MENGHADIRKAN ‘GURU BAIK’ DI TIAP SEKOLAH

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan INOVASI melaksanakan program Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, Kontekstual) sejak tahun 2016 di beberapa SD sasaran. Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai mereplikasi dan menyebarluaskan program Guru BAIK ke sekolah-sekolah lainnya.  Puluhan guru telah mendapatkan pelatihan dan membawa perubahan ke ruang-ruang kelas mereka. Di tahun 2019 ini, seluruh SD yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat telah menerima manfaat dari program INOVASI. Di tahun depan rencanya program ini akan merambah hingga ke jenjang SMP.

 

Beberapa bulan lalu, model pembelajaran yang partisipatif masih hal asing bagi Ibu Herani, guru kelas 3 di SDN 2 Tepas Kabupaten Sumbawa Barat. Kala itu dia sebagai guru, menjadi fokus dari kegiatan belajar setiap harinya. sementara anak-anak murid lebih banyak diam dan hanya mendengarkan materi pelajaran yang dia berikan. Jarang sekali ada interaksi aktif di dalam kelas antara Herani dan murid-muridnya.

“Pada saat saya bercerita misalnya, mereka itu hanya diam mendengarkan dan menunggu sampai cerita selesai. Setelah itu selesai, kita lanjut ke kegiatan berikutnya”, kenang Herani sambil tersenyum.

Pengalaman itu menjadi berbeda sejak Herani mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas sekitar bulan Juli 2019 lalu bersama rekan-rekan guru dari beberapa sekolah lain. Pelatihan tersebut digelar oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atau Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat. Tajuknya adalah Pelatihan Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, Kontekstual).

Para siswa di SDN 2 Tepas, KSB, tengah bersemangat belajar dengan alat bantu belajar buatan guru kelasnya yang sebelumnya sudah mendapat pelatihan Guru BAIK.

Herani mengikuti pelatihan itu sebanyak dua kali, dan menurut dia, ada banyak hal yang telah dia dapat.

“Saya mendapat banyak pencerahan agar supaya bagaimana membuat siswa menjadi lebih aktif, termasuk dalam hal menyediakan media-media pembelajaran yang menarik. Dan Alhamdulillah semua itu berhasil ketika saya menerapkannya di dalam kelas. Kelas menjadi lebih ramai dan tidak membosankan baik bagi anak maupun bagi saya.”, tutur Herani.

Apa yang dialami oleh Herani juga dirasakan oleh rekannya sesama pengajar, Ibu Astuti, dari SDN 2 Seteluk. Usai mengikuti dua sesi pelatihan Guru BAIK dia mengaku kini memiliki cara pandang baru dalam mengajar. Guru, menurutnya, tidak bisa lagi memposisikan diri sebagai ‘yang paling benar’ di dalam kelas. Para siswa mesti diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.

“sebagai guru, kita mesti mengakui bahwa ada pendapat guru dan adapula pendapat anak, dan kita mesti mendiskusikan itu. Dengan begitu anak-anak akan lebih berani dan aktif di kelas” paparnya.

Upaya untuk membuat suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan partisipatif ini dilakukan dengan banyak cara. Salah satu yang didorong dalam pelatihan Guru BAIK ini adalah dengan menghadirkan alat bantu pembelajaran yang menarik. Ini yang dilakukan oleh Ibu Dian Fitriyanti, rekan pengajar Ibu Astuti di SDN 2 Seteluk yang juga mengikuti pelatihan Guru BAIK ini. Usai pelatihan tersebut Ibu Dian mengembangkan alat bantu yang dia namakan ‘Tepi Lebu’. Alat bantu ini dia gunakan agar siswa lebih cepat mehamami konsep ‘pembagian’.Bahan-bahan yang dia gunakan adalah material daur ulang yang mudah ditemui di sekitar mereka.

“dengan menggunakan alat ini, anak-anak terlihat lebih antusias dan bersemangat dalam belajar. Mereka selalu ingin maju ke depan untuk menggunakannya” cerita Ibu Fitriyanti.

Pelatihan Guru BAIK yang telah diikuti oleh para guru tersebut merupakan replikasi dari program yang dimplementasikan oleh INOVASI.  Education Coordinator INOVASI NTB, Muhtar Ahmad, memaparkan bahwa program ini berupaya mendorong guru untuk menjadi guru yang pembelajar, dan aspiratif terhadap siswa. Selain itu, sambungnya, dalam program Guru BAIK ini para guru nantinya diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang setara pada siswa dengan potensi yang berbeda, serta mampu melakukan kegiatan pembelajaran yang kontekstual.

“Tujuan akhir dari ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak” tutup Muhtar.

Suasana pelatihan Guru BAIK yang dilaksanakan oleh Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat beberapa waktu lalu. Tahun, Depan, Dikpora sudah merencanakan untuk memperluas manfaat program Guru BAIK ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pada awalnya, INOVASI mengimplementasikan Program Guru BAIK ini hanya di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sumbawa dan Lombok Utara pada tahun 2017 silam. Ketika program ini dipresentaikan di beberapa Kabupaten lain di provinsi NTB, mereka tertarik untuk mereplikasi. Kabupaten Sumbawa Barat adalah salah satu diataranya.

Keseriusan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk mereplikasi program Guru BAIK ini tercemin dari begitu besarnya alokasi anggaran yang dikucurkan melalui APBD. Selama tiga tahun terakhir, proses replikasi ini tidak pernah putus. sekolah-sekolah dasar yang ada di Kabupaten itu bergantian mendapat giliran untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Di tahun 2019 ini, replikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah berhasil menjangkau semua sekolah yang ada.

“Tidak ada lagi sekolah dasar di Kabupaten Sumbawa Barat yang belum tersentuh oleh INOVASI, khususnya melalui program Guru BAIK ini” sebut Lutpiah Ruswati, M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat.

Pencapaian hebat ini tidak berhenti di situ. Saat ini Dinas Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat tengah mempersiapkan untuk meningkatkan jangkauan manfaat proram Guru BAIK ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurut Ibu Lutpiah, ini dilakukan setelah pihak Dinas

Dikpora mendapat masukan dan permintaan dari guru-guru SMP yang telah mendengar ataupun melihat manfaat dari program ini di level sekolah dasar. Mereka pun ingin mendapat manfaat dari program Guru BAIK ini. Antusiasme ini kemudian direspon positif oleh pihak Dinas Dikpora.

“Kami sudah mempersiapkan anggaran untuk itu di tahun 2020 mendatang” tegas Ibu Lutpiah.

 

 

 

MENGHADIRKAN ‘GURU BAIK’ DI TIAP SEKOLAH