INOVASI turut serta dalam konferensi internasional pendidikan inklusi di Surabaya

Program INOVASI turut serta dalam kegiatan konferensi internasional pendidikan khusus International Conference on Special Education (ICSE) yang digelar di Shangri-La Hotel Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan melibatkan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai penyelenggara ini, menampilkan presentasi dan pameran terkait inovasi di bidang pendidikan khusus di Asia Tenggara.

INOVASI menampilkan implementasi program rintisan pendidikan inklusi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, INOVASI mengimplementasikan program rintisan untuk peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) atau dikenal dengan sebutan program rintisan SETARA. Pada tahun 2012, Kabupaten Lombok Tengah mendeklarasikan diri sebagai ‘Kabupaten Inklusi’, dengan fokus berkelanjutan pada pendidikan inklusif. Pemerintah daerah terus mendukung upaya yang akan membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus di kelas, termasuk cacat dan kesulitan belajar. INOVASI dengan senang hati mendukung Lombok Tengah dengan agenda ini, termasuk melalui program rintisan SETARA, dan dalam pengembangan peta jalan pendidikan inklusif.

Pada bulan September 2018, INOVASI memulai 27 program rintisan dalam kemitraan dengan 18 organisasi mitra. Kemitraan ini adalah bagian penting dari pendekatan INOVASI untuk memperluas dan memperkuat keterlibatan dengan sektor pendidikan inklusif. Salah satu organisasi mitra INOVASI adalah CIS Timor, yang berupaya memperkuat kapasitas sekolah dan pendidikan inklusif di Sumba Timur, sebuah kabupaten mitra INOVASI di provinsi Nusa Tenggara Timur. Bekerja dengan sembilan sekolah di Kecamatan Rindi, program rintisan CIS Timor berfokus pada pelatihan dalam pendidikan inklusif, keterlibatan masyarakat inklusif, dan koalisi untuk perubahan.

INOVASI juga memamerkan buku bacaan hasil kemitraan INOVASI dengan Forum Lingkar Pena (FLP). Buku yang dibuat adalah buku bacaan berjenjang yang dilengkapi dengan bahasa isyarat khusus untuk tuna rungu untuk digunakan di Sumba.

Stan pameran INOVASI banyak dikunjungi oleh peserta yang sebagian besar adalah guru dan pegiat inklusi dari negara-negara Asia Tenggara. Hasni, salah satu peserta dari Malaysia yang merupakan guru inklusi mengungkapkan, buku bacaan berbahasa isyarat untuk tuna rungu hasil karya FLP adalah inovasi yang bagus untuk anak tuna rungu agar meningkatkan minat membaca mereka. “Buku ini bagus sekali dan bisa kami adopsi untuk implementasi pendidikan inklusi di Malaysia,” terang Hasni.

Kegiatan yang berlangsung pada 13-15 Juli 2019 itu ditutup dengan kunjungan ke sekolah-sekolah inklusi di Surabaya oleh seluruh peserta kegiatan.

INOVASI turut serta dalam konferensi internasional pendidikan inklusi di Surabaya