Fasilitator Daerah di Lombok Utara belajar strategi mengajar literasi dasar

Di sekolah dasar, para siswa pada umumnya belajar mengenal huruf dan angka, kemudian belajar mengeja dan membaca. Namun, itu saja belum cukup. Mereka juga harus mempunyai kemampuan dalam hal menulis, menyimak dan berbicara. Kemampuan ini disebut sebagai kemampuan literasi. Dengan adanya kemampuan tersebut, mereka akan mudah dalam mengolah dan memahami teks atau informasi. Hal inilah yang menjadi alasan ada program rintisan INOVASI yang bernama Peningkatan pembelajaran literasi dasar (PELITA). Program rintisan PELITA dilaksanakan oleh INOVASI di Lombok Utara untuk mengoptimalkan kemampuan mengajar literasi para guru di sekolah, khususnya di kelas awal.

Dengan guru berjumlah 1.438 orang, 606 di antaranya bersertifikat, Lombok Utara fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam hal pelayanan pendidikan dan akses ke pendidikan untuk semua anak. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, hingga saat ini kualitas hasil pembelajaran di bidang literasi tetaplah rendah. Nilai membaca siswa kelas 2 SD, sebagaimana diuji dengan alat bantu Penilaian Membaca Tingkat Awal atau Early Grade Reading Assessment (EGRA) di 35 sekolah di seluruh kabupaten, mengindikasikan bahwa kemahiran dan pemahaman membaca siswa berada pada tingkat di bawah 25%. Karena itu, kebutuhan untuk memperkuat pengajaran literasi dasar dan hasil pembelajaran menjadi sangat penting.

Mengajarkan dasar-dasar literasi dengan benar di tingkat awal sekolah dasar memiliki dampak positif untuk seluruh bidang pembelajaran. Melalui program rintisan PELITA, yang akan dilaksanakan di Lombok Utara dan Sumbawa Barat, INOVASI akan bekerja untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di tingkat awal sekolah dasar dengan memperkuat pemahaman guru akan konten dalam kurikulum. Dengan meningkatkan kemampuan guru untuk menggunakan proses kunci dalam pengembangan literasi, termasuk penilaian formatif, para guru dapat menerapkan strategi pengajaran dan sumber daya yang lebih efektif dalam kelas mereka.

Untuk membantu berjalannya program rintisan ini, INOVASI memiliki fasilitator daerah (Fasda) yang memiliki tugas sebagai pendamping atau fasilitator bagi para guru di sekolah. Para Fasda program rintisan PELITA terdiri dari guru, dosen dan pengawas. Sebelum memulai tugas sebagai Fasda, mereka mengikuti pelatihan pada tanggal 12-15 Juli 2018 untuk belajar tentang strategi mengajar, konsep belajar, guru kreatif, mengajar di kelas awal, dan cara meningkatkan kemampuan literasi siswa di kelas awal. Setelah selesai mengikuti pelatihan, mereka akan menularkan ilmu yang didapat kepada guru-guru di sekolah mitra INOVASI. Harapannya adalah agar semua guru yang menjadi mitra INOVASI mempunyai kemampuan yang sama dalam mengajar.

Melalui pelatihan ini juga, para peserta diberikan pemahaman bahwa kompetensi inti dan kompetensi dasar perlu dikembangkan menjadi sebuah proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Seorang guru juga perlu untuk membuat media-media pembelajaran yang sederhana dengan memanfaatkan media-media yang ada di sekitarnya. Media yang dimaksudkan bukanlah media dengan teknologi canggih namun media yang sederhana, murah, mudah dan efektif.

Misalnya saja seperti media big book. Big book berisi cerita sederhana yang disertai dengan gambar. Satu gambar yang ada di big book dibuat sesuai dengan satu kalimat atau satu paragraf yang ada di buku cerita. Jadi setiap kalimat atau paragraf akan memiliki gambarnya sendiri-sendiri. Secara tidak langsung, hal inilah yang akan menarik minat siswa untuk belajar dan fokus pada apa yang diceritakan. Media ini dibuat dengan ukuran yang besar sehingga siswa yang duduk di belakang tidak akan kesulitan untuk melihatnya.

Agar siap dalam melaksanakan pendampingan, dalam pelatihan ini para Fasda melakukan microteaching atau praktik untuk melatih kemampuan Fasda mendampingi guru-guru di sekolah. Saat salah seorang Fasda praktik melakukan pendampingan, maka Fasda yang lain akan bertindak sebagai guru. Mereka akan saling memberi masukan agar nantinya siap untuk mendampingi guru-guru di sekolah mitra INOVASI.

Para Fasda kemudian dibagi per gugus. Satu tim Fasda akan berfokus untuk mendampingi guru-guru yang ada di gugusnya. Dengan cara ini diharapkan guru-guru yang ada di sekolah akan mendapat hal yang sama seperti didapat oleh para Fasda pada saat pelatihan.

Fasilitator Daerah di Lombok Utara belajar strategi mengajar literasi dasar