Kiprah Kepala Sekolah di Pelosok Lombok Utara dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Daerahnya

Di Lombok Utara, NTB, sejak tahun 2016 INOVASI melaksanakan program dengan fokus meningkatkan hasil belajar siswa kelas awal terutama, dalam bidang literasi. Pelaksanaan program dilakukan melibatkan tenaga lokal yang menjadi fasilitator (Fasda). Melalui pelatihan yang diberikan program ini berupaya meningkatkan pemahaman guru tentang isi kurikulum, khususnya tahap awal perkembangan literasi. Program ini juga berusaha meningkatkan kemampuan para guru untuk menggunakan proses-proses penting untuk pengembangan literasi, seperti penilaian formatif, dan menerapkan rangkaian kegiatan dan sumber daya pengajaran yang paling efektif ke dalam konteks kelas mereka. Gempa bumi pada Agustus 2018 lalu turut mempengaruhi beberapa sekolah mitra INOVASI di Lombok Utara, dan pelaksanaan program pun mengalami perubahan dan fokus pada sekolah tanggap darurat. Pada awal 2019, program rintisan ini kembali diimplementasikan di Lombok Utara. Berikut kisah salah satu Fasda di Lombok Utara dan keterlibatannya di Program INOVASI.

Kesederhanaan, keterbatasan dan kesulitan tidak menjadi hambatan dalam memberikan yang terbaik bagi pembelajaran di sekolah, seperti yang dilakukan salah satu fasilitator program INOVASI (Fasda) di Kabupaten Lombok Utara, Saipudin, S.Pd.

Sebagai kepala sekolah di daerah pelosok, tepatnya di SDN 4 Sukadana, Saipudin berusaha memberi yang terbaik bagi kolega dan peserta didik, tidak hanya di sekolah tempatnya bertugas tetapi juga di sekolah bimbingannya. Sebagai Fasda dalam pelaksanaan program INOVASI, Saipudin bertanggung jawab untuk membimbing guru-guru di SDN 3 Sukadana dan MI Miftahussuar NW Loloan, Bayan.

“Sebagai Fasda, di dalam pelatihan saya memberikan pemahanan tentang bagaimana menciptakan kelas yang literat, jadi memfasilitasi rekan-rekan guru agar proses pembelajaran di kelas bisa meningkatkan keterampilan siswa. Hal ini sesuai dengan tujuan program yang sedang dilaksanakan, yaitu program literasi kelas awal,” ucapnya menjelaskan peran yang dilakukannya dalam memfasilitasi pelatihan program.

Fasilitasi yang Membuahkan Hasil

Hasil pendampingan Saipudin dalam pelaksanaan program INOVASI dalam hal peningkatan literasi kelas awal di Lombok Utara terbukti membawa perubahan, seperti yang dialami oleh guru kelas 2 SDN 3 Sukadana, Dian Supiani S.Pd. Setelah mengikuti pelatihan program, tampilan kelas Dian pun berubah. Dari yang tidak ada pajangan karya siswa dan media pembelajaran kini menjadi semarak, ditambah lagi dengan adanya pojok baca. Selain itu, penggunaan media Buku Besar (Big Book) terbukti membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa dalam mengenal huruf dan membaca. Tampilan denah tempat duduk siswa juga berubah, dan kini di lantai kelas ada gambar-gambar yang menampilkan huruf. Selain itu, kini Dian pun mengetahui cara mengevaluasi kemampuan siswa melalui penilaian formatif.

“Setelah saya mengikuti pelatihan dan membuat kelas menjadi lebih literat, saya pun melakukan tes kemampuan membaca siswa. Melalui penilaian yang dilakukan, saya jadi mengetahui mana siswa saya yang belum bisa membaca. Setelah saya melakukan berbagai upaya, misalnya mengajar dengan menggunakan Big Book, siswa pun lebih semangat belajar, Dengan adanya kelas yang literat dan pojok baca, siswa pun lebih senang berada di kelas. Bahkan ketika waktu istirahat, mereka tidak keluar main,” jelasnya.

Dari segi kemampuan membaca siswa, sudah ada peningkatan yang terjadi. Tes yang dilakukan Dian dapat menunjukkan sejauh mana kemampuan membaca siswa, dan terlihat bahwa siswa yang tadinya belum mengenal huruf sekarang sudah bisa.

Di Lombok Utara, program yang dilaksanakan INOVASI fokus pada peningkatan kemampuan literasi siswa kelas awal melalui pelatihan yang diberikan kepada guru, kepala sekolah dan pengawas. Pelatihan dilakukan menggunakan modul Literasi Kelas Awal yang dikembangkan INOVASI, yang terdiri dari tujuh unit – termasuk tentang penggunaan media Big Book, kelas literat dan penilaian formatif.

