Memperkuat Dukungan Orangtua Demi Pembelajaran Anak

Memahami konteks lokal dan tantangan pendidikan adalah ciri utama dari program INOVASI. Di Dompu, INOVASI telah bekerja erat dengan masyarakat setempat untuk lebih memahami dan mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan utama. Salah satu masalah tersebut adalah kurangnya peran masyarakat dalam sektor pendidikan, yang berkontribusi pada tingkat keterampilan literasi dan numerasi yang lebih rendah di sekolah dasar di seluruh kabupaten. Dalam konteks ini, program rintisan Literasi dan Pelibatan Masyarakat (BERSAMA) berupaya mengatasi hal ini.

Pendidikan anak itu bukan hanya tanggung jawab para guru yang mengajar mereka di sekolah. Orangtua di rumah juga punya peran yang penting. Apalagi dalam kesehariannya, mayoritas anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama orangtua dibanding di sekolah. Kolaborasi dan kerja sama yang baik antara guru dan orangtua akan sangat berperan pada kesuksesan hasil belajar anak. Ini hanya bisa diwujudkan jika ada komunikasi yang baik antara guru di sekolah dan orangtua di rumah.

Sebelumnya pada tahun 2018, kegiatan pra-rintisan INOVASI berfokus pada perpustakaan masyarakat dan cara-cara untuk melibatkan masyarakat dalam memperkuat pendidikan bagi anak-anak yang sementara waktu tidak bersekolah karena alasan ekonomi, termasuk joki anak-anak dan anak-anak yang menemani orangtua untuk menanam dan memanen pada musim tanam dan musim panen.

Di Desa Tembalae, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, para Relawan Literasi atau Relasi saat ini tengah giat mendorong agar para orangtua siswa bisa lebih aktif dan terlibat dalam pendidikan anaknya. Mereka mengumpulkan sejumlah orangtua siswa untuk dibekali tentang bagaimana mendampingi anak secara tepat saat berada di rumah. Tujuannya agar mereka bisa turut mendukung peningkatan kemampuan belajar anak, khususnya di bidang literasi.

Pada satu sesi pertemuan yang berlangsung tanggal 26 Februari lalu di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raodhatul Jannah, para orangtua siswa mendapatkan pembekalan tentang bagaimana membangun komunikasi dengan guru-guru di tempat anaknya bersekolah. Mereka didorong untuk bisa lebih membuka diri dan berani untuk bertemu para guru, dan saling berbagi informasi tentang perkembangan anak. Dengan begitu, orangtua bisa mengetahui apa saja kesulitan anaknya di sekolah dan mencari solusinya bersama dengan pihak sekolah.

Di Desa Tembalae sendiri saat ini ada 10 Relawan Literasi yang melakukan pembekalan bagi sekitar 60 orangtua siswa. Kepala Desa setempat, Amir Machmud sering hadir pada rapat evaluasi seusai kegiatan dan memberikan banyak masukan kepada tim Relawan Literasi dan INOVASI.

Ibu Dahlia, salah satu orangtua siswa yang sudah mengikuti pertemuan BERSAMA beberapa kali, mengaku mulai mempraktikkan apa yang ia dapatkan dari program rintisan tersebut.

“Sekarang, saya selalu berupaya menyempatkan diri untuk bertanya ke anak saya tentang apa yang dia pelajari di sekolah di hari itu. Biasanya saya mengecek pekerjaan rumahnya atau mendampingi dia belajar mengeja. Meski ini tidak mudah karena dia sering bermain di luar. Jika ada yang kurang jelas, saya akan ke sekolah menemui gurunya,” papar ibu yang anaknya kini duduk di bangku kelas 2 MTs ini.

Selain di Desa Tembalae, program BERSAMA juga dijalankan di dua desa lainnya, Desa Ranggo dan Desa Lepadi. Kesemua desa tersebut berada di Kecamatan Pajo. Total ada 10 Sekolah Dasar di tiga desa tersebut yang menjadi penerima manfaat dari program rintisan BERSAMA.

Memperkuat Dukungan Orangtua Demi Pembelajaran Anak