Terus Berinovasi di Masa Pandemi

Merebaknya pandemi Covid-19 membuat aktivitas pendidikan di sekolah terhenti. Di SDN 2 Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, pemberitahuan tersebut diterima tanggal 23 Maret 2020 lalu. Kepala sekolah langsung merespon dengan membuat keputusan bahwa pembelajaran di sekolahnya akan dilakukan secara daring. Beberapa guru kemudian diberi pelatihan singkat tentang pemanfaatan piranti lunak untuk pembelajaran.

SDN 2 Seteluk ini cukup beruntung. Mereka memiliki tenaga terampil seperti Pak Ilham, S.Pd yang lumayan fasih dalam pemanfaatan teknologi. Pak Ilham sendiri merupakan salah satu Fasilitator Daerah (Fasda) program “Linumeratif” dari Edukasi 101, salah satu lembaga mitra INOVASI dalam melaksanakan program peningkatan kualitas pembelajaran siswa. Pak Ilham yang memberikan bekal pelatihan pada para guru di SDN 2 Seteluk, yang sebelumnya memang tidak terlalu akrab dengan teknologi semacam ini. Selain dukungan dari pihak ksekolah, para guru juga kerap mendapat bimbingan dari Dinas Pendidikan setempat. Salah satu guru di SDN 2 Seteluk yang kemudian melakukan pembelajaran daring adalah Ibu Dian Fitrianti, S.Pd SD.


Dian Fitrianti, S.Pd, SD adalah guru kelas 5 di SDN 2 Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB . Untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh yang terpaksa diterapkan karena situasi pandemi Covid-19, SDN 2 Seteluk memberikan pelatihan singkat kepada para guru terkait penggunaan teknologi untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Seusai mendapat pembekalan singkat tersebut, guru yang akrab dipanggil Ibu Yanti ini langsung menjalin komunikasi dengan para orang tua siswa di kelasnya yang tergabung dalam paguyuban kelas. Ia pun melakukan identifikasi kemampuan siswanya dalam melakukan pembelajaran secara daring. Saat itu, ia menemukan bahwa dari 30 siswa di kelasnya hanya satu yang tidak memiliki handphone untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dari rumah secara daring. Namun keluarga sang siswa ternyata bisa mengupayakan meminjam hadphone dari kerabatnya.

Memanfaatkan Aplikasi Online, Berkreasi Membuat Bahan dan Materi Pembelajaran

Dalam pembelajaran jarak jauh itu, aplikasi yang paling sering digunakan oleh Ibu Yanti adalah Screencast-O-Matic. Diakuinya bahwa aplikasi tersebut cukup mudah dipelajari dan juga digunakan untuk membuat rekaman dan melakukan edit video. Ia pun mampu membuat bahan dan materi belajar menggunakan aplikasi tersebut, baik dalam bentuk presentasi maupun video-video pendek. Hasilnya kemudian ia kirimkan kepada orang tua siswa melalui Whatsapp.

Membuat materi pembelajaran online yang menarik bagi para siswa memang merupakan sebuah tantangan bagi semua guru, termasuk bagi Ibu Yanti. Salah satu model yang ia coba lakukan adalah membuat materi pembelajaran dalam bentuk video Big Book. Big Book sendiri adalah buku cerita dalam ukuran besar. Ibu Yanti memahami benar bahwa anak-anak akan lebih tertarik dengan materi yang disajikan dengan gambar-gambar menarik, seperti Big Book. Media pembelajaran Big Book ini ia pelajari saat mengikuti pelatihan program Guru BAIK (Belajar-Aspiratif-Inklusif-Kontekstual) dari INOVASI, yang waktu itu dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat.

Mengajar Lewat Video dengan Media Big Book 

Dengan menggunakan model video Big Book ini, Ibu Yanti membuat materi belajar tentang siklus air. Inspirasinya datang dari pengalamannya sendiri, yaitu dari buku pelajaran tentang siklus siang dan malam yang pernah ia baca semasa sekolah dulu. Dengan kemampuan menggambarnya, Ibu Yanti kemudian menuangkan kreativitasnya untuk menjelaskan alur perjalanan air ke dalam sebuah cerita Big Book.

Setelah jadi, ia kemudian membuat video yang menjelaskan gambar-gambar dari setiap tahapan siklus air yang ada di dalam Big Book tersebut.

   

Gambar dari Video Big Book yang dibuat oleh oleh Ibu Yanti yang kemudian disebarkan ke anak didiknya.  Siswa lebih tertarik dengan model pembelajaran seperti ini.

Tidak berhenti disitu, Ibu Yanti kemudian memberi tugas pada siswa-siswanya untuk membuat video pendek di mana siswa akan menceritakan ulang tentang siklus air.  Sejumlah siswa pun merespon tugas yang diberikan Ibu Yanti dengan membuat berbagai karya video.

“Saya juga menjadikan video-video itu sebagai penilaian keterampilan siswa,” papar ibu Yanti.

Bagi Ibu Yanti, kondisi sulit seperti ini memang banyak tantangannya. Namun di sisi lain, situasi ini pun memberikan ia kesempatan untuk berkreasi, terutama mempraktikkan berbagai hal yang dulu ia peroleh dari pelatihan program Guru BAIK dari INOVASI.

Terus Berinovasi di Masa Pandemi