INOVASI beri penguatan kepada Kepala Madrasah di Jawa Timur

Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D Senior Strategic Adviser Program INOVASI memberikan penguatan kepada 53 guru madrasah dari jenjang MI, MTs dan MA di Jawa Timur pada 22-23 Juli 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan tajuk Gerakan Ayo Membangun Madrasah. Gerakan ini bertujuan untuk membangun madrasah dengan meningkatkan kompetensi kepala madrasah melalui gerakan literasi di madrasah.

Sebagai narasumber utama, Prof. Fasli menyampaikan temuan data terkait literasi di Indonesia dari berbagai sumber dan dampak rendahnya pemahaman tentang literasi bagi siswa kelas awal. Beliau menjelaskan, bahwa banyaknya hoax yang beredar sekarang ini dikarenakan ketidaktuntasan pengajaran guru kepada siswa terkait literasi di kelas awal.

“Saat ini trendnya, guru hanya mengajarkan calistung pada siswa kelas awal sekadar hanya bisa membaca dan berhitung saja dengan metode hapalan. Tetapi guru tidak menekankan pada pemahaman. Hal ini membentuk karakter anak-anak Indonesia yang kurang pandai mencerna informasi yang didapatkan tanpa memahami dan mengkonfirmasi keabsahan informasi tersebut, dan dengan mudah membagikan informasi tersebut menjadi berita hoax,” terangnya.

Menurut Prof. Fasli, program INOVASI juga memberikan penguatan kepada madrasah-madrasah di Jatim khususnya di 5 kabupaten/kota yakni: Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Batu. Salah satu program rintisan yang dikembangkan di 5 kabupaten/kota tersebut adalah program rintisan literasi.

Beliau mendorong guru-guru madrasah lainnya untuk bangkit dan mulai memperbaiki potensi madrasahnya. “INOVASI sudah mendampingi 90 madrasah di Jatim. Madrasah-madrasah yang sudah mendapatkan pendampingan dari INOVASI bisa digunakan sebagai acuan bagi madrasah lainnya,” terangnya.

Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah menyampaikan bahwa kondisi madrasah di Jawa Timur yang masih perlu ada peningkatan. Melalui Gerakan Ayo Membangun Madrasah, seluruh komponen madrasah dapat dibangun dan ditingkatkan kemampuannya, khususnya peningkatan kompetensi kepala madrasah.

“Untuk itu kami menyambut baik penguatan dari program INOVASI sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas madrasah di Jatim,” ungkap Akhmad.

Sebagai dukungan terhadap program INOVASI, Akhmad telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama di 38 kabupaten/kota agar dapat mereplikasi program INOVASI yang sudah berlangsung di 137 madrasah di Jawa Timur. Akhmad berharap, kabupaten/kota yang belum didampingi oleh INOVASI dapat mengunjungi dan belajar dari 5 kabupaten/kota mitra INOVASI.

INOVASI beri penguatan kepada Kepala Madrasah di Jawa Timur