Inisiasi Kemandirian di Gugus Kecamatan Woja

Di Kabupaten Dompu, satu dari enam Kabupaten mitra INOVASI di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), INOVASI saat ini tengah mengimplementasikan pilot literasi untuk kelas awal.  Pilot yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan mengajar dan pengatahuan tentang bagaimana mengajar literasi kelas awal dan membaca bagi siswa kelas awal ini,  dilaksanakan melalui Kelompok kerja Guru (KKG) pada tingkatan kecamatan dan gugus.

Para Fasilitator Daerah (Fasda) INOVASI di Kabupaten Dompu mengambil inisiatif hebat untuk mereplikasi pilot INOVASI secara mandiri ke sekolah-sekolah yang belum menjadi dampingan. Mereka menggelar serangkaian kegiatan pelatihan yang murah meriah bagi para guru melalui wadah kelompok kerja Guru (KKG). Mereka membuktikan bahwa mereplikasi program INOVASI secara mandiri tidak membutuhkan biaya ataupun sumberdaya yang besar.  Kegiatan pelatihan mandiri ini, tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan para Guru di sana, namun juga telah berkontribusi dalam menghidupkan kembali peran strategis KKG di gugus Woja sebagai wadah peningkatan kompetensi mengajar setelah sempat tidak begitu aktif dalam beberapa waktu. Dalam artikel ini, Fasda INOVASI membagikan pengalamannya dalam mendukung replikasi dari pilot.

Nunung Suryani Guru kelas 3 SDN 29 Woja, di Kabupaten Dompu, terkejut ketika beberapa waktu lalu ada orang tua siswa yang datang menemuinya di sekolah. Orang tua itu datang dengan rasa penasaran usai anaknya menceritakan tentang ruang kelas mereka yang kini menjadi lebih rapih, semarak dan meriah. Itu kemudian membuat sang anak begitu bersemangat untuk datang kesekolah.

“Ibu itu datang bertanya apa yang sudah dipajang kelas, dan saya dengan senang hati mengantarnya melihat-lihat ke dalam” cerita Ibu Suryani.

Berbagai macam pajangan tersebut memang belum lama hadir di kelas Ibu Nunung. Inspirasinya datang dari kegiatan pelatihan yang sepekan sebelumnya dia. Pelatihan tersebut berupa peningkatan kemampuan mengajar, khususnya literasi dasar. Pada pertemuan pertama tersebut, mereka diberi materi tentang bagaimana membangun kelas literat untuk mendorong membantu mengangkat keterampilan literasi siswa. Usai pelatihan, dia langsung mempraktekkan hingga akhirnya membuat ruang kelasnya menjadi berbeda.

Pelatihan peningkatan kapasitas yang diikuti oleh Ibu Suryani ini dilaksanakan oleh Kelompok kerja Guru di Gugus Woja dimana sekolahnya berada. Rencananya para guru ini aka dilatih dalam 5 pertemuan dengan topik atau materi yang terkait dengan literasi.

Saat ini, KKG-KKG yang ada di gugus Woja memang tengah bersemangat dalam melakukan peningkatan kapasitas dari para gurunya melalui kegiatan pelatihan. Beberapa diantara penggagas kegiatan ini adalah para Fasilitator Daerah (Fasda) dari Program INOVASI. Mereka ingin memperluas manfaat dari pengetahuan dan kerampilan yang sudah mereka dapatkan selama ini.

Berangkat dari keberhasilan implementasi pilot literasi INOVASI pada 10 sekolah di Kecamatan Wajo, para Fasilitator Daerah (Fasda) terdorong untuk meningkatkan kapasitas mengajar lebih banyak guru yang ada di wilayah lain. Bukan hanya guru yang selama ini telah menjadi mitra. Mereka ingin memperluas manfaat baik dari Pilot ini.

“Kami bertemu dengan Kepala UPTD Woja yang kemudian mengumpulkan para Kepala Sekolah. Dan Alhamdulillah responnya bagus. Bahkan kita, langsung membuat rencana kegiatan yang riil.” Papar Haryono, Fasda Literasi yang menjadi salah satu inisiator.

Di Kabupaten Dompu, INOVASI telah mengimplementasikan sejumlah Pilot sejak tahun 2017 lalu. Ada banyak Fasda yang telah direkrut dan mendapat pelatihan. Haryono sendiri adalah salah satu Fasda untuk Pilot Literasi tahap pertama. Pilot tersebut hanya diimplementasikan di satu kecamatan saja yaitu di Kecamatan Pajo.

Memahami manfaat besar dari pilot ini untuk kegiatan belajar dan mengajar literasi, Haryono dan rekan-rekan Fasda yang lain kemudian mengambil inisiatif untuk memberikan pelatihan yang sama secara mandiri di gugus Kecamatan Woja dimana sekolahnya berlokasi. Untuk operasional pelaksanaan pelatihan, mereka menyepakati bahwa tiap guru peserta hanya akan membayar sebesar Rp 10.000. Biaya tersebut akan digunakan untuk membeli makanan ringan dan kebutuhan alat tulis kantor (ATK) yang akan mereka gunakan dalam pelatihan.

Selama ini, menurut Haryono, KKG-KKG yang ada di gugus Woja tidak begitu aktif berjalan. Pertemuan sangat jarang dan itupun biasanya hanya untuk persiapan menghadapi ujian atau ulangan. Kegiatan lain nyaris tak ada, apalagi yang bentuknya peningkatan kapasitas bagi guru. Dia, bersama rekan-rekan sesama Fasda INOVASI lainya kemudian merasa terpanggil untuk menghidupkan KKG ini.

Para peserta pelatihan dengan hasil karya ‘Big Book’ yang baru mereka buat.

Para Kepala Sekolah begitu antusias untuk mengikutkan guru-gurunya di pelatihan ini. Bahkan karena minat yang tinggi itu, pelatihan ini akhirnya dibagi menjadi tiga zona. Setiap pelatihan dilangsungkan serentak di ketiga zona tersebut. Selain tentang literasi, para guru juga dibekalitentang kurikulum K-13, dan itu dilakukan di hari yang berbeda.

Inisiatif besar ini pun kemudian sampai di telinga kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu.

“Alhamdulillah pada pertemuan pertama yang juga menjadi pembukaan kegiatan, Bapak Kepala Dinas Dikpora dan Sekretaris Dinas turut hadir dan mereka memberikan sambutan yang luar biasa” tutur Haryono dengan bangga.

Pihak Dinas Dikpora sendiri memang tengah merencanakan untuk lebih menggerakkan KKG-KKG yang sudah terbentuk. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Dompu, Zaenal Afrodi, S. Pd., M. Pd,  beberapa waktu lalu pihaknya telah mendata ulang KKG-KKG yang ada dan menyegarkan kembali struktur kepengurusannya. Inisiatif baik yang sudah berlangsung di Gugus Woja ini akan direplikasi di tempat lain.

“Insya Allah di tahun 2020 nanti, saya dan Bapak Kepala Dinas sudah berkomitmen untuk menyuntikkan dana insentif ke KKG-KKG ataupun Gugus-gugus tersebut” tegas ZaenalSelain menggerakkan KKG, para Fasda INOVASI juga saat ini tengah bergerak untuk melembagakan keberadaan. Dengan kelembagaan ini, nantinya diharapkan mereka dapat memberi lebih banyak manfaat dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu.

 

Inisiasi Kemandirian di Gugus Kecamatan Woja