Pohon Kata Bantu Siswa Belajar Mengenal Huruf

Program-program rintisan yang dikembangkan INOVASI fokus pada upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, terutama di kelas-kelas awal (Kelas 1, 2, dan 3) SD/MI. Berbagai bentuk kegiatan program rintisan bertujuan untuk memperkuat praktik pengajaran di ruang kelas, meningkatkan bentuk dukungan yang diberikan kepada guru, serta memastikan bahwa semua anak di kelas dapat belajar sesuai potensinya masing-masing. Di Provinsi Jawa Timur, dampak positif dari implementasi program literasi yang paling terlihat adalah adanya perubahan cara mengajar guru kelas awal yang lebih baik, terutama dalam upaya mengajarkan calistung kepada siswanya dan banyak bermunculan strategi inovatif dalam bidang literasi yang telah dihasilkan oleh guru. Berikut ini cerita seorang guru SD di Pulau Madura yang merupakan salah satu guru yang terlibat di dalam program rintisan INOVASI.


Pengenalan huruf bagi siswa kelas 1 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Padike IV, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Sebab sebagian besar siswa tidak melalui pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK). Atas kondisi itu, kreativitas seorang guru harus dikembangkan. Muhammad Saleh S.Pd, guru di SDN Padike IV, Talango, Kabupaten Sumenep pun berupaya mencari cara untuk membantu siswanya. Ia memiliki ide membuat media pembelajaran untuk mengenalkan kata kepada siswa yaitu media “Pohon Kata”.

Sebagai guru yang mengajar di kelas awal, Saleh membuat “Pohon Kata” sebagai sarana mempermudah siswa mengingat kata dalam bahasa Indonesia sehingga mereka tidak merasa jenuh karena dengan penjelasan yang menarik anak-anak dapat belajar sambil bermain. “Pohon Kata” dibuat dengan sederhana, termasuk dalam pemilihan kata agar mudah diingat oleh siswa.

Membuat ‘Pohon Kata’ tidak sulit dan sangat murah. Saleh membuatnya dengan memanfaatkan lembar karton berwarna putih, kemudian menggambar pohon lengkap bersama ranting dan daun yang diwarnai semenarik mungkin. Pohon Kata yang ia buat terdiri dari enam kata yang ditulis pada ranting yaitu musim, kemarau, telah, tiba, bermain dan layang-layang. Kemudian setiap huruf dari kalimat itu juga ditulis pada masing-masing daun.

Dalam praktiknya, siswa diajak menyebutkan kata yang ada pada ranting, kemudian dari kata itu siswa diminta mencari setiap huruf dalam kata yang sudah tertulis di ranting. Pembelajaran seperti ini efektif membuat siswa mengingat huruf karena menggunakan cerita dan penjelasan menarik dari guru.

“Banyak manfaat didapatkan dalam metode pembelajaran mengenal dan mengingat huruf dalam bahasa Indonesia melalui ‘Pohon Kata’ ini. Selain siswa saya jadi lebih mudah mengenal dan mengingat setiap huruf, mereka pun merasa lebih senang dan aktif di dalam kelas,” cerita Saleh.

Saleh menambahkan, adanya perubahan dalam minat belajar siswa menjadi tujuan utamanya ketika membuat ‘Pohon Kata’ ini, yang kemudian ia terapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas awal. Siswa yang tadinya kurang berminat dan enggan belajar menjadi semangat, sedangkan yang tidak berani menjadi termotivasi untuk mencoba.

“Pohon Kata” ini selain berfungsi sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa juga menjadi jawaban atas kondisi pendidikan di pedesaan. Siswa yang sebelumnya sulit mengingat huruf sekarang merasa lebih mudah, hal ini karena merode pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan.

Pohon Kata Bantu Siswa Belajar Mengenal Huruf