Menyelesaikan Soal Matematika Praktis dengan Benda-Benda Sekitar

Pensil Umbu hilang. Ia butuh penggantinya. Ia bergegas menemui ibunya dan meminta uang untuk membeli pensil. Dirinya lantas pergi ke warung dan membeli pensil seharga Rp 1.000. Namun setelah mendapatkan pensilnya, Umbu langsung berbalik meninggalkan warung. Ia tidak tahu bahwa dia masih punya kembalian Rp 1.000 dari pecahan Rp 2.000 yang ia belanjakan.

Ini adalah penggalan cerita yang disampaikan oleh Mariana Warata, salah satu guru di SD Negeri Wee Paboba, di Kabupaten Sumba Tengah. Ini bukan cerita fiksi, melainkan kisah yang dialami oleh banyak anak-anak di lingkungan sekolah di mana ia mengajar. Meski dalam kesehariannya banyak berhubungan dengan urusan hitung-menghitung, anak-anak belum sepenuhnya mengerti konsep numerasi.

Di sekolah, pelajaran yang memuat unsur perhitungan pun menjadi momok tersendiri bagi mereka. Sementara kemampuan pengajaran numerasi para guru juga masih terbilang rendah. “Selama ini, saya lebih banyak meminta siswa membayangkan saja. Padahal ini pelajaran berhitung, siswa perlu melihat sesuatu yang konkret untuk membantu mereka memahami konsep berhitung,” kata Mariana mengenang bagaimana ia dulunya mengajarkan matematika kepada siswanya.

Sebelumnya, Mariana mengaku sudah biasa menggunakan jari tangan dan kaki sebagai alat bantu berhitung. Namun siswa kesulitan ketika operasi matematika melibatkan angka di atas 20. Hal ini karena siswa hanya memiliki 20 jari tangan dan kaki yang bisa digunakan sebagai alat berhitung. Untuk itu, Mariana menggunakan garis lima yang berbentuk lidi untuk penjumlahan dan pengurangan angka di atas 20.

“Misalnya, untuk 12 ditambah 27, saya meminta mereka untuk menggambar 12 garis dengan pecahan lima. Lalu ditambah lagi dengan 27 garis dan meminta siswa untuk menghitung berapa semua garis yang ada,” Mariana memberi contoh.

Namun ternyata cara seperti itu juga belum mampu membuat siswa tertarik belajar matematika, apalagi meningkatkan kemampuan berhitung mereka. Para siswa sudah mampu mengenal lambang bilangan, tapi belum memahami nilai dari bilangan itu. Saat tidak dapat mengerjakan soal latihan, mereka cenderung diam. Guru kelas 2 yang saat ini tengah menempuh pendidikan sarjana ini berasumsi “Mungkin karena tidak tahu, jadinya tidak tertarik.”

Tidak pernah terpikirkan oleh Mariana bahwa benda-benda di sekitar sekolah dan rumah bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar. Setelah mendapatkan pelatihan bersama INOVASI, ia kemudian memanfaatkan biji jagung, biji asam, dan tutup botol untuk membantu siswa memecahkan persoalan matematika praktis dalam konteks keseharian siswa. Berikut salah satu penggunaannya.

Menghitung Hewan Peliharaan

  1. Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok dan masing-masing diberikan alat bantu yang berbeda. Kelompok pertama diberikan biji asam, kelompok kedua biji jagung, dan kelompok ketiga tutup botol. Ketiga kelompok juga diberikan bingkai 10 dan kotak puluhan.
  2. Guru kemudian bertanya berapa jumlah hewan peliharaan masing-masing siswa. Lalu siswa menjumlahkan hewan peliharaan mereka untuk masing-masing kelompok.
  3. Siswa meletakkan biji atau tutup botol di atas kotak bingkai 10 sesuai jumlah hewan peliharaan masing-masing anggota kelompok. Setelah itu, mereka menghitungnya. Jika totalnya mencapai atau lebih dari 10, 10 biji atau tutup botol kemudian dipindahkan ke kotak 10.
  4. Selanjutnya, guru mengatakan bahwa ada lima hewan peliharaan setiap kelompok yang mati.
  5. Siswa mengeluarkan biji/tutup botol dari bingkai 10 atau kotak puluhan sesuai jumlah hewan yang mati.

Dengan melihat jumlah biji/tutup botol secara nyata, siswa bisa dengan cepat menghitung berapa jumlah hewan peliharaan kelompok mereka. Variasi alat bantu yang digunakan setiap kelompok, kata Mariana, bertujuan menarik minat siswa. “Setelah selesai satu sesi tersebut, siswa kemudian lanjut dengan soal yang lain dengan bertukar alat bantu tadi,” imbuhnya.

Diakui Mariana, metode belajar seperti ini membuat siswa tidak bosan, lebih aktif, lebih mudah memahami pembelajaran dan pada akhirnya meningkatkan kemampuan berhitung mereka.

 

Menyelesaikan Soal Matematika Praktis dengan Benda-Benda Sekitar