Guru di Dompu kembangkan kemampuan literasi

Keterampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara merupakan bagian dari kemampuan literasi yang menjadi modal awal kesuksesan siswa dalam pendidikan. Keterampilan inilah yang perlu diperhatikan para tenaga pendidik sekolah dasar tahap awal.

Salah satu program rintisan INOVASI membantu memperkuat keterampilan literasi di Dompu, dengan dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat. Program Peningkatan Kualitas Pembelajaran dengan Melibatkan Masyarakat (BERSAMA) bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa dan mengurangi ketidakhadiran di kelas awal pada 12 sekolah yang ditargetkan di Dompu (tiga madrasah dan sembilan sekolah reguler).

Selama pra-rintisan di Desa Lepadi, Dompu, 20 juta Rupiah dana desa telah digunakan untuk mendukung pelaksanaan program rintisan pada tahun 2018. Perpustakaan lokal Dompu juga menawarkan dukungan dana hingga 50 juta Rupiah untuk berkontribusi pada kegiatan rintisan BERSAMA. Dukungan ini mencerminkan komitmen yang kuat dari pembuat kebijakan lokal dan pemimpin desa di kabupaten Dompu, untuk memperkuat kualitas pendidikan.

Untuk lebih memperkuat pelaksanaan program rintisan pada tahun 2018, termasuk keterampilan literasi tingkat awal, short course akan dimasukkan. Program rintisan akan bertujuan untuk meningkatkan praktik literasi di sekolah, tetapi juga dengan melibatkan orang tua dan masyarakat dalam meningkatkan literasi, misalnya melalui perpustakaan desa keliling dan dengan meningkatkan kesadaran orang tua. Dana desa digunakan untuk mendukung kegiatan di Lepadi, dan para guru dan orang tua sejauh ini telah aktif turut serta.

Menjelang pelaksanaan implementasi program rintisan Belajar di Sekolah dan Masyarakat (BERSAMA), Short Course literasi digelar untuk meningkatkan kapasitas para fasilitator daerah (fasda) yang telah terpilih, sebagai modal awal untuk memfasilitasi guru-guru dari berbagai sekolah sasaran implementasi.

Short Course literasi digelar di Rumah INOVASI yang bertempat di Kantor Dinas Dikbudpora Kabupaten Dompu. Kegiatan ini digelar pada 25-28 Juli 2018 untuk mempelajari tujuh unit pembelajaran literasi yang terdiri dari; perkenalan awal literasi, big book, kesadaran fonologis, membaca kata, kelancaran membaca, membaca pemahaman, dan keterampilan menulis.

Kegiatan ini difasilitasi oleh sesama fasda yang telah dilatih di Jakarta dan dipersiapkan untuk memfasilitasi short course. Dengan menggunakan pendekatan Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA) atau ‘solusi lokal untuk masalah lokal’, INOVASI percaya bahwa peningkatan kapasitas lokal merupakan cara yang tepat untuk memperluas kemampuan literasi kepada sesama guru di daerahnya sendiri.

Dalam short course ini, beberapa tantangan ditemukan dalam pembelajaran. Kesiapan sekolah, kesadaran siswa dan komitmen pemerintah untuk pengaturan anggaran ke depannya menjadi tantangan pelaksanaan program rintisan. Namun, melihat antusiasme peserta, program INOVASI dan pemerintah terutama Dikbudpora optimis akan upaya peningkatan mutu pendidikan anak sekolah tahap awal di Kabupaten Dompu akan berjalan dengan baik.

Keterlibatan masyarakat akan menjadi fokus yang dari kegiatan rintisan di Dompu. Di samping short course yang berfokus pada literasi, INOVASI juga akan melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan para orang tua untuk dapat lebih baik mengajari anak-anak mereka literasi dan numerasi. Pelatihan literasi dan numerasi bagi orang tua akan difasilitasi oleh ‘relawan literasi’. Relawan literasi dipilih dan dilatih oleh pihak INOVASI pada bulan Oktober bersamaan dengan dimulainya short course di gugus. Sama halnya dengan short course, para relawan terlatih akan memfasilitasi pelatihan orang tua dengan menggunakan basis gugus.

Upaya peningkatan literasi di Dompu tidak lepas dari dukungan pemerintah lokal. Saat ini, Bupati sedang melakukan finalisasi dokumen peta jalan pendidikan yang akan dilanjutkan dengan uji publik. Para perwakilan Dikpora juga akan turut serta dalam kegiatan-kegiatan short course literasi dan pelatihan relawan mendatang sebagai bekal memperluas manfaat ke gugus lain yang belum tersentuh sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan.

Guru di Dompu kembangkan kemampuan literasi