Menggunakan Puzzle dan Kartu Huruf untuk Mengenal Sayur dan Buah

Oleh Hasnahwiah, Guru Kelas 1 SDN 006 Malinau Utara (Fasilitator Daerah INOVASI)

Hari ini kami belajar tentang kegunaan tanaman dan hewan peliharaan. Salah satu topiknya adalah mengenal tanaman yang terdiri dari sayur dan buah. Saya sudah merancang skenario pembelajaran menggunakan puzzle sayur dan buah, kartu huruf, dan lembar kerja. Skenario ini saya buat agar anak dapat mencapai tujuan pembelajaran, sekaligus menikmati proses pembelajarannya.

Di kelas, kami punya aturan tepuk tangan. Jika saya sebut tepuk hijau, maka anak bertepuk tangan tiga kali. Tepuk kuning dua kali dan tepuk merah diam. Tepuk ini adalah alat saya mengontrol perhatian anak-anak. Jika kelas mulai tidak terkendali, maka saya ajak mereka bertepuk tangan.
Pembelajaran saya buka dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Saya mencoba memancing mereka tentang sayur dan buah.

“Siapa yang suka makan sayur? Sebutkan nama-nama sayur!”

“Kangkung, Bu!”

“Bayam!”

Anak-anak riuh menjawab. Mereka menyebut banyak nama sayuran. Begitu juga ketika saya tanya nama buah, mereka lugas menyebut nama-nama buah. Mulai dari apel, mangga, durian dan seterusnya. Mereka menyebut buah-buahan punya rasa yang enak.

Kemudian saya mengambil puzzle bergambar apel. Saya tanya mereka gambar apa itu? Apel, jawab mereka serentak. Saya mengajak mereka menuliskan nama buah itu di papan tulis. Secara acak saya tunjuk anak menulis kata ‘apel’ masing-masing satu huruf. Ada empat anak yang saya minta maju ke depan. Mereka pun berhasil menulis kata ‘apel’.

Kini saya masuk penugasan kelompok. Anak-anak saya bagi atas dua kelompok. Satu kelompok saya beri satu puzzle. Satu bergambar pisang, dan satu lagi bergambar jamur. Puzzle itu saya bongkar gambarnya, sehingga anak harus menyusunnya kembali. Setelah tersusun, maka tugas selanjutnya mereka harus menuliskan nama buah atau sayur itu pada secarik kertas.

Tidak sampai lima menit, anak-anak sudah selesai merangkai gambar di puzzle. Mereka pun berdiskusi menuliskan nama buah dan sayur itu. Lima menit kemudian, mereka selesai menulis.

Saya undang perwakilan kelompok maju ke depan kelas. Setiap kelompok mengirim dua anak. Satu anak menunjukkan gambar, dan satunya lagi membacakan nama yang mereka tulis. Presentasi dimulai dari kelompok pisang.

“Ini buah pisang,” kata si anak.

“Apakah benar?” tanya saya kepada kelompok lain.

“Benar, Bu!” balas kelompok lain.

Setelah itu saya meminta gambar pisang ditempel di papan tulis. Saya kemudian meminta mereka untuk menempelkan kata ‘pisang’ menggunakan kartu huruf. Setiap anggota kelompok harus mengambil satu huruf. Mereka harus menyusunnya sampai benar. Tidak butuh waktu lama, mereka bisa menuntaskan tugas itu. Saya bangga melihat mereka.

Setelah kelompok pisang selesai, giliran kelompok jamur. Mereka melakukan hal yang sama.

Kini tiba saatnya tugas individu. Saya sudah menyiapkan lembar kerja (LK). LK itu terdiri dari tiga kolom. Pada setiap kolom, anak diminta menuliskan nama buah, sayur, dan binatang yang mereka ketahui. Mereka bisa menulis sebanyak yang mereka bisa. Waktu kerjanya sepuluh menit.

Selama kerja individu, saya melakukan pendampingan. Saya pastikan anak menulis nama buah, sayur, dan binatang dengan benar. Anak yang belum bisa menulis dengan benar mendapatkan bantuan dari saya.

Akhirnya pembelajaran berakhir. Sebagaian besar anak sudah mampu mengenali sayur, buah dan binatang serta menuliskan namanya dengan benar. Saya sungguh bangga. Saya tutup pembelajaran dengan mengulang kembali tujuan belajar kami hari ini. Setelah itu, kami bertepuk tangan bersama.

Menggunakan Puzzle dan Kartu Huruf untuk Mengenal Sayur dan Buah