Kepala Sekolah SDN 3 Sukadana, Yuliani, S.Pd., juga melihat perubahan positif yang terjadi pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah yang dipimpinnya.

“Kami menyaksikan sendiri perubahan pada guru-guru kami. Sebelum mengikuti program INOVASI, guru-guru kami mengajar dengan cara konvensional dan hanya menggunakan metode yang mereka bisa. Setelah mengikuti program, bukan guru-guru saja yang bangkit tetapi siswa-siswa kami di kelas 1-3 juga menjadi termotivasi mengikuti pelajaran. Bahkan siswa-siswa jadi lebih senang berada di kelas karena kelas sekarang lebih menarik, dan ada pojok baca. Ini sangat luar biasa,“ kata Yuliani ketika menjelaskan dampak pelaksanaan program INOVASI.

Kendala tidak Menjadi Hambatan

Dalam mendampingi para guru, Saipudin tidak terlepas dari tantangan dan hambatan. Ada kalanya para guru sulit mengungkapkan permasalahan di kelasnya. Di sinilah Saipudin, yang juga seorang kepala sekolah berprestasi dan mewakili Lombok Utara di tingkat provinsi, dengan tekun membimbing para guru di sekolah dampingannya.

“Beberapa tantangan yang saya temui sejak menjadi Fasda dari awal program hingga sekarang, adalah dalam hal bagaimana saya bisa mengarahkan guru dan menggali informasi dari para guru tentang kendala yang mereka hadapi di kelas. Karena ada saja guru yang menutupi kondisi riil yang dihadapi di sekolahnya. Disini membutuhkan fasilitasi yang baik dan komunikasi yang intens sehingga kendala yang dihadapi guru itu bisa tergali, kemudian memfasilitasi mereka dalam mencari solusi yang relevan,” jelas Saipudin.

Saipudin menambahkan bahwa tantangan lainnya adalah persepsi beberapa guru yang kurang menganggap penting kehadiran program ini, sehingga mereka tidak peduli dan acuh tak acuh. Ketika hal ini terjadi, maka Fasda perlu melakukan pembinaan secara intensif terutama melalui jalur komunikasi telepon maupun Whatsapp.

Sudah banyak yang Saipudin lakukan demi kemajuan pendidikan di Lombok Utara. Kontribusinya tidak hanya sebagai seorang Fasda tetapi juga aktif dalam organisasi kependidikan, seperti Sekretaris PGRI Cabang Bayan (2010-sekarang) dan beberapa kali menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG).

Harapan di Masa Depan

“Ke depan apabila program INOVASI ini sudah berakhir di Lombok Utara, saya berharap pihak sekolah tetap melaksanakan program yang sangat baik ini. Baik itu sekolah dampingan atau sekolah saya sendiri, maupun sekolah lain yang sudah terkena imbas program INOVASI. Bila perlu, mengimbaskannya kepada kelas-kelas yang belum misalnya kelas 4, 5 dan 6. Alangkah bahagianya saya apabila program ini  bisa mengimbas ke sekolah lain yang belum tersentuh dengan program literasi ini, melalui program-program di KKG,“ harap Saipudin.

Harapan ini sudah dimulai dengan langkah berarti ketika pria berkacamata ini tekun mendampingi guru-guru kelas awal SDN 3 Sukadana. Yuliani selaku Kepala Sekolah SDN 3 Sukadana mengapresiasi ketekunan Saipudin yang telah membuahkan dampak positif bagi akselerasi mutu pendidikan di sekolah ini.

“Manfaatnya banyak sekali terutama bagi guru-guru kami kelas 1-3, sangat antusias dalam mengajar. Sebagai kepala sekolah saya berterima kasih kepada guru-guru yang mau berbuat sejauh ini dan mau melaksanakan program ini. Berterima kasih juga kepada Pak Saipudin yang membimbing sekolah kami dalam program literasi ini karena membawa perubahan kepada sekolah dan guru-guru kami,” ucap Yuliani.

Pelaksanaan program INOVASI di Lombok Utara tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan literasi siswa, tetapi juga pendampingan untuk para guru yang terdampak gempa. Dengan mengembangkan program psiko-edukasi, upaya ini membantu para guru untuk dapat menjalankan proses belajar mengajar di tengah kondisi siswa yang terdampak gempa. Program lain yang juga dilaksanakan adalah program Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, dan Kontekstual) yang bertujuan membantu guru untuk dapat menemukenali masalah pembelajaran dan kemudian menemukan solusi yang disesuaikan dengan konteks lokal.

Kiranya mutu pendidikan di kabupaten Lombok Utara semakin meningkat khususnya dalam hal pembelajaran literasi kelas awal, demi menghasilkan sumberdaya manusia dengan bekal fondasi belajar yang kuat, sehingga mampu berprestasi dan berdaya saing.

 

 

Kiprah Kepala Sekolah di Pelosok Lombok Utara dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Daerahnya