INOVASI dukung pemerintah kabupaten Dompu susun peta jalan pendidikan

Program INOVASI telah mengidentifikasi Kabupaten Dompu sebagai kabupaten dengan tingkat kemampuan literasi dan numerasi siswa yang rendah, dibandingkan dengan kabupaten mitra Program INOVASI lainnya di NTB. Kabupaten Dompu memiliki tenaga pengajar guru dalam jumlah besar, namun sayangnya, penyebaran guru tidak merata. Fenomena ini menjadi alasan mengapa Dompu menjadi kabupaten pertama yang mengembangkan peta jalan (roadmap) pendidikan bidang literasi dan numerasi.

Proses penyusunan peta jalan pendidikan dimulai dengan kegiatan tahap pertama yaitu “Lokakarya Penyusunan Profil Layanan Pendidikan dan Isu Pendidikan Kabupaten Dompu”, yang digelar selama tiga hari, dari tanggal 28 Februari sampai 2 Maret 2018 di Aula Pendopo Bupati Dompu, NTB. Kegiatan dibuka secara resmi pada hari Rabu, 28 Februari 2018 dengan sambutan oleh perwakilan Bupati Dompu, H Sudirman Hamid selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Aparatur Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu. Dalam sambutannya, Hamid mengatakan bahwa penyusunan peta jalan sesuai dengan arah kebijakan dan penanggulangan isu – isu strategis yang berkenaan dengan bidang pendidikan sudah tertuang dalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Dompu tahun 2016-2021.

“Pemerintah sangat serius dalam menangani sektor pendidikan. Fakta bahwa Kabupaten Dompu memiliki persoalan literasi dan numerasi di mana hanya 23 % siswa sekolah dasar yang bisa membaca dan memahami bacaan membuat kita perlu mengambil satu langkah strategis bersama, yaitu dengan menyusun peta jalan pendidikan,” ungkap Hamid dalam sambutannya.

Acara ini turut dihadiri oleh Lanny Anggraini, wakil dari Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud; Ikhwahyudin, Ketua Komisi III DPRD Dompu; Abdul Haris, Kepala Bappeda dan Litbang Dompu; H Ikhtiar, Kadispora Dompu; serta tim penyusun lainnya.

Manajer Program INOVASI untuk Provinsi NTB, Edy Herianto mengatakan bahwa kegiatan penyusunan peta jalan literasi dan numerasi Kabupaten Dompu ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan yang panjang sejak INOVASI hadir di Dompu tahun 2016 dan berupaya mengambil peran penting dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu khususnya dalam bidang literasi dan numerasi.

“Studi yang dilakukan oleh Kemdikbud pada tahun 2017 menunjukan bahwa Kabupaten Dompu masih memiliki skor Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia yang sangat rendah, yaitu berada pada urutan ke 9, atau urutan ke dua terbawah dari 10 kabupaten kota di NTB,” ujar Edy.

Edy menambahkan, berangkat dari fakta tersebut, Bupati Dompu memberikan respon yang sangat positif dengan menyatakan adanya kebutuhan akan peta jalan atau peta jalan pendidikan khusus literasi dan numerasi. INOVASI pun menyambut baik semangat Bupati Dompu dengan mendukung proses penyusunan peta jalan.

“Kami berharap, peta jalan yang diusun oleh tim penyusun dari Kabupaten Dompu dan difasilitasi oleh Program INOVASI ini mampu menjawab persoalan literasi dan numerasi yang dihadapi Kabupaten Dompu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lanny Anggraini turut menyampaikan harapannya agar penguatan literasi dan numerasi dapat dipadukan dengan penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran abad-21 yang tidak terpisahkan dalam kurikulum 2018.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi proses peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Dompu khususnya bidang literasi dan numerasi.

INOVASI dukung pemerintah kabupaten Dompu susun peta jalan pendidikan