‘Ulat Pintar’ untuk Pengenalan Huruf dan Kata di Kelas 1

Program-program rintisan yang dikembangkan INOVASI fokus pada upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, terutama di kelas-kelas awal (Kelas 1, 2, dan 3) SD/MI. Berbagai bentuk kegiatan program rintisan bertujuan untuk memperkuat praktik pengajaran di ruang kelas, meningkatkan bentuk dukungan yang diberikan kepada guru, serta memastikan bahwa semua anak di kelas dapat belajar sesuai potensinya masing-masing. Di Provinsi Jawa Timur, dampak positif dari implementasi program literasi yang paling terlihat adalah adanya perubahan cara mengajar guru kelas awal yang lebih baik, terutama dalam upaya mengajarkan calistung kepada siswanya dan banyak bermunculan strategi inovatif dalam bidang literasi yang telah dihasilkan oleh guru. Berikut ini cerita seorang guru SD di Pasuruan yang merupakan salah satu guru yang terlibat di dalam program rintisan INOVASI.


Tantangan pembelajaran anak-anak yang duduk di bangku kelas 1 adalah ketika mereka mulai belajar mengenal huruf dan angka. Menurut Saudah Ulfiah, S.Ag, guru Kelas 1 MI As’adiyah Sukorame Pasuruan, apabila guru tidak kreatif dalam mengenalkan huruf dan angka, maka siswa menjadi malas-malasan untuk belajar mengenal huruf dan angka.

Untuk membantu proses pembelajaran siswa-siswanya, Saudah pun berupaya mencari cara. Inspirasi pun diperoleh setelah ia mengikuti program peningkatan kemampuan literasi kelas awal yang diimplementasikan pemerintah kabupaten bekerja sama dengan INOVASI.

“Untuk mengenalkan huruf dari A – Z dan kata, saya membuat media ‘Ulat Pintar’. Saya menggunakan kardus bekas berukuran besar yang saya tempeli dengan kertas. Selanjutnya saya membuat gambar ulat dengan kertas-kertas yang saya gunting bulat dan saya tempel sebanyak 8 bulatan. Di ujung bulatan saya beri gambar mata dan hidung seperti penampakan ulat yang lucu. Pada bulatan-bulatan kertas tadi saya pasang jarum pentul,” cerita Saudah.

Selanjutnya setiap kardus ia gunting dalam bentuk lingkaran dan ia tempelkan huruf a – z. Khusus untuk huruf vokal (a, i, u, e, o) Saudah buat masing-masing sebanyak tiga. Ia juga menyiapkan gambar-gambar yang ia tempelkan pada kertas yang kemudian akan menjadi tebak-tebakan bagi siswa-siswanya. Siswa akan mencoba menebak apa nama benda pada gambar tersebut, apa saja hurufnya, dan tersedia pula lembar kerja di bawah gambar untuk anak menulis nama bendanya.

Nah, permainan pun dimulai. Bagaimana pelaksanaannya?

Anak-anak akan mendapatkan giliran satu-persatu dan memilih gambar yang mereka sukai. Setelah memilih gambar, mereka harus menyebutkan nama gambar tersebut. Misalnya: gambar pisang. Anak kemudian mengambil huruf dan memasang satu-satu di badan Ulat Pintar yakni p – i – s – a – n – g. kemudian dibawah gambar pisang, anak kemudian menuliskan huruf yang berhasil mereka pasang di badan Ulat Pintar.

Saudah pun mengatakan bahwa melalui permainan ini, siswa bisa belajar mengenal huruf dan kata dengan cara yang lebih menyenangkan.

‘Ulat Pintar’ untuk Pengenalan Huruf dan Kata di Kelas 1