Guru inovatif berbagi pengalaman di NAIDOC Breakfast Meeting di Surabaya

Dalam merayakan pekan NAIDOC Australia, sebuah perayaan budaya asli Australia yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli, Konsulat Australia di Surabaya menyelenggarakan sarapan dengan tamu kehormatan Australia Julie-Ann Lambourne. Para pemangku kepentingan utama pembangunan Jawa Timur, termasuk di bidang pendidikan, diundang untuk menghadiri dan mendengar dari Julie-Ann, CEO dari enVizion, sebuah penyedia pelatihan khusus untuk penduduk asli Australia.

Dari pihak INOVASI, Harum Kawaludin, seorang guru dari Sidoarjo hadir di acara tersebut. Ia berbagi pengalamannya dengan Julie-Ann dan perwakilan dari Konsulat Australia di Surabaya, termasuk Paul Zeccola.

Sebagai salah satu guru mitra INOVASI, Harum merupakan salah satu guru yang menjadi sasaran studi pemetaan yang dilakukan oleh INOVASI pada tahun 2017 di Jawa Timur. Harum sehari-hari berprofesi sebagai guru khusus untuk pendidikan inklusi yang bertugas di sekolah model inklusif SDN Sawocangkring Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak 2013, Harum membawahi empat sekolah dasar negeri yang menangani anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah gugusnya, dengan sekolah induk di SDN Sawocangkring Sidoarjo.

Harum menceritakan bagaimana masyarakat di sekitar wilayahnya dahulu tidak mau menyekolahkan anaknya karena malu memiliki anak berkebutuhan khusus. Namun dengan upayanya bersama dengan kepala sekolah dan guru lainnya, Harum mampu memberikan pendidikan yang setara antara anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak lainnya dalam satu sekolah.

Dengan diterapkannya program pendidikan inklusi pada sekolah model inklusif SDN Sawocangkring yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo ini, masyarakat sekitar merasa sangat terbantu. Lebih dari itu, implementasi pendidikan inklusi juga sangat berdampak bagi pemerataan pendidikan di wilayah sekitar Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Dengan dilaksanakannya program ini, anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan anak-anak lainnya.

Menurut Julie, cerita yang disampaikan oleh Harum mirip dengan kisah hidupnya. enVizion berfokus pada pengentasan kemiskinan dan memberikan motivasi kepada masyarakat di wilayah Australia Utara agar dapat bekerja dan hidup lebih layak melalui program Bus Pelatihan Virtual Reality pertama di dunia.

Harum yang banyak memproduksi media pembelajaran khususnya untuk anak berkebutuhan khusus saling bertukar informasi dan pengalaman dengan Julie. Julie mengatakan, enVizion memproduksi film virtual reality khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Harum mendapatkan kesempatan untuk mencoba alat virtual reality tersebut.

“Saya senang diundang dalam kegiatan ini dan bisa bertemu dengan Julie serta diberi kesempatan untuk mencoba alat virtual reality. Saya seakan-akan berada dalam sebuah desa di Australia dan berbincang-bincang dengan masyarakat di sana tentang perkebunan. Alat ini luar biasa. Seandainya saya bisa memiliki alat seperti ini sebagai media pembelajaran di sekolah, pasti lebih menyenangkan dan materi pelajaran akan lebih mengena pada siswa,” jelas Harum.

 

Tentang Pekan NAIDOC Australia

Australia merayakan Pekan NAIDOC (National Aborigines and Islanders Day Observance Committee atau Komite Hari Peringatan Aborigin dan Penduduk Kepulauan) setiap tahun pada bulan Juli. Pekan NAIDOC menghormati sejarah, kebudayaan, dan prestasi warga Aborigin dan penduduk Kepulauan Selat Torres. Warga Australia biasa memanfaatkan peringatan NAIDOC dengan menggelar pameran budaya dan mengenal sejarah suku asli Australia. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Guru inovatif berbagi pengalaman di NAIDOC Breakfast Meeting di Surabaya