Kepala SD yang terus ber-INOVASI dan mendukung para ‘Kartini Modern’ di Sumbawa Barat

Hari Kartini membawa kita mengingat perjuangan RA Kartini yang ternyata sangat berdampak pada kesetaraan laki-laki dan perempuan di jaman ini. Tidak jarang ada kaum laki-laki yang turut berupaya mendukung peran perempuan di berbagai bidang, salah satunya di bidang pendidikan.

Dari barat Pulau Sumbawa, seorang bapak Kepala Sekolah, Mukhsen, S.Pd, membagikan kisah dan dukungannya terhadap pelibatan kaum perempuan di sekolahnya, SDN 4 Taliwang. Beliau adalah salah satu pendukung ‘Kartini modern’ di daerahnya. Mukhsen aktif terlibat dalam program kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan anak Indonesia khususnya dalam bidang literasi dan numerasi, yang disebut INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia). NTB merupakan provinsi mitra pertama dalam pelaksanaan program INOVASI, dengan enam kabupaten mitra; Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima. Mukhsen aktif dalam program rintisan di Kabupaten Sumbawa Barat untuk peningkatan pembelajaran literasi tahap awal atau yang disebut PELITA, sebagai peserta pelatihan. Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa SD di Kabupaten Sumbawa Barat dalam bidang literasi melalui peningkatan kapasitas guru, kepsek, dan pengawas dalam mengembangkan proses pembelajaran di sekolah.

 

Keterlibatan dalam Bidang Pendidikan

Tumbuh dari keluarga wiraswasta tidak membatasi cita-citanya untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia. Berawal dari pengalamannya saat duduk di bangku sekolah dasar, Mukhsen mengaku bahwa seringkali ia dipercayakan menjadi ‘tukang tulis di papan’ baik dalam proses pembelajaran di kelas, maupun dalam kegiatan rapat guru. Dari sanalah muncul kepercayaan diri Mukhsen untuk menjadi seorang guru.

Selesai menjajaki pendidikan di sekolah, profesi guru dijadikannya pilihan hidup. Menjadi guru dianggapnya profesi yang mulia untuk mencerdaskan generasi bangsa. Mukhsen mengutip pernyataan Bupati Pertama Sumbawa Barat waktu itu, “Biarkan habis emas di gunung, kita pindahkan ke otak generasi Sumbawa Barat, agar ke depannya generasi ini menjadi generasi emas,” kutipnya. Tahun 1990 akhirnya Mukhsen memulai perjalanannya sebagai guru.

Konsistensi dan semangatnya sebagai guru mengantarkan Mukhsen menjadi kepala sekolah pada tahun 2011. Berbagai sekolah sudah dibimbingnya dalam hampir delapan tahun belakangan ini; termasuk SDN Kejawat Kecamatan Brang Rea, SDN Tamekan Kecamatan Taliwang, SDN 1 Taliwang, dan kemudian dipindahkan ke SDN 4 Taliwang sejak Agustus 2017 hingga saat ini.

Peran kepala sekolah dideskripsikan Mukhsen sebagai EMASLIM; educator atau pendidik, manager atau penyusun program, organisasi, personalia, sekaligus mengoptimalkan sumber daya, administrator yang juga menjalankan tugas administrasi, supervisor atau pengawas, leader atau pemimpin, dan juga motivator sebagai pembanggit semangat dan mengubur kelemahan anak didik. Suka duka dihadapinya bersama guru, siswa, dan orang tua siswa dengan beragam latar belakang kemampuan dan karakter. Banyak pula pelajaran berharga yang didapatnya dengan selalu berbagi dan terbuka dengan para pengajar, maupun dengan para siswa.

 

“Kartini Modern” di Sekolah

Dalam rangka memperingati Hari Kartini ini, Mukhsen membagikan pandangan dan pengalamannya terkait pentingnya menerapkan kesetaraan gender di sekolah, khususnya dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi kaum wanita sebagai “Kartini Modern”.

“Banyak pendidik di SDN 4 Taliwang adalah kaum wanita, saya memberi kesempatan besar para ibu-ibu untuk mengambil peran di banyak kesempatan. Contohnya menjadikan ibu guru sebagai pembina upacara dan memberikan ruang yang luas bagi para ibu guru menyampaikan pendapat saat diskusi dan rapat,” ungkapnya.

Sering kali Mukhsen mengajak berdiskusi para ibu guru untuk memberi masukan bagi kinerjanya sebagai kepala sekolah, bagaimana memajukan pendidikan di sekolah, maupun membahas kegiatan pembelajaran. Perannya sebagai pemegang keputusan tertinggi di sekolah tak menutup dirinya untuk berbagi dengan para pengajar lain, baik laki maupun perempuan.

Kepercayaan yang diberikannya kepada para “Kartini modern” tidak sia-sia. Seluruh kegiatan dan kompetisi yang dipercayakannya kepada para guru perempuan selalu berjalan lancar.

“Beberapa bulan ini kami berhasil menjadi juara I lomba OSN tingkat kecamatan berkat para kartini modern. Ke depannya kepercayaan tersebut akan saya berikan lebih luas lagi kepada ibu guru terutama dalam era literasi ini, anak-anak kita lebih banyak dibina pembelajaran baca tulisnya oleh para ibu guru,” kata Mukhsen menjelaskan dukungannya bagi para “Kartini modern” di sekolahnya.

 

Harapan bagi Kaum Perempuan Pengajar

Mukhsen percaya bahwa para ibu guru bukan hanya pengajar, tetapi juga menjadi ‘ibu’ para siswa di sekolah, yang paling mengetahui dan bisa memadukan antara mendidik dan mengajar. Mukhsen berharap agar modal kuat ini dapat terus berkembang. Ia pun mendorong ibu-ibu guru untuk rajin memanfaatkan kesempatan pelatihan.

“Walaupun pelatihannya di provinsi atau bahkan di tingkat nasional, saya tetap dukung itu agar mereka dapat turut serta,” jelas Mukhsen.

Tidak hanya itu, Mukhsen menyampaikan bahwa harapannya ibu-ibu bisa memanfaatkan forum-forum kajian yang sudah dibentuknya, agar mereka dapat terus berkembang dan berbagi pengalaman untuk belajar satu sama lain dalam menjalankan peran sebagai guru, tidak hanya sebagai pendidik di sekolah melainkan juga melaksanakan peran dalam masyarakat.

Kepala sekolah yang meraih penghargaan sebagai kepala sekolah berprestasi di Sumbawa Barat ini mengutip hadits nabi tentang betapa pentingnya peran kaum wanita dalam sebuah negara. “Wanita itu tiang negara, apabila wanita baik maka negara akan baik, dan apabila wanita rusak maka negara akan rusak pula,” kutipnya. Mukhsen memegang teguh kutipan tersebut sebagai semangatnya mendorong peran perempuan mulai dari lingkungannya, yaitu SDN 4 Taliwang.

Semoga tidak hanya kaum perempuan yang berjuang berkontribusi dalam memajukan bidang pendidikan tetapi setiap orang dapat memandang pentingnya kesetaraan gender. Semoga semakin maju pemikiran seluruh generasi, layaknya Mukhsen yang terus mendorong pelibatan kaum perempuan di sekolahnya. Selamat Hari Kartini.

Kepala SD yang terus ber-INOVASI dan mendukung para ‘Kartini Modern’ di Sumbawa Barat