengan sumber daya manusia yang cerdas, kabupaten ini dapat menuju visi yaitu “Terwujudnya Masyarakat Lombok Tengah yang Beriman, Sejahtera, dan Bermutu”.

Selamat Ulang Tahun Kabupaten Lombok Tengah!

 

Meningkatkan Mutu Pendidikan Inklusif di Lombok Tengah, NTB