Lombok Utara

Program rintisan: Pendidikan Tanggap Darurat dan Pemulihan Pasca Bencana
search-Image

Sebagai salah satu dari enam kabupaten mitra INOVASI di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok Utara telah menghadapi perjuangan yang berat karena kabupaten ini sangat terdampak oleh gempa 6,9 Skala Richter pada awal Agustus 2018. Dalam semangat mencari solusi lokal untuk permasalahan lokal dalam pendidikan, INOVASI mulai bekerja dengan cepat dengan para pemangku kepentingan setempat untuk merancang strategi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan pasca gempa. Ini termasuk konseling psiko-sosial, bermitra dengan ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). Selain itu, INOVASI memimpin pengkajian keamanan sekolah mitra dan terus mendukung pembangunan Sekolah Bambu, sementara bangunan sekolah yang rusak diperbaiki dalam beberapa bulan mendatang. Program rintisan yang dirancang ulang ini dimulai pada bulan September 2018 dan selesai pada Juli 2019.

Program Rintisan: Literasi Kelas Awal & Penyediaan Buku Bacaan (Kemitraan dengan Yayasan Tunas Aksara)
search-Image

 

Program Saya Suka Membaca (SSM) dari Yayasan Tunas Aksara bekerja untuk meningkatkan hasil pembelajaran literasi bagi anak sekolah di seluruh Indonesia, terutama mereka yang berasal dari masyarakat kurang mampu. SSM bertujuan untuk mengubah cara anak-anak Indonesia diajarkan membaca dengan membekali guru kelas dengan pengetahuan dan kemampuan yang mereka butuhkan, sehingga anak-anak muridnya diajarkan membaca secara efektif, dan mampu membaca secara lancar dan memahami apa yang mereka baca di awal pendidikan mereka.

Fokus Program: Literasi dan buku-buku      

“Lombok Utara Suka Membaca” yang dilaksanakan oleh Yayasan Tunas Aksara dengan Program SSM (Saya Suka Membaca) berupaya meningkatkan kemampuan literasi di kelas awal (terutama kelas 1 dan 2). Dalam pelaksanaannya, SSM bekerja dengan 12 sekolah dari Kecamatan Tanjung (Gugus Jengala), dan 2 sekolah tetangga dari Madrasah Ibtidaiyah. Melalui program ini, 28 guru kelas 1 dan 2 dibekali dengan dengan pelatihan, kurikulum, materi, dan pendampingan terkait Saya Suka Membaca (SSM). Upaya ini adalah untuk memberikan pemahaman dan kemampuan yang dibutuhkan guru untuk dapat mengajarkan membaca secara efektif dan mengasyikkan, mendidik anak-anak dari mulai belajar bunyi huruf hingga mampu membaca dan memahami kata-kata sederhana, kalimat pendek, dan akhirnya paragraf pendek dan buku-buku. SSM juga memberikan setiap sekolah dengan ‘Perpustakaan di dalam kotak”, untuk memperkaya lingkungan membaca bagi siswa kelas 1-3 di sekolah-sekolah dampingan.

Lokasi: Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat

Durasi: 24-Jan-19 hingga 30-Nov-19

Highlight program:

  • Meningkatnya hasil pembelajaran siswa di bidang literasi
  • Meningkatnya praktik pengajaran guru
  • Meningkatnya minat membaca siswa

Website: sayasukamembaca.org

Program rintisan: Gema Literasi
search-Image

Dalam kemitraannya dengan INOVASI, Save the Children Indonesia mengimplementasikan program rintisan Gema Literasi di kabupaten Sumbawa dan Lombok Utara di NTB. Pada tahun 2018, lebih dari 200 guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah terlibat. Program rintisan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas 2 SD. Hal ini dilakukan dengan mengukur seberapa baik siswa mengembangkan kompetensi membaca dasar, dan melatih guru untuk membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam hal kegiatan membaca. Alat-alat  bantu yang  dimanfaatkan  untuk  meningkatkan   minat baca siswa meliputi permainan, lagu, dan berbagai cerita. Program rintisan ini juga berusaha untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembelajaran literasi dengan cara penyediaan buku-buku dan perpustakaan, serta mensponsori berbagai tempat untuk membaca dan kegiatan belajar lainnya. Program rintisan ini telah selesai di tahun 2018.

Program rintisan: Literasi Kelas Awal (PELITA)
search-Image

Program rintisan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas awal dalam bidang literasi dengan meningkatkan pemahaman guru tentang isi kurikulum, khususnya tahap awal perkembangan literasi. Program rintisan ini juga berusaha meningkatkan kemampuan para guru untuk menggunakan proses-proses penting untuk pengembangan literasi, seperti penilaian formatif, dan menerapkan rangkaian kegiatan dan sumber daya pengajaran yang paling efektif ke dalam konteks kelas mereka. Karena gempa bumi pada Agustus 2018 yang mempengaruhi beberapa sekolah mitra INOVASI di Lombok Utara, program rintisan mengalami perubahan dan fokus pada sekolah tanggap darurat. Pada awal 2019, program rintisan ini kembali diimplementasikan di Lombok Utara dan selesai pada Juli 2019.

Program rintisan: Guru BAIK
search-Image

Program  rintisan  Guru  BAIK  (Belajar, Aspiratif, lnklusif, Kontekstual) memberikan dukungan kepada  guru agar mampu mengusulkan, mengembangkan  dan  menguji   berbagai   solusi untuk mengatasi tantangan-tantangan pembelajaran yang mereka hadapi di ruang kelas. Melalui serangkaian  lokakarya dan kegiatan mentoring di sekolah, para guru memperoleh dukungan  untuk menemukan  sendiri tantangan-tantangan pembelajaran yang dihadapi siswanya di ruang kelas. Kemudian mampu mengembangkan, menguji,   meninjau kembali dan melakukan iterasi berbagai solusi yang berbeda-beda untuk mengatasi tantangan tersebut. Setelah melalui berbagai proses, guru pun mampu melakukan refleksi diri, meningkatkan   kompetensi dan kepercayaan  diri mereka dalam menyampaikan materi sesuai kurikulum, dan menggunakan teknik-teknik penilaian ruang kelas dan memecahkan tantangan pembelajaran di kelasnya.

Guru BAIK merupakan program rintisan INOVASI yang pertama dan berlangsung pada bulan Januari-Mei 2017 di 25 sekolah dasar (50 guru) yang ada di Lombok Utara.

Di Mana Kami Bekerja