Kelas Rangkap, Mengatasi Kekurangan Guru di Kaki Gunung Bromo

Kecamatan Sukapura adalah salah satu wilayah di Kabupaten Probolinggo yang terkenal sebagai destinasi wisata dunia. Di kecamatan inilah maskot wisata Provinsi Jawa Timur, yaitu Gunung Bromo, menjulang indah. Tidak mudah untuk mencapai lokasi kecamatan ini. Letak geografis yang berada di Pegunungan Tengger membuat beberapa tempat di wilayah ini memiliki tingkat kesulitan akses yang cukup menantang. Kondisi inilah yang menyebabkan beberapa sekolah hanya memiliki jumlah siswa kurang dari 55 anak, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.

Data jumlah peserta didik sekolah dasar di Kecamatan Sukapura (2018) mengungkap, bahwa dari 21 sekolah dasar yang tersebar di 4 gugus, terdapat 8 sekolah yang memiliki jumlah peserta didik antara 42 sampai dengan 52 anak.  Hanya 1 gugus yang jumlah siswanya mencapai di atas 55 orang anak per sekolahnya, yaitu Gugus 04 yang terdiri atas SDN Pakel I, SDN Pakel II, SDN Kedasih I, dan SDN Kedasih II yang memiliki jumlah peserta didik antara 80 hingga 111 anak per sekolahnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, INOVASI berkerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo membentuk  Gugus Multigrade atau Gugus Kelas Rangkap bagi sekolah dasar di Kecamatan Sukapura yang jumlah peserta didiknya kurang dari 55 anak per sekolah. Sekolah dengan kelas rangkap ini mempunyai kelas yang muridnya terdiri atas siswa-siswi dengan tingkat kelas, usia, dan kemampuan yang berbeda dalam satu kelas. Kelas yang digabungkan disesuaikan dengan tema yang memang bisa digabungkan. Menurut Suyitno, Pengawas Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, sebelum melaksanakan multigrade/kelas rangkap, guru harus melakukan bedah kurikulum untuk menentukan tema yang bisa digabungkan dalam satu kelas, tetapi dengan beban materi yang berbeda.

Contoh konkretnya adalah sebagai berikut: gugus dengan jumlah peserta didik kurang dari 55 anak per sekolah akan menerapkan kelas rangkap. Caranya, dengan menggabungkan dua kelas atau lebih yang berurutan menjadi satu kelas, misalnya kelas 1 dan kelas 2. Setelah bergabung dalam kelas yang sama, mereka akan mendapat pembelajaran tematik. Meskipun tema yang diberikan sama, misalnya Masyarakat Lokal, namun masing-masing kelompok siswa akan mendapatkan kegiatan yang berbeda. Dengan cara ini, hasil atau sasaran pembelajaran yang didapatkan oleh siswa tetap sesuai dengan tingkatan kompetensinya masing-masing.

Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo menyambut baik program Gugus Multigrade ini. Mereka berharap, program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memaksimalkan potensi setempat, baik potensi guru, siswa, maupun sarana prasarana. “Jika Gugus Multigrade di Kecamatan Sukapura ini berhasil, maka akan dijadikan model pelaksanaan multigrade di seluruh sekolah di Kabupaten Probolinggo yang memiliki jumlah peserta didik kurang dari 50 anak,” demikian disampaikan Fathur Rozi, Kepala Bidang Bina Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

Kelas Rangkap, Mengatasi Kekurangan Guru di Kaki Gunung Bromo