Upaya Gugus Senguyun di Bulungan, Kaltara agar Siswa Terampil Membaca

Oleh Rostiana, S.Pd, Fasilitator KKG Gugus Senguyun, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara

KKG di Gugus Senguyun beranggotakan 11 SD. Gugus kami berada di pedalaman. Berada di hulu Sungai Kayan. Harus naik kapal mesin empat jam dari Tanjung Selor untuk bisa tiba di Peso. Kalau pakai kapal yang mesinnya lebih kecil, bisa lebih lama lagi.

Sekolah-sekolah ini tersebar di daratan dan seberang sungai. Jaraknya berjauhan. Salah satu sekolah baru bisa dijangkau lewat sungai. Butuh keberanian dan keahlian untuk menembus dua jam perjalanan air melewati sungai berarus deras dan banyak bebatuan. Saya baru tiga tahun menjadi guru kontrak di SDN 006 Peso. Selepas lulus dari PGSD Universitas Borneo Tarakan, saya kembali mengabdi ke Peso. Saya lahir dan tumbuh di daerah ini.

Di Peso banyak anak SD yang tidak terampil membaca. Ini tantangan bagi kami. Kami mencoba menyelesaikan masalah itu melalui KKG.

Pertemuan KKG

Dulu kegiatan KKG di Peso tidak terlalu aktif. Guru hanya berkumpul untuk membuat soal ujian. Setelah itu tidak ada kegiatan lagi. Setelah Peso terlibat dalam program KKG secara mandiri*, kami kini banyak melakukan pelatihan dan pedampingan. Kami berlatih bersama setiap bulan. Kami memilih minggu ketiga setiap bulannya.

Daerah kami sinyal HP terbatas. Kami tidak bisa berkomunikasi dengan semua sekolah dengan mudah dan cepat. Kami selalu membuat jadwal jauh-jauh hari. Agar semua sekolah tahu. Kami tidak bisa membuat jadwal tiba-tiba atau mengubah seenaknya. Itu disebabkan 11 SD anggota gugus tidak semua bisa dihubungi melalui HP. Mereka hanya akan datang ke Peso berdasarkan jadwal yang sudah disepakati jauh hari sebelumnya.

Pembiayaan

KKG kami dibiayai sendiri oleh sekolah dan guru. Itu sebabnya KKG kami disebut KKG mandiri. Dari hitungan kami selama satu tahun pelatihan, biaya per orang itu besarnya Rp. 539,000,-. Jumlah itu ditanggung sekolah melalui BOSNAS dan BOSDA sebesar 60 persen, sisanya 40 persen ditanggung guru masing-masing.

Pelatihan & Pendampingan

Kami mengikuti pelatihan sesuai modul literasi kelas awal yang dirancang INOVASI. Pelatihan sebagai kegiatan KKG, kami langsungkan satu bulan sekali. Pelatihan kami jalankan dengan pendekatan pembelajaran aktif. Peserta banyak kerja praktik agar mereka bisa mengimplementasikan di kelasnya.

Setelah pelatihan selesai, kami menjadwalkan pendampingan. Fasda pergi ke sekolah-sekolah untuk membantu guru mempraktikkan materi pelatihan. Karena jarak yang berjauhan, pendampingan yang kami lakukan masih ke SD yang di daratan. SD yang jauh belum bisa karena butuh waktu dan biaya.

Perubahan

Setelah tiga unit materi pelatihan dilatihkan, perubahan mulai tampak. Guru sudah menggunakan media pembelajaran. Guru juga menggunakan big book untuk membantu anak membaca. Anak-anak menjadi senang belajar. Kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran juga giat dilakukan. Anak-anak sekarang suka membaca.

*KKG mandiri merupakan program KKG yang pembiayaannya ditanggung sepenuhnya oleh gugus dan sekolah.

Program ini dijalankan di 8 gugus dan melibatkan 52 SD.

Upaya Gugus Senguyun di Bulungan, Kaltara agar Siswa Terampil Membaca