INOVASI bekerja dengan Lombok Tengah menyusun peta jalan untuk pendidikan yang setara

Pada tahun 2012, Kabupaten Lombok Tengah mendeklarasikan diri sebagai ‘Kabupaten Inklusi’, dengan fokus berkelanjutan pada pendidikan inklusif. Pemerintah daerah terus mendukung upaya yang akan membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus di kelas, termasuk cacat dan kesulitan belajar. INOVASI dengan senang hati mendukung Lombok Tengah dengan agenda ini, termasuk melalui program rintisannya yang berfokus pada Peningkatan Kualitas Pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus, atau biasa disingkat menjadi SETARA, dan dalam pengembangan peta jalan pendidikan inklusif.

Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Pendidikan Inklusi di Lombok Tengah yang bertempat di Ruang Utama Tastura Kantor Bupati Lombok Tengah dilaksanakan pada tanggal 3-5 Juli 2018. Lokakarya ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, L. Pathul Bahri.

“Kita harus memikirkan kelanjutan dunia pendidikan, terutama pendidikan inklusi di Lombok Tengah. Kita harus berpikir untuk memberikan ruang serta hak bagi anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan,” tegas L. Pathul Bahri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Sumum, M.Pd, dalam pembukaan kegiatan menyampaikan pentingnya pelaksanaan kegiatan ini. “Lokakarya yang dilaksanakan kali ini merupakan bagian kecil dari sebuah perjuangan untuk memberikan perhatian yang lebih bagi pendidikan inklusi. Apa yang dilakukan ini nantinya akan memberi manfaat bagi Lombok Tengah, terlebih bagi pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Lokakarya pertama ini membahas mengenai tugas dan fungsi tim penyusun, analisa layanan pendidikan inklusi dan sinergi program pendidikan—khususnya pendidikan inklusi—antara pemerintah nasional dengan pemerintah provinsi. Hasil lokakarya ini kemudian akan ditindaklanjuti pada lokakarya kedua.

Dalam kesempatan ini pula, para peserta memberikan saran, rekomendasi dan saling menceritakan berbagai tantangan yang ada terkait dengan pendidikan inklusi di Lombok Tengah dalam rangka menghasilkan regulasi yang terarah.

“Pemerintah Lombok Tengah pun telah berupaya untuk memberikan perhatian. Pada tahun 2019 nanti kami menganggarkan hingga 85 milyar untuk dunia pendidikan, termasuk untuk pendidikan anak yang berkebutuhan khusus,” jelas L. Pathul.

Pathul berharap agar peserta yang telah diputuskan menjadi tim penyusun dan telah disahkan dengan Surat Keputusan Bupati dapat bekerja sungguh-sungguh. Lokakarya kedua akan kembali mengikutsertakan tim penyusun sebagai tindak lanjut percepatan penyusunan Peta Pendidikan Inklusi di Kabupaten Lombok Tengah.

Tim penyusun terdiri dari pemangku kepentingan di kabupaten ini seperti Komisi 4 DPRD, Dinas Pendidikan, BAPPEDA, Dewan Pendidikan, kepala sekolah, pengawas sekolah, kepala desa, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, serta fasilitator daerah dari program rintisan SETARA.

INOVASI bekerja dengan Lombok Tengah menyusun peta jalan untuk pendidikan yang setara