Wayang Profesi Bantu Anak Mengenal Berbagai Profesi

Program-program rintisan yang dikembangkan INOVASI fokus pada upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, terutama di kelas-kelas awal (Kelas 1, 2, dan 3) SD/MI. Berbagai bentuk kegiatan program rintisan bertujuan untuk memperkuat praktik pengajaran di ruang kelas, meningkatkan bentuk dukungan yang diberikan kepada guru, serta memastikan bahwa semua anak di kelas dapat belajar sesuai potensinya masing-masing. Di Provinsi Jawa Timur, dampak positif dari implementasi program literasi yang paling terlihat adalah adanya perubahan cara mengajar guru kelas awal yang lebih baik, terutama dalam upaya mengajarkan calistung kepada siswanya dan banyak bermunculan strategi inovatif dalam bidang literasi yang telah dihasilkan oleh guru. Berikut ini cerita seorang guru SD di Pulau Madura yang merupakan salah satu guru yang terlibat di dalam program rintisan INOVASI.


Belajar, berliterasi, sambil mengenalkan profesi kepada siswa Kelas 3 SDN Pangarangan VII Kabupaten Sumenep, itulah yang dilakukan Whiwin Dewi Yulian, S.Pd dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik tentang pengenalan profesi di kelasnya.

Ide membuat ‘Wayang Profesi’ muncul karena ia ingin membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk siswanya. Menurutnya pembuatannya pun sangat mudah dilakukan. Menggunakan styrofoam, Whiwin membuat bioskop mini yang layarnya bisa diganti-ganti.

Ia pun membuat sejumlah wayang dari kertas dengan gambar-gambar yang ia tempel pada stick. Beberapa profesi ia buat misalnya: dokter, polisi, petani, astronot, guru, perawat, dan masih banyak lagi. Ia juga membuat tulisan dari setiap profesi yang ada.

Panggung Wayang Profesi ini juga memiliki latar yang bisa diubah-ubah sesuai dengan tokohnya.

Bagaimana praktiknya di dalam kelas? Whiwin menerapkan kegiatan belajar sambil bermain. Ia¬† meminta siswa-siwanya untuk maju satu persatu, mengambil wayang profesi pilihan mereka. Selanjutnya siswa akan mencari tulisan yang sesuai dengan wayang profesi yang mereka pilih. Misalnya siswa A memilih profesi dokter, maka ia harus mencocokkan dengan mencari kata ‘DOKTER’. Setelah itu siswa diminta bercerita tentang profesi dokter sesuai pemahaman mereka, tokoh yang mereka pilih ditancapkan di panggung dan latarnya disesuaikan.

Whiwin kemudian meminta siswanya menuliskan apa yang sudah mereka ceritakan di depan kelas tadi.

“Meskipun wayang profesi ini digunakan di kelas saya, yakni kelas 3, namun wayang profesi ini sangat fleksibel sehingga bisa juga digunakan di kelas 1 maupun 2,” kata Whiwin menjelaskan bahwa media pembelajaran yang ia buat.

Untuk kelas 1, misalnya, tulisan profesi bisa dibuat dengan huruf yang lebih besar agar siswa lebih mudah mengeja. Untuk kegiatan menulis kelas 1, jika siswa berhasil membaca tulisan profesi, maka mereka bisa belajar menuliskannya di kertas. Begitu pula untuk kelas 2, kegiatannya bisa disesuaikan dengan kondisi pembelajaran di tiap kelas.

Wayang Profesi Bantu Anak Mengenal Berbagai Profesi