Tubuh Kita Ternyata Bisa Jadi Alat Ukur!

Untuk mengajarkan kepada anak tentang pengukuran benda tidak baku, kita bisa menggunakan benda di sekitar kita, bahkan juga bagian tubuh kita sendiri. Saat saya melakukan supervisi/pendampingan di sekolah, ada hal menarik yang dilakukan oleh Yuliana Guru Kelas 2 dari SD Kreatif The Naff, yaitu mengajak siswa bermain sambil belajar dengan alat ukur tidak baku.

Siswa belajar mengukur dengan anggota tubuh, yakni jengkal, depa, hasta, langkah, dan juga dengan benda, seperti sedotan, buku, pensil, penghapus dan tali. Media ini dipilih karena mudah dilakukan oleh siswa.

Yuliana menyiapkan media yang akan digunakan. Selanjutnya siswa diajak untuk mengambil benda di sekitar mereka yang bisa digunakan sebagai alat ukur, seperti misalnya: sedotan, buku,  pensil, penghapus dan tali. Pada kegiatan ini, diharapkan peserta didik mampu mengukur berbagai benda dengan alat ukur tidak baku yang mereka miliki. Guru menegaskan kepada peserta didik tentang keakuratan pengukuran bahwa tidak boleh ada penumpukan pada alat ukur dalam pengukuran. Bisa disiasati dengan memberi penanda pada setiap ujung pengukuran.

Pada akhir kegiatan seluruh siswa berhasil membuat produk berupa buku macam-macam alat ukur tidak baku. Buku ini akan dikumpulkan sebagai koleksi perpustakaan mini di kelas 2.

Peserta didik kelas 2 tampak antusias dalam kegiatan belajar mengajar, seluruh peserta didik berkesempatan untuk mempraktikkan secara langsung kegiatan belajar pada hari itu. Dengan model pembelajaran seperti ini  peserta didik mendapatkan pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang hayatnya.

Tubuh Kita Ternyata Bisa Jadi Alat Ukur!