Bupati Sumba Barat: guru harus kreatif dalam mengajar

Dalam menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), guru semestinya menggunakan media dan metode yang kontekstual dalam menyampaikan materi pelajaran. Demikian disampaikan oleh Bupati Kabupaten Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole saat datang ke Bursa Inovasi Desa yang diadakan di halaman kantor Desa Palamoko, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, 19 Juli 2019 lalu.

“Sekarang ini, guru tidak boleh lagi monoton dalam mengajar. Harus menggunakan media kreatif seperti ini sehingga anak-anak memerhatikan apa yang disampaikan oleh guru,” ungkapnya seraya menunjukkan buku besar (big book) INOVASI yang dipajang di meja bursa. “Kalau (cara mengajar guru) tidak menarik, anak-anak menjadi ngantuk. Dengan bantuan media seperti ini, mereka bisa lebih tertarik dan fokus untuk melihat ke arah guru.” Ia menambahkan bahwa seharusnya kelas awal diajar oleh guru berpengalaman sehingga anak-anak mendapatkan pendampingan yang baik dari awal.

Dalam sambutannya, Niga berharap melalui Bursa Inovasi Desa ini, inovasi-inovasi yang ada di desa-desa di Kabupaten Sumba Barat bisa tergali dan terkelola dengan baik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa, dan meningkatkan kualitas penggunaan dana desa. “Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk membangun komitmen replikasi inovasi-inovasi dengan membagi informasi penyedia jasa layanan teknis yang dibutuhkan desa dalam mereplikasi sebuah inovasi,” katanya menutup sambutannya di hadapan sekitar 200 undangan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) ini memamerkan ide dan inovasi yang akan diimplementasikan dalam RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa) dan RAPBDes (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tahun 2020 seperti literasi, konvergensi stunting, infrustruktur, serta pengembangan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Peserta pameran dibagi ke dalam 3 bursa yaitu infrastruktur, kewirausahaan, dan peningkatan SDM. INOVASI, Save the Children, Bahtera dan sejumlah peserta pameran lainnya mengisi bursa peningkatan SDM.

Dalam kesempatan ini, Kadis DPMD Kabupaten Sumba Barat, Yakobus Jefrison Dapamerang menyampaikan dukungannya terhadap INOVASI. “Kami mendukung INOVASI terutama untuk program literasi. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah, kami telah membuat Perbup Literasi. Selain itu, kami sudah menetapkan salah satu desa, yaitu Desa Lokory sebagai Desa Literasi dengan anggaran Rp 164.000.000, dan saat ini hampir semua desa sudah memiliki pos baca.”

Hasil program INOVASI di Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat, akan dikembangkan dengan menggunakan APBD di 24 sekolah yang tersebar di 2 kecamatan lainnya yaitu Wanokaka dan Lamboya.

Bursa Inovasi Desa dilaksanakan setiap tahun dan pada tahun 2019 dilaksanakan sebanyak 2 kali dengan klaster yang berbeda. Hari ini Klaster Selatan yang terdiri dari Kecamatan Lamboya, Lamboya Barat, dan Wanokaka. Sementara untuk Klaster Utara dengan Kecamatan Waikabubak, Loli, dan Tana Righu akan diadakan pada 26 Juli 2019.

Bupati Sumba Barat: guru harus kreatif dalam mengajar