Metode dan Media Pembelajaran Yang Kreatif, Mempercepat Anak Membaca

Sudah lebih dari tujuh tahun Ibu Zuliawati Ningsih mengabdi sebagai seorang guru. Ia mengajar di Kabupaten Malinau, di mana daerah ini berbatasan langsung dengan Malaysia. Sejak menjadi guru, ia ditugaskan mengajar di kelas awal tepatnya sebagai guru kelas 2 SDN 004 Malinau Kota, Malinau, Kalimantan Utara. Ia juga merupakan fasilitator daerah (Fasda) untuk program INOVASI.

Awal-awal masa mengajar, banyak anak yang tidak bisa membaca. Lalu ia mencoba merancang alat sederhana untuk mendeteksi kemampuan membaca anak. Alat itu berupa kartu huruf dan kartu kata. Ide itu didapat setelah mengikuti berbagai pelatihan literasi kelas awal yang diberikan oleh INOVASI dan ia sangat ingin membantu siswanya agar bisa cepat membaca.

Pendeteksian ini ia lakukan saat anak baru masuk sekolah. Caranya, satu persatu anak diminta untuk membaca kartu huruf dan kartu kata yang telah ia rancang secara sederhana. Dari situ ia bisa mengindentifikasi anak-anak mana saja yang membutuhkan bimbingan khusus.

Zuliawati pun membimbing sesuai kemampuan membaca anak. Kemampuan mereka ia petakan berdasarkan hasil tes tadi. Anak yang belum mengenal huruf tidak diajari mengeja. Ia ajari mereka mengenal huruf terlebih dahulu. Sementara, anak-anak yang sudah bisa mengeja, ia latih membaca dengan kartu-kartu bergambar yang berisi kata.

Ia sadar betul bahwa anak-anak yang belum bisa membaca harus mendapat bantuan khusus. Zuliawati juga menemukan beberapa orang tua siswa juga tidak bisa membaca sehingga tidak mungkin ia mengandalkan orang tua sepenuhnya untuk membantu anak mereka membaca.

“Saya tidak bisa hanya mengandalkan jam pembelajaran sehingga saya harus meluangkan waktu tambahan untuk membantu anak-anak ini. Sepulang sekolah, saya melakukan bimbingan khusus secara sukarela,“ cerita Zuliawati.

Setiap hari selama 20 menit, anak-anak yang lambat membaca ia latih membaca dengan berbagai metode, seperti menggunakan kartu huruf, mencocokkan huruf dengan gambar, dan metode lainnya secara bergantian.

Setiap minggu, Zuliawwati juga menyempatkan diri membacakan cerita kepada anak-anak karena mereka senang dibacakan cerita. Mereka antusias menyimak cerita-cerita dengan buku bergambar. Ia juga menggunakan media lain seperti kubus kata, papan kata, dan papan bunyi untuk membantu anak membaca. Metode ini rupanya cukup berhasil meningkatkan minat anak membaca. Apalagi sekolah di mana ia bekerja, saat ini punya sudut baca. Banyak buku-buku menarik dipajang di sana. Sekarang anak-anak jadi berlomba-lomba bisa cepat membaca agar bisa menikmati buku-buku cerita.

Selain bimbingan khusus, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) juga diterapkan oleh Zuliawati. Pembelajaran yang ia desain selalu menggunakan ragam metode dan media. Hasilnya, anak-anak menjadi lebih aktif. Ia juga menyadari kalau dahulu cara saya mengajar tidak membuat anak berminat belajar. Jadi, sekarang ia mengubah cara mengajar agar lebih menyenangkan.

“Dalam setahun, anak-anak didik saya menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Mereka sudah bisa mengeja dua suku kata sederhana dan 24 anak bisa naik kelas. Hanya satu anak yang tinggal kelas. Itupun karena anak tersebut jarang datang ke sekolah,” tambah Zuliawati menutup ceritanya.

Metode dan Media Pembelajaran Yang Kreatif, Mempercepat Anak Membaca