Trenggalek

Program Rintisan: Literasi Kelas Awal (Kemitraan dengan Muhammadiyah)
search-Image

Muhammadiyah adalah organisasi non-pemerintah Islam besar di Indonesia. Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Kota Yogyakarta sebagai gerakan sosial keagamaan yang reformis. Muhammadiyah mendukung budaya lokal dan mendorong toleransi beragama di Indonesia, sementara beberapa lembaga pendidikan tingginya sebagian besar diikuti oleh non-Muslim, terutama di provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua. Organisasi ini juga mengelola jaringan rumah sakit amal besar dan mengoperasikan 128 universitas pada akhir 1990an. Saat ini, Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, dengan 29 juta anggota. Meskipun pimpinan dan anggota Muhammadiyah seringkali aktif terlibat dalam membentuk politik di Indonesia, Muhammadiyah bukanlah partai politik.

Organisasi ini mendedikasikan diri untuk melakukan kegiatan sosial dan pendidikan. Muhammadiyah, melalui skema kemitraan INOVASI, berencana untuk memperluas modul literasi INOVASI dengan menggunakan KKG sebagai wadah untuk memberikan pelatihan dan refleksi dari pendampingan selama sesi pelatihan. Program perluasan ini mencakup literasi di Sidoarjo, Ngawi, Jember dan Trenggalek, di total 14 sekolah (delapan SD dan enam MI).  Tujuan umumnya adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas awal melalui peningkatan kompetensi guru dalam mengajar serta peningkatan dukungan dari pemangku kepentingan sekolah lainnya dan masyarakat. Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi investasi bagi Muhammadiyah untuk dapat memperluas programnya lebih lanjut di sekolah-sekolah di lingkungan jejaring Muhammadiyah.

Fokus Program: Literasi

Program-program Muhammadiyah bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran kelas awal di bidang literasi dan numerasi di 14 sekolah mitra di Kabupaten Sidoarjo, Ngawi, Trenggalek, dan Jember. Bekerja bersama siswa, guru, kepala sekolah, dan komite sekolah, program percontohan ini menangani berbagai tantangan, termasuk bagaimana guru memahami proses numerasi dan pembelajaran di kelas awal, kapasitas mereka dalam mengelola kelas, dan pembelajaran numerasi siswa. Percontohan ini juga bertujuan untuk memperkuat dukungan orang tua dan kepala sekolah dalam proses belajar mengajar.

Lokasi: Sidoarjo, Ngawi, Jember dan Trenggalek, Jawa Timur

Durasi: 22 Maret 2019 hingga 30 November 2019

Highlight program:

  • Meningkatnya praktik pengajaran guru
  • Meningkatnya dukungan kepala sekolah dalam menangani permasalahan literasi
  • Meningkatnya pemahaman guru terhadap isu-isu gender dan inklusi sosial

Website: muhammadiyah.or.id

 

Di Mana Kami Bekerja