Membaca untuk semua, membaca karena suka!

Oleh: Ganjar Widhiyoga, Forum Lingkar Pena

Masa kanak-kanak adalah masa emas pertumbuhan. Di masa ini, penting untuk mengajak anak-anak mengenal buku dan belajar mencintainya. Namun sayang, buku-buku anak di Indonesia kadang kurang sensitif dengan tahap perkembangan anak. Ada buku anak yang mengandung cerita atau nilai-nilai yang belum layak diterima anak. Ada pula buku anak yang memiliki teks terlalu panjang sehingga menyulitkan anak membaca. Tantangan ini menjadi lebih besar bagi anak-anak Tuli. Di Indonesia, belum ada buku anak yang memperhatikan kebutuhan mereka. Padahal, anak-anak tuli memiliki hak yang sama untuk suka membaca.

Berangkat dari potret inilah Forum Lingkar Pena (FLP) mendapat inspirasi untuk menyusun buku yang ramah anak pada umumnya dan memahami kebutuhan anak Tuli pada khususnya. FLP pun menyusun konsep buku bacaan anak yang inklusif dan berjenjang. Konsep buku ini menggunakan sistem buku bacaan anak yang berjenjang sehingga memudahkan anak-anak untuk belajar membaca. Nilai tambah lainnya adalah adanya ilustrasi bahasa isyarat yang dapat digunakan anak-anak Tuli untuk belajar membaca.

Berkat dukungan INOVASI, program kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Australia, konsep buku bacaan anak yang inklusif dan berjenjang ini kini hadir untuk anak Indonesia! FLP dan INOVASI bekerja sama untuk menulis dan menerbitkan Serial Si Bintang (Serial Buku Bacaan Anak yang Inklusif dan Berjenjang), yang berisi 21 judul buku anak yang memuat nilai-nilai pendidikan inklusif dan dikemas dalam bentuk buku berjenjang.

Untuk menulis dan menerbitkan Si Bintang ini, FLP dan INOVASI mengadakan rangkaian workshop kepenulisan. Dalam rangkaian workshop ini, FLP dan INOVASI merancang agar setiap judul dalam Si Bintang mengandung nilai pendidikan inklusi, seperti keragaman budaya, agama, gender, dan disabilitas yang menjadi cerminan masyarakat Indonesia yang majemuk namun hidup dalam persatuan. Proses pembuatan Si Bintang ini melibatkan penulis, ilustrator, psikolog, aktivis Tuli dan spesialis gender dan perlindungan anak.

Si Bintang memiliki enam tokoh utama anak-anak dan empat tokoh orang tua yang kisah-kisahnya mewarnai setiap judul buku, yaitu:

  1. Ramli. Seorang anak laki-laki dari suku Sasak. Berusia 9 tahun. Karakternya penuh semangat dan senang mencoba hal-hal baru.
  2. Rani. Adik perempuan Ramli, berusia 7 tahun. Rani memiliki disabilitas tuli sehingga ia berbicara menggunakan bahasa isyarat.
  3. Amen Ramli (Ayah Ramli). Laki-laki berusia 35 tahun, bekerja sebagai PNS di Lombok Tengah.
  4. Inen Ramli (Ibu Ramli). Perempuan berusia 32 tahun, ibu rumah tangga yang membuka warung di depan rumah.
  5. Anak laki-laki dari suku Sumbawa. Berusia 9 tahun. Ia suka menggambar. Jika sudah menggambar, Opan sering lupa waktu.
  6. Ni Luh. Anak perempuan dari suku Bali, beragama Hindu. Usia 9 tahun. Ni Luh suka membaca dan memiliki pengetahuan luas. Keluarga besarnya tinggal di Kampung Bali di Mataram.
  7. Anak perempuan yang baru saja pindah ke sekolah Ramli. Usia 9 tahun. Ika lahir dan besar di Yogyakarta. Ika awalnya sedih harus pindah sekolah namun ia kemudian bahagia menemukan teman-teman yang menyenangkan.
  8. Adik laki-laki Ika, usia 7 tahun. Ia pemalu dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
  9. Pak Asep. Ayah Ika dan Adi, berusia 35 tahun dari suku Sunda. Ia bekerja di rumah sebagai penulis novel.
  10. Bu Sari. Ibu Ika dan Adi, berusia 34 tahun. Ia bekerja sebagai dokter. Keluarga Ika pindah ke Lombok Tengah karena mengikuti Bu Sari yang pindah tugas ke sana.

Silakan unduh buku serial Si Bintang di sini.

Pada Agustus 2019, FLP dan INOVASI mengadakan pelatihan penggunaan serial Si Bintang kepada para guru dan kepala sekolah dari 19 SD/MI di Lombok Tengah. Berikutnya, FLP dan INOVASI membagikan sebanyak 209 paket buku Si Bintang kepada 19 SD/MI di Lombok Tengah. Sambutan kepala sekolah, para guru dan para siswa sangat antusias. Berikut beberapa testimoni yang mereka sampaikan:

“Alhamdulillah, dengan memanfaatkan buku serial Si Bintang, anak-anak semakin senang membaca. Buku-buku Si Bintang sangat membantu dalam mengembangkan kebiasaan membaca anak. Meskipun awalnya mereka hanya senang melihat-lihat gambarnya saja, tetapi beberapa anak ada yang langsung mulai mengeja huruf dan mencoba membaca teks. Para guru juga sangat gembira bisa memanfaatkan media belajar Big Book. Saya telah menggunakan buku-buku tersebut ketika mengajar di kelas 3, dan menurut saya buku-buku tersebut sangat membantu.” (Ibu Warni, S. PD, guru di SDN Jelateng).

“Bagi saya, buku serial Si Bintang sangat membantu dalam mengajarkan anak-anak membaca. Teks di dalam buku tersebut menggunakan huruf-huruf dengan ukuran yang cukup besar, dan juga disertai gambar menarik. Ini sangat membantu saya ketika menjelaskan suatu konteks dan juga membantu siswa lebih memahami bacaan. Salah satu tantangan yang kami hadapi saat menggunakan seri ini adalah kemampuan kami dalam menggunakan bahasa isyarat. Kami belum menguasai betul bahasa isyarat, sehingga kami belum bisa menggunakan bahasa isyarat di dalam buku dengan maksimal.” (Bapak Jumaidi, S.Pd, Headmaster of SDN Jelateng).

Membaca untuk semua, membaca karena suka